KISAH CINTA VAMPIRE DAN GADIS SILUMAN HARIMAU

KISAH CINTA VAMPIRE DAN GADIS SILUMAN HARIMAU
KENANGAN YANG PERLAHAN MUNCUL #3


__ADS_3

Saka memegang tangan Dara erat. Serangan gadis itu dengan mudah dipatahkan. Tingkat beladiri Saka sudah jauh lebih tinggi darinya.


"Ayolah! Ikut aku ke kantor polisi. Lagipula sikapmu sangat mencurigakan!"


"Jangan, pak. Aku hanya membela diri aja. Aku gak niat mau menyerang bapak!"


Dara terus berontak namun tenaga Saka jauh lebih besar. Akhirnya, Dara berhenti.


"Baiklah! Aku akan ikut bapak. Tapi, lepaskan tangan ku dulu," ucap Dara sedikit memelas.


Saka menjadi luruh dengan wajah tak bersalah Dara. Dia pun melepaskan gadis itu.


"Sebenarnya, ada sesuatu yang saya mau ucapkan, pak ...."


"Ada apa?"


Dara tertunduk. Wajahnya tidak kelihatan sama sekali. Tiba-tiba, Dara mendongak.


"Saya mau ucapkan terima kasih! Dadah bapak polisi ganteng ...."


Dalam sekejap, Dara berlari menjauhi Saka. Gerakannya sangat cepat seperti seekor kelinci, atau harimau???


Saka hanya geleng-geleng kepala dengan tingkah Dara. Tanpa sadar sebuah senyuman menghiasi sudut bibirnya.


Sementara itu, dari jauh Alex memerhatikan kejadian yang menimpa Dara. Dia hampir saya menyusul gadis itu ketika seorang laki-laki mendekatinya. Syukur saja laki-laki itu seorang polisi bukanlah orang jahat.


Namun, ada sesuatu yang membuat Alex tertegun. Polisi itu seperti tidak asing, tapi Alex tidak dapat mengenalinya. Ada sesuatu, atau dia juga inkarnasi seseorang.


*****


Dara mulai mencari keberadaan kedua laki-laki yang pernah menemuinya di taman. Ternyata, mereka tidak benar-benar tahu kalau Dara memiliki tanda harimau.


Hampir saja Dara masuk ke dalam jebakan mereka. Untung saja dokter Alex mengatakan tentang rencana mereka menjebak para siluman harimau.


Suasana taman mulai sepi, namun kedua laki-laki itu tidak kelihatan juga. Sebentar lagi gelap, Dara memutuskan untuk pulang. Mungkin mereka sedang bersembunyi di suatu tempat.


"Sore, kak. Ini ada minuman gratis untuk kakak!"

__ADS_1


Seorang anak laki-laki muncul seraya menyodorkan sebotol minuman.


"Minuman apa itu?"


"Ini jus, kak. Ibu saya yang membuatnya. Katanya dibagikan gratis untuk orang-orang," jawab anak kecil itu lugas.


"Oh, iya. Terima kasih, ya. Salam buat ibu kamu, semoga berkah," ucap Dara tanpa curiga sedikit pun.


"Baik, kak!"


Anak kecil itu pun bergegas pergi. Anehnya, dia tidak memberikan minuman kepada pengunjung taman yang lain.


Dara pun meminum jus itu ketika merasa tenggorokannya kering. Jus itu sedikit asam, tapi membuatnya lebih segar.


Entah kenapa, Dara malah tertidur di bangku taman. Padahal dia sudah berniat untuk segera pulang.


Ketika Dara terlelap, muncul seorang laki-laki yang memakai penutup kepala dan masker. Tingkah laku laki-laki itu sangat aneh. Dia sudah mengamati Dara sejak beberapa saat yang lalu.


Ternyata, laki-laki itu yang menyuruh anak kecil untuk memberikan minuman kepada Dara. Di dalam minuman itu sudah diberikan obat tidur.


Ketika suasana sudah sepi, sosok aneh itu mengeluarkan sebuah saputangan dari kantong jaketnya. Aroma menyengat menyeruak. Bau obat bius!!!


Dara langsung terjaga ketika mencium bau menyengat di mulutnya. Namun ketika membuka mata, kepalanya sangat pusing dan langsung tak sadarkan diri.


"Dara!!!"


Di tempat lain, Alex merasa telah terjadi hal buruk dengan Dara. Dengan kekuatan vampirenya, dia bergerak secepat mungkin ke tempat gadis itu berada.


Dara benar-benar tak sadarkan diri. Namun, dia merasa seperti berada di sebuah tempat tidak asing.


"Tuan ..., apakah tuan akan selalu menjagaku sampai aku mati?"


Seorang gadis berparas cantik tengah bicara dengan seorang laki-laki berkulit putih dan berambut keemasan.


"Ya, Puan. Aku berjanji akan selalu menjagamu!"


Laki-laki asing itu menggenggam tangan gadis itu erat. Wajahnya sangat mirip dengan dokter Alex. Sementara gadis cantik itu sangat mirip dengan Dara!

__ADS_1


"Percayalah, aku juga akan menunggu kelahiranmu yang kedua. Takdir pasti akan mempertemukan kita kembali!"


Keduanya tersenyum penuh kebahagiaan.


Tiba-tiba, bayangan keduanya menghilang. Dara mendengar seseorang memanggil namanya.


"Bangun, Dara! Bangunlah!"


Dara membuka mata. Namun, yang ada hanya kegelapan. Gadis itu berusaha bangun, namun tangan dan kakinya terikat, sementara mulut dan matanya tertutup kain.


Gadis itu tersadar sesuatu yang buruk sudah terjadi padanya!!!


*****


Malam semakin larut. Nara mulai khawatir karena Dara belum pulang juga. Dia merasa kalau puterinya sedang dalam bahaya.


Satu-satunya jalan agar rasa khawatirnya hilang adalah menemui dokter Alex. Dia pernah berjanji akan melindungi Dara dari sejak dilahirkan.


"Tuan Alex sedang tidak ada di rumah. Memangnya ada apa?" tanya Diva ketika Nara menanyakan tentang majikannya.


"Da-dara menghilang! Aku takut terjadi hak buruk dengannya," jawab Nara terbata-bata.


"Hilang? Bukannya dia sering keluar malam?"


Diva memang sangat mengenal Dara. Dulu, dia juga yang menjaga Dara ketika kecil.


"Saat ini berbeda! Tolonglah, aku takut Dara kenapa-napa!"


Nara tak sanggup jika harua kehilangan Dara. Dia adalah harta satu-satunya di dunia ini.


Diva terdiam. Sebenarnya, dia melihat dokter Alex pergi dengan tergesa-gesa menuju ke arah pelabuhan. Bahkan, sampai memakai kekuatan vampirenya. Sudah sangat lama, dokter Alex hidup menjadi manusia. Bahkan hampir lupa kalau dia adalah seorang vampire!


"Tenanglah! Aku yakin, dokter Alex akan menemukannya."


"Apa dokter Alex tahu apa yang terjadi dengan puteriku?"


Diva langsung mengangguk. Dia sangat tahu, siapa yang ada di dalam pikiran majikannya itu sejak dulu. Bahkan waktu ratusan tahun tidak mampu melupakan sosok yang sangat dicintainya. Dia adalah Puan yang ada di dalam tubuh Dara!!!

__ADS_1


*****


__ADS_2