
Ratih tak berdaya dengan tubuh bersimbah darah. Kekuatannya sebagai siluman harimau tidak terlalu besar. Itu karena darah panasnya tidak pernah dilatih.
Bayu menjadi sangat bingung. Jika membawa Ratih ke pulau kumbang bisa membuatnya banyak kehilangan banyak darah. Lalu, ke mana Bayu akan membawa Ratih yang hampir kehilangan nyawa???
Akhirnya Bayu memutuskan membawa Ratih ke pesantren tempat tinggalnya. Ada seseorang yang bisa menyembuhkan Ratih. Dia adalah Kyai Maja, ayahnya sendiri.
Malam semakin larut. Pesantren sudah mulai sepi. Seorang laki-laki tua dengan jubah putih dan sorban menutupi kepalanya tengah berdiri di depan sebuah rumah sederhana.
Laki-laki berjubah putih itu adalah Kyai Maja, ayah dari Bayu. Dia sangat cemas karena Bayu belum kembali juga. Beberapa orang sudah mencarinya namun tidak ketemu juga.
Kyai Maja merasa ada yang tidak beres. Bayu tidak pernah menghilang seperti itu.
Tiba-tiba, dari balik kegelapan muncul seseorang sambil menggendong seorang gadis. Dia adalah Bayu.
"Ayah!"
"Ada apa, Bayu? Siapa perempuan yang kamu bopong?"
"Ini Ratih, yah. Dia terluka parah!"
Bayu segera masuk ke dalam rumah. Kyai Maja mengikutinya dari belakang.
"Tolong Ratih, Yah. Tadi ada segerombolan penjahat menyerang kami. Ratih terkena sabetan golok dan terluka!"
"Ratih? Puteri Jaka dari pulau kumbang?"
Kyai Maja sangat terkejut.
"Iya, Yah. Tolonglah Ratih, Yah ...."
Bayu sangat cemas. Apalagi melihat wajah Ratih semakin pucat.
Kyai Maja tidak tinggal diam. Dengan keahliannya dia bisa mengobati luka di tubuh Ratih.
"Kamu harus menghubungi keluarga Ratih, Bayu! Mereka pasti sedang mencarinya."
Bayu sedikit bingung. Dia baru saja mengetahui siapa Ratih sebenarnya. Berarti keluarganya juga siluman harimau.
"Ayah kan sudah lama mengenal Paman Jaka. Apa ayah juga tahu siapa dia sebenarnya?"
__ADS_1
Kyai Maja menatap Bayu lekat.
"Katakan, Bayu. Sebenarnya apa yang telah terjadi pada Ratih?"
Bayu menarik napas panjang. Dia tidak bisa berbohong di depan ayahnya.
"Ratih ... dia adalah seorang siluman harimau!"
Kyai Maja tidak terkejut. Sepertinya dia mengetahui siapa Ratih dan keluarganya.
"Ya! Ratih dan keluarganya adalah siluman harimau. Mereka berbaur dengan manusia biasa dan memperdalam ilmu agama!"
Kini, Bayulah yang tertegun. Dia tidak menyangka selama ini ayahnya menyembunyikan sebuah rahasia.
*****
Puan merasa telah terjadi hal buruk pada puterinya. Apalagi hari sudah menjelang malam dan Ratih belum kelihatan juga.
"Aku merasa Ratih sedang mengalami kejadian buruk! Tolong bawalah pulang," ucap Puan kepada suaminya.
Jaka mengangguk. Dia juga merasakan hal yang sama.
"Iya! Aku juga merasakannya. Sudah terlalu malam, sulit untuk menyeberang karena ombak sedang tinggi. Besok pagi aku akan mencarinya. Lagipula, Ratih berada di dekat orang yang bisa menjaganya dengan baik!"
Puan semakin cemas.
Jaka hanya tersenyum. Dia tahu Ratih sedang bersama Bayu. Dia juga tahu perasaan mereka berdua. Rencana pernikahan Ratih dengan sesama siluman harimau pasti membuat Ratih bingung.
*****
Ratih terjaga dan menemukan Bayu masih ada di sampingnya. Ingatannya kembali beberapa saat yang lalu. Ketika Bayu melindunginya dengan sekuat tenaga dari orang-orang jahat.
Sebaiknya Ratih menjauhi Bayu. Pernikahannya sudah dipastikan. Dia tak sanggup lebih lama bersamanya karena akan berharap lebih banyak lagi.
Dengan tertatih, Ratih keluar dari dalam kamar. Bayu tertidur sangat nyenyak sehingga tidak tahu kalau Ratih akan pergi.
"Berhenti, Nak Ratih!"
"Ayah Kyai?"
__ADS_1
Ratih sangat terkejut ketika Ayah Bayu sudah berdiri di depannya.
"Istirahatlah! Lukamu belum sembuh benar."
"Terimakasih, Ayah Kyai. Tapi saya harus pulang!"
Ratih mulai gemetar. Tubuhnya memang masih sangat lemah.
"Aku mendengar tentang rencana pernikahanmu. Apa kamu sudah siap?"
Tanpa terasa, mata Ratih mulai basah. Dia yang paling tahu perasaannya kepada Bayu tidak bisa digantikan.
"Saya mencintai Kak Bayu, Ayah," ucap Ratih sebelum tubuhnya kembali limbung.
Dengan sigap, Kyai Maja menangkap tubuh Ratih yang sudah tak sadarkan diri.
"Dek Ratih?!"
Bayu muncul sambil memanggil nama Ratih. Dia sangat khawatir ketika membuka mata, Ratih tidak ada di atas tempat tidur.
"Ayah? Mengapa Dek Ratih ada diluar?"
"Nak Ratih ingin pulang tapi keburu pingsan karena masih lemah. Bawalah masuk ke dalam!"
Bayu segera menggendong Ratih dan membawanya masuk kembali ke dalam rumah.
Kyai Maja hanya tertegun melihat kedua anak muda yang tak bisa dipisahkan itu. Dia harus melakukan sesuatu!
Pagi-pagi, Jaka langsung pergi mencari Ratih. Puan juga sangat cemas dan ingin ikut tapi Jaka melarangnya. Jaka ingin memastikan dulu keadaan Ratih. Terutama hati dan perasaannya.
"Assalammualaikum, Kyai!"
Jaka langsung sampai ke rumah Kyai Maja. Dia bisa mengetahui keberadaan puterinya meski sangat jauh.
"Waalaikumssalam, bagaimana kabarmu, Jaka? Putrimu ada disini semalaman. Dia terluka cukup parah!"
"Maaf merepotkan, Kyai. Semalam saya gak bisa kesini. Apa saya bisa bertemu dengan Ratih, Kyai?"
"Tentu saja bisa. Nak Ratih kan puterimu sendiri. Hanya saja, ada sesuatu yang ingin aku bicarakan. Aku berharap Nak Ratih dan Bayu bisa dinikahkan karena mereka saling mencintai!"
__ADS_1
Jaka tertegun. Ratih dinikahkan dengan manusia biasa? Puan pasti tidak akan menyetujuinya!
*****