Kisah Naura

Kisah Naura
episode 68 Lo di lahirkan untuk menjadi nyata bukan menjadi sempurna


__ADS_3

"Udah, mendingan sekarang Lo pergi! Sebelum gw panggil security dan buat Lo lebih malu di sini" ucap Adrian dengan kembali duduk.


"Ini semua gara gara Lo" ucap sabrina kesal dengan melayangkan gelas berisi air kepada naura.


Dengan sangat cepat, Naura membalikan tangan Sabrina sehingga kini air itu mengenai wajah nya sendiri.


Naura pun hanya tersenyum puas melihat Sabrina yang sudah basah karena air yang tumpah di wajah nya.


Karena kesal Sabrina pun berusaha ingin membalas perbuatan Naura dengan cara mendorong nya. Namun ketika akan mendorong Naura, Naura sudah menyingkir lebih dulu karena di tarik oleh Adrian. Sehingga Sabrina terjerembab ke depan dengan menabrak kursi yang Naura duduki.


"Enak ga?" Tanya Adrian dengan suara yang begitu dingin.


Tak mau membuat kekacauan lebih dalam, laki laki itu pun langsung mengajak Sabrina pergi dari cafe itu. Tak lupa juga laki laki itu meminta maaf kepada Adrian dan juga Naura atas perbuatan Sabrina.


Laki laki itu sengaja membiarkan Sabrina berulah, dengan tujuan agar Sabrina mendapatkan kan pelajaran.


"Hebat juga Lo" ucap Naura pada Adrian dengan masih duduk di pangkuan nya.


"Hebatan juga elo" ucapnya dengan senyum menggoda sembari melirik ke arah paha yang di duduki Naura.


Naura pun langsung melihat ke arah di mana Adrian melihat nya. Naura yang kaget pun langsung berdiri dari pangkuan Adrian dan kembali duduk di kursi nya.


"Lama lama juga gapapa kali Ra" ucap Adrian dengan senyum menggoda.


"Ngawur" ucap nya dengan melirik sinis.


"Eh, gimana Ava sama Varo bisa ga?" Tanya Adrian.


"Bisa, mereka lagi siap siap" ucap nya.


***


"Lo kenapa narik gw sih" ucap Sabrina kesal pada laki laki itu.


"Lo tu kenapa sih hah? Kenapa Lo ga bisa lepasin Adrian, gw kurang baik gimana coba?" Ucap laki laki itu.


"Gw ga bisa lupain Adrian, gw sayang sama dia" ucap Sabrina dengan nada tinggi.


"Ingat na, yang serius selalu mencari jalan untuk lanjut, yang main main selalu ingin pergi tanpa takut" kini Ucap nya mampu membuat Sabrina sadar, mungkin sejak awal Adrian memang tidak menyukai nya. Ini juga salah nya andaikan saja dia tidak selingkuh dan tidak berantem dengan Naura, mungkin dia masih bersama dengan Adrian.


"Dan ingat juga, lo di lahirkan untuk menjadi nyata, bukan menjadi sempurna, kalo dia milih Naura, itu artinya Lo ga nyata buat dia" ucap nya dengan menarik tangan Sabrina kedalam pelukannya, ketika melihat Sabrina yang sudah mulai berkaca kaca.

__ADS_1


***


"Kita tunggu mereka di sana yuk" ucap nya dengan menunjuk kursi dekat dengan pohon yang besar.


"Boleh yuk" ucap nya dengan menarik tangan Naura.


Kini kedua nya sedang duduk santai di sebuah kursi yang tak jauh dari pasar malam berada. Naura sangat tidak sabar dengan beberapa wahana yang akan dia naik nanti nya.


Bahkan Naura sudah berpikir beberapa kali, kalo dia akan masuk ke rumah hantu itu.


*Kaya nya seru nih* batin nya dengan senyum senyum seperti orang gila.


"Kenapa Lo?" Tanya Adrian ketika tidak sengaja melihat Naura yang sedang senyum senyum sendiri.


"Gapapa" jawab nya singkat.


*Cewek mah selalu gitu, kalo di tanya kenapa jawab nya gapapa, ga ada jawaban lain apa selain gapapa* batin nya.


***


"Sayang, cepet dong nanti mereka marah loh karena kita lama" ucap Ava dengan merengek.


"Iya bentar dong sayang, ini tinggal pake Pomade aja kok" ucap nya dengan sesekali menyisir rambut nya.


"Ya aku ga mau kali kelihatan kucel, kamu aja cantik masa aku jelek" ucap nya.


Ava yang di katai cantik pun langsung senyum senyum karena malu, setelah sekian lama akhirnya kali ini Ava di katai cantik oleh Varo.


"Ya udah yuk kita berangkat" ucap nya dengan menggandeng tangan Ava.


Ava pun langsung membalas genggaman Varo begitu erat. Kini kedua nya pun sudah masuk ke dalam mobil yang Varo kendarai.


Ava sangat senang karena dia akan menjalani kencan dengan Varo. Padahal baru kemarin mereka berkencan, tapi sama sekali tidak merasa bosan.


Tak lama kemudian mereka pun sampai di pasar malam itu. Setelah memarkir mobil nya, Varo segera turun dari mobil nya bersama dengan Ava.


Ava pun menolehkan kepala nya ke kanan dan ke kiri untuk mencari keberadaan Naura. Karena tempat yang sangat ramai Ava pun tidak bisa melihat keberadaan Naura.


"Mereka di mana?" Tanya Varo.


"Ga tau nih, coba aku telfon dulu" ucap Ava dengan merogoh ponsel nya dari dalam tas.

__ADS_1


Ava pun segera menghubungi Naura untuk menanyakan keberadaan nya sekarang.


Setelah tau di man Naura berada, Ava dan Varo pun segera berjalan untuk menemui mereka berdua.


"Naura!" Panggil Ava ketika melihat sosok Naura yang sedang duduk di sebuah kursi.


"Hey" ucap Naura dengan menoleh kan kepala nya.


"Lama banget sih, bulukan nih gw" ucap Naura dengan mengerucutkan bibir nya.


"Ya maaf tadi Varo lama banget dandan nya" ucap Ava dengan melirik Varo.


"Ya udah yuk kita masuk aja, sama lihat lihat dulu" ajak Adrian


"Yuk setuju" ucap Ava dengan menarik tangan Naura.


Kini Naura dan Ava pun berjalan beriringan, sedangkan Adrian dan juga Varo mereka lebih memilih menjadi pengawal di belakang mereka.


"Lihat tuh, lucu banget ga sih" tunjuk Naura pada laki laki paruh baya yang sedang memamerkan skil nya membuat gulali.


"Ayo kita beli" aja Ava dengan berlari.


Kini Naura dan juga ava sedang memandangi lelaki paruh baya itu dengan sesekali dia menggerakkan tangan nya ke kanan dan ke kiri seperti sedang menari nari.


"Hebat banget" ucap Naura kagum.


Naura pun langsung mengeluarkan ponsel nya dengan berniat akan live streaming di Instagram.


Namun ketika akan merekam nya tiba tiba saja tangan Naura di cekal oleh Adrian agar Naura tidak sembarangan merekam video apapun ketika dia sedang di luar rumah.


"Kenapa?" Tanya Naura heran.


Adrian yang di tanya kenapa pun, langsung mendekat kan badan nya dengan posisi Naura membelakangi Adrian.


Adrian pun langsung membisikan sesuatu di telinga Naura sehingga membuat Naura menahan nafas ketika deru nafas Adrian terdengar di telinga nya.


"Jangan rekam video kalo lagi di luar, apa lagi live streaming. Cukup rekam aja, upload nya kalo udah di rumah" bisik Adrian.


Dengan jahil nya Adrian pun menggigit telinga Naura pelan, sehingga membuat Naura membulat kan mata nya.


Naura pun langsung melayangkan tangan nya ke perut Adrian dan mencubit nya sekeras mungkin sehingga membuat Adrian mengaduh kesakitan.

__ADS_1


"Rasain" ucap Naura dengan merekam lelaki paruh baya itu.


Adrian pun langsung terkekeh karena bagi nya Naura sangat lucu. Baru juga di gigit pelan, tapi reaksi nya sudah seperti beruang madu yang akan menyantap mangsa nya.


__ADS_2