KISAH CINTA VAMPIRE DAN GADIS SILUMAN HARIMAU

KISAH CINTA VAMPIRE DAN GADIS SILUMAN HARIMAU
PENANTIAN PANJANG #2


__ADS_3

Malam semakin larut. Di sebagian wilayah Tiger Island sudah sepi termasuk tempat tinggal Dara.


Mimpi buruk itu datang lagi. Kali ini, Dara tak bisa mengendalikan diri. Tanda gambar harimau di tubuhnya bersinar dan bergerak. Seakan berusaha keluar dari tubuh Dara.


Keringat dingin membasahi tubuh gadis itu. Namun yang dirasakan Dara adalah hawa panas.


Aaarrgh ....


Gambar harimau itu mengaum kencang. Sesaat kemudian Dara membuka mata.


Matanya merah dan nanar. Hawa panas semakin menguasai Dara yang tak sadar dan mengira kalau sedang bermimpi.


Dengan sigap, gadis yang sudah dikuasai kekuatan siluman harimau itu meninggalkan rumahnya. Dia berjalan dengan gerakan sangat cepat seperti seekor harimau.


Di ujung jalan yang sepi, Dara menghentikan langkahnya. Di depannya sudah ada seekor kambing yang siap untuk dimangsa.


Gadis itu menyeringai sehingga membuat kambing itu ketakutan. Sesaat kemudian, dari jemari Dara keluar kuku panjang yang tajam juga dari mulutnya keluar taring.


Rembulan tak sanggup menghentikan peristiwa menakutkan itu. Dia memilih bersembunyi di balik awan hitam.


Sebuah bayangan menyaksikan kejadian itu dari atas bukit. Dia adalah Alex. Penantiannya sebentar lagi berakhir. Dara akan menjadi siluman harimau!


"Sebentar lagi kita akan bertemu Puan!"


Lagi-lagi, bayangan Puan muncul. Gadis kecil yang periang yang selalu ingin tahu. Kemudian gadis kecil itu berubah menjadi gadis cantik yang membuat Alex jatuh cinta.


Waktu berjalan sangat lambat. Betapa tersiksanya Alex menanti reinkarnasi Puan. Semakin lama siluman harimau semakin jarang karena pernikahan campuran dengan manusia biasa.


Kini setelah seratus tahun, akhirnya Anthony yang mengganti namanya menjadi Alexander, bertemu dengan gadis yang sangat mirip dengan Puan.


Dara! Gadis itu adalah Reinkarnasi Puan. Betapa senangnya Alex begitu mengetahui kelahiran keturunan siluman harimau yang berjenis perempuan. Bahkan sejak dilahirkan, Dara sudah memiliki tanda yang juga dimiliki Puan.


*****

__ADS_1


Dara sangat terkejut ketika terbangun melihat sekujur badannya penuh darah. Bau amis menyeruak ke seluruh kamar membuat perutnya mual.


"Ibuuu! Ibuuu!"


Dara pun berteriak memanggil ibunya. Dia sangat ketakutan dan tidak tahu apa yang sudah terjadi pada dirinya.


Tak berapa lama, Nara muncul. Dia juga tidak kalah terkejut melihat puterinya dipenuhi dengan darah.


"Ada apa, Dara? Apa yang sudah terjadi?!" tanyanya histeris.


"A-aku gak tahu, Bu. Pas bangun semua badanku sudah dipenuhi darah. Mulutku juga bau amis. Apa yang sudah terjadi padaku, bu?"


Dara gemetaran dan benar-benar ketakutan. Yang dia tahu, semalam sudah bermimpi sangat mengerikan. Dara sudah mulai menjadi siluman harimau.


Nara memeluk Dara erat. Dia harus segera menemui Dato Patra. Hanya dia yang tahu apa yang terjadi pada puterinya itu.


*****


Tentu saja, perubahan itu membuat Dara sedikit gelisah dan tidak bisa konsentrasi. Membuatnya tak bisa mengikuti pelajaran dengan tenang.


"Ada apa, Dara? Aku lihat kamu tidak konsentrasi belajar. Apa kamu sakit?"


Harry adalah seorang guru. Dia masih muda namun sangat bijaksana dan perhatian dalam mengajar muridnya yang sedang bandel-bandelnya.


"Ti-tidak, Pak. Cuman kegerahan aja. Kayaknya kipas anginnya rusak!" jawab Dara sekenanya.


Harry menoleh ke arah kipas angin. Benda itu baik-baik saja.


"Sebaiknya kamu langsung pulang dan jangan mampir-mampir. Semalam kamu begadang, ya?" tanya Harry lagi.


"Gak kok, pak. Cuman ..., terakhir ini saya sering mimpi buruk aja. Maaf, pak. Saya permisi!"


Dara segera melangkah keluar kelas.

__ADS_1


Harry hanya mengangguk. Namun, dia merasa telah terjadi sesuatu dengan muridnya itu.


Dara teringat janjinya dengan dua anak laki-laki di taman. Dia hanya penasaran tentang kelompok siluman harimau. Apakah benar kelompok itu benar-benar ada?


Namin hingga menjelang sore, kedua anak laki-laki itu tidak kelihatan juga. Mungkin mereka hanya main-main saja. Kelompok itu hanya sekedar memakai nama siluman harimau.


Lalu bagaimana dengan tanda harimau yang mereka bicarakan? Entahlah! Dara tak ingin memikirkannya lagi.


Dara memutuskan untuk pulang. Namun ketika melewati bukit, dia menghentikan langkahnya.


Rasa ingin tahu menguasai dirinya. Dara ingin mengetahui lebih banyak lagi tentang istana dan sosok dokter bule itu.


Tak lama dia sampai di depan pintu gua yang ditutupi semak belukar. Tidak ada seorangpun yang tahu kalau ada lorong di dalamnya.


Namun, tiba-tiba pintu gua itu terbuka. Dara sangat terkejut, apalagi ketika melihat seseorang muncul. Dia adalah Nara!


"Ibu?!"


Nara juga sangat terkejut melihat puterinya ada di depan pintu gua.


"Dara? Bagaimana kamu bisa ke sini?"


"Ibu sendiri, bagaimana tahu soal pintu rahasia ini?"


Keduanya saling keheranan.


"Sebaiknya kita pulang dan bicara di rumah saja!"


Nara tidak ingin ada yang mendengar pembicaraan mereka.


Akhirnya Dara mengikuti kemauan ibunya. Ada yang lebih membuatnya penasaran. Apakah ibunya seorang siluman harimau juga???


*****

__ADS_1


__ADS_2