Kisah Naura

Kisah Naura
episode 10 jalan yang berduri


__ADS_3

"Kita keluar dari sini" ucap ava dengan senyum manisnya. Dengan cepat varo meraih tangan ava dan ikut lari bersama nya. Sepanjang lorong, mereka menjadi pusat perhatian karena berlari dengan bergandengan. Ava begitu bahagia bisa bersama dengan varo.


*impian ku sederhana, hanya bahagia dengan orang yang kucintai dan sayangi saja sudah lebih dari cukup* batin ava dengan sangat bahagia.


Ketika sampai di kelas, mereka langsung bersikap biasa saja, karena mereka sudah saling sepakat untuk tidak memberi tahu bahwa mereka berpacaran.


"Kenapa muka Lo berseri seri" ucap Naura heran .


"Apaan sih dari lahir juga muka gw udah kaya gini kali" ucap ava.


"Ihh pengen muntah gw" ucap Naura dengan gaya menutup mulutnya.


"Awas Lo ya, gk akan gw beliin Walls lagi" ucap ava


"Sesungguhnya Allah tidak suka pada manusia pelit" ucap Naura dengan arah tangan seperti sedang menyembah.


"Alah kebanyakan cincong Lo" ucap ava dengan mengerucutkan bibirnya.


Saat Naura dan ava sedang bercekcok tiba tiba saja ada kakak kelas yang masuk ke kelas mereka, lalu menghampiri Naura.


"Hay, Lo Naura kan" ucap laki laki tersebut.


Naura hanya bingung, siapa dia? Kenapa bisa tau namanya. Oh jas dia tau nama Naura, secarakan Naura itu sangat cantik.


"Siapa ya" ucap Naura yang masih duduk di kursinya.


"Gw Rangga anak 12 IPA 2." Ucap nya


"Terus, maksud kedatangan Lo kesini tu apa" ucap ava yang tiba tiba main sambung.


"gw mau ngajakin Naura nonton nanti malam" ucap Rangga dengan PD nya.


"Gw___" ucapan Naura terpotong


"Gk bisa, Naura udah janji mau kerumah gw" ucap Adrian tiba tiba. Sontak saja membuat seisi kelas menatap horor pada Adrian.


"Kenapa? Pada gk percaya? Lihat aja nanti di postingan Instagram gw" ucap Adrian asal bicara.


" Oh ya udah deh kalo gitu, gw harap kapan kapan Lo gk akan nolak" ucap Rangga dengan berlalu pergi.


"Lo bisa gk sih kalo ngomong jangan asal" ucap Naura kesal.


"Ya emang nya kenapa, lagian Lo juga harus kerumah gw" ucap Adrian


"Ogah" ucap Naura kesal


"Ihh udah udah, nanti kita kerumah Adrian sama varo" ucap ava kesempatan untuk mengenal calon mertua.


"Apaan sih ogah ah gw, Lo aja sana" tolak Naura.


"Kalo mau, dapat es krim Walls 5 bungkus" ucap ava dengan mengangkat 5 jari.


"Setuju" ucap Naura dengan cengir kuda.

__ADS_1


Lalu ava dan varo saling lempar senyum karena mereka akan main kerumah varo.


Ketika sore hari tiba, mereka sudah siap untuk berangkat kerumah Adrian dengan mengendarai kendaraan mereka masing masing. Setelah sampai di rumah Adrian dan varo mereka sangat di sambut dengan baik oleh beberapa pelayan dan juga penjaga.


"Rumahnya udah berasa kaya istana" bisik ava pada Naura.


"Ternyata emang rumah ini doang yang beda" bisik Naura pada ava.


"Eh ada siapa ini" ucap Lisa, ibu dari Adrian dan juga varo


"Halo Tante" sapa ava


"Halo, namanya siapa. Cantik cantik banget ya kalian" ucap Lisa dengan senyum manis


"Saya ava Tante,"ucapnya


"Saya Naura" ucapnya


"Wah boleh nih buat calon mantu" ucapnya dengan mengelus ngelus tangan ava dan juga Naura.


"Ah Tante bisa aja" ucap Naura malu.


"Jadi bunda udah kasih restu nih" ucap Adrian yang baru saja keluar dari kamarnya.


"Ah udah dong," ucap Lisa.


"Eh kalian ngobrol aja ya, Tante mau ke belakang dulu" ucapnya dengan pergi meninggalkan ruang tamu


"To the point deh, gw mau pulang nih" ucap Naura yang mulai bete.


"Heh diem Lo anak kecil" ucap Naura kesal.


"Ih sialan ngatain gw anak kecil" ucap varo tak terima.


"Udah udah jangan pada ribut" ucap Adrian.


"Ya udah terus kita mau ngapain di sini" ucap Naura dengan sesekali menyeruput jus nya,


"Gk ngapa ngapain sih" ucap


"Gk jelas banget sumpah" ucap Naura malas.


"Va kita kesana yu, lihat lihat taman bunga punya bunda" ajak varo pada ava


"Ayo gasss" ucap ava, yang langsung berjalan mengikuti varo, sedangkan Naura dan Adrian hanya saling pandang tanpa tau harus melakukan apa.


*Duh... Kok jantung gw jadi deg degan gini ya,* batin Naura


*Naura cantik banget ternyata kalo di lihat terus* batin Adrian


*Adrian suka gk ya sama gw* batin Naura


*kira kira Naura suka gk ya sama gw* batin Adrian. Begitulah mereka berdua, hanya saling pandang tanpa mau mengatakan hal apapun.

__ADS_1


"Awas nanti ada yang suka loh" ucap bunda Lisa dengan senyum senyum penuh arti


"Bunda apaan si" ucap Adrian


Bunda Lisa hanya tersenyum melihat tingkah laku anak nya ini yang sepertinya akan mempunyai pacar. Bunda Lisa segera mendekat dan duduk di sebelah Naura, ketika bunda Lisa sedang ngobrol bersama Naura tiba tiba saja dia melihat bercak merah di punggung Naura.


"Naura, itu baju kamu merah kenapa" ucap nya


"Hah, mana Tante" ucap Naura dengan mengusap ngusap punggung, ketika di usap Naura merasakan sakit di punggung nya. Dia baru sadar kalo lukanya kembali berdarah, karena luka di punggung nya itu memang susah kering karena sering terkena keringat.


"Itu darah nak?" Ucap bunda Lisa yang mulai hawatir.


"Ayo cepat ikut bunda ke kamar" ajak nya dengan menarik tangan Naura.


"Mau apa Tante" tanya Naura


"Ngobatin Luka kamu, ayo cepat" ucapnya, mau tak mau Naura harus ikut karena punggungnya juga terasa sakit perih.


Setelah sampai di kamar bunda Lisa, Naura di suruh untuk membuka seragamnya. Ketika bunda Lisa melihat banyaknya luka bekas cambukan, dia langsung kaget dengan menutup mulutnya.


"Naura, ini_ini luka apa. Apa yang terjadi sama kamu" ucap bunda Lisa hawatir


"Bukan apa apa kok Tante, ini cuman luka biasa" ucap Naura lirih.


"Hey, ayo cerita sama bunda. Bunda siap jadi teman curhat kamu" ucap bunda Lisa dengan memegang pipi Naura. Naura hanya bisa diam karena dia tidak tau harus berkata apa


"Gapapa, ayo cerita. Bunda siap jadi temen curhat kamu" ucap nya dengan mengelus pipi Naura.


"Em_naura_naura habis di pukul sama papah" ucapnya berusaha menahan air mata, entah mengapa Naura merasa nyaman di dekat bunda Lisa, Naura merasakan kehadiran mama nya.


Sedangkan di balik pintu itu, ada Adrian yang sedang mengintip mereka, Adrian melihat punggu Naura yang begitu banyak luka bekas cambuk, Adrian berfikir seperti nya itu luka yang waktu itu dia lihat di taman.


"Kenapa bisa di pukul, memangnya apa salah Naura" ucap bunda Lisa yang mulai berkaca kaca. Tanpa bisa melanjutkan ceritanya Naura sudah mulai menangis tersedu sedu tanpa bersuara.


"Nangis aja gapapa, ada bunda. Bunda akan siap jadi tempat berlabuh kamu" ucapnya dengan memeluk Naura agar bisa tenang.


*Wanita kuat, itu lah Naura. Di depan ku tidak menangis tapi di depan seorang ibu dia akan menangis* batin Adrian yang mulai menetes kan air matanya.


*seberapa curam dan berduri nya jalan yang Lo tempuh Ra? Kalo Lo merasa gk kuat, Lo boleh jalan bareng gw berbagi luka, berbagi kesedihan, dan berbagi kebahagiaan* batin Adrian dengan berlari meninggalkan kamar bunda.


*kenapa gw gk bisa jadi tempat berlabuh Lo Ra?kenapa?* Batin Adrian yang mulai menangis.


Sebenarnya Adrian tau siapa Naura, sejak kejadian Naura di srempet motor, dia sudah melihat dengan mata kepalanya sendiri, tapi dia hanya melihatnya dari jauh.


Dari situlah Adrian mulai mencari tahu soal Naura dan keluarganya, dengan di bantu oleh ayahnya. Sebenarnya Adrian sangat jijik berdekatan dengan Bella tapi dia sedang menyusun rencananya untuk membalaskan dendam Naura.


*Sabar ya Ra, sebentar lagi Lo akan terbebas dari neraka ini* batin Adrian


Sedangkan di kamar bunda Lisa, Naura sudah menceritakan kisah hidupnya itu. Tapi Naura tidak memberitahu kan nama dari mereka, untuk menjaga rencananya tetap aman.


Bunda Lisa yang mendengar itu sampai menangis mendengar cerita Naura. Bagaimana bisa ada anak sekuat Naura, jika anak yang lain pasti akan menyerah dan mungkin akan melakukan bunuh diri. Tetapi naura beda, dia malah sangat semangat untuk bisa membongkar kejahatan ibu tirinya.


Setelah Naura selesai di obati, Naura kembali keruang tamu dengan menggunakan pakaian yang di pinjamkan oleh bunda Lisa. Tidak hanya itu, bunda Lisa juga menyuruh Naura dan ava untuk tidak pulang terlebih dahulu karena akan makan malam bersama.

__ADS_1


Setelah selesai makan bersama, Adrian dan varo di suruh untuk mengantarkan mereka pulang.


__ADS_2