Kisah Naura

Kisah Naura
episode 28 modus


__ADS_3

"Oh iya, bi Ijah juga udah gw usir. Tuh gara gara ulah Lo bi Ijah jadi pengangguran dan gk punya uang sepeserpun" ucap nya dengan kembali duduk di kursi dekat dengan pintu.


*Waktu itu gw emang sempet nyuruh bi Ijah buat nyimpan pulpen perekam suara kemana pun dia pergi. Gw juga bingung kenapa bi Ijah bisa ketahuan. Pantas aja waktu itu gw ga lihat bi Ijah, ternyata dia udah pergi* batinnya


"Kenapa diam? Bingung ya mau ngomong apa" Bella yang sangat puas dengan hal tersebut pun hanya bisa tersenyum mengejek.


"Mending Lo balik sana! Risih gw lihat muka Lo" ucapnya dan segera melenggang pergi untuk membuka kunci pintu rumah.


"Kasihan banget sih Lo, hidup lontang lantung gk ada tujuan hidup. Terus juga hidup tanpa tau apa apa ," ucapannya itu sukses membuat Naura terhenti sejenak.


"Maksud Lo?" Tanya nya.


"Yah... Papah kan juga termasuk dalam pembunuhan mama Lo yang bego itu" ucapnya dengan nada mengejek. Naura yang mendengar itu pun langsung berjalan cepat dan meraih kerah seragam yang di gunakan Bella.


"Jaga ya mulut Lo" marah Naura.


"Wo wo wo... Santai dong, gk perlu kaya gini juga kali" ucapnya dengan masih mengejek.


"Dah ah gw mau balik dulu. Oh iya satu lagi__" ucapnya terhenti dengan membalikkan badan nya.


"Lo pasti udah denger kan kalo Lo itu bukan anak papah. Peftttt" tawanya.


Bella merasa sangat puas sekali, karena dia bisa mengejek Naura. Dengan sesekali Bella bersenandung dengan begitu bahagia nya, sedangkan Naura, dia kini sedang mencerna setiap kata kata yang keluar dari mulut Bella.


Tak mau ambil pusing Naura segera mengambil handphone nya dan mengetikan sesuatu di sana. Setelah Naura mendapatkan balasan, dia segera bersiap dengan pakaian nya dan pergi meninggalkan rumah.


Sekitar satu jam lamanya, Naura tiba di kediaman Adrian dan juga Varo. Naura sempat mengirim pesan kepada Adrian hanya untuk sekedar menanyakan perihal apakah dia ada di rumah atau tidak.


Sebenarnya Naura sangat enggan datang kesini, jika dia datang pasti dia akan di tahan oleh bunda Lisa.


"Ngapain Lo bengong di situ" suara seseorang tersebut mampu membuat Naura terlonjak kaget.


"Ya ampun Adrian, bikin gw jantungan aja" ucapnya dengan memegangi dada.


"Ya udah sini masuk!" Ucapnya.


"Bunda kemana?", Tanya Naura dengan melangkah ke arah Adrian.


"Bunda lagi keluar, katanya lagi ada arisan" ucap Adrian menjelaskan.

__ADS_1


"Btw ada hal penting apa Lo kesini" lanjutnya.


"Gw mau__".


"Wih ada calon ipar nih" ucap Varo tiba tiba.


"Pala kau ipar" ucap Naura sinis.


"Ganggu banget sih" ucap Adrian yang langsung menarik tangan Naura agar bisa duduk di sofa.


"Ini" ucapnya dengan memberikan kamera tersebut.


"Loh ini kan__" ucap nya tertahan.


Varo yang baru saja duduk di sebelah Adrian pun langsung termangu ketika melihat kamera tersebut berada pada Naura.


"Rencana kita di ketahui Bella" ucap Naura dan langsung bersandar pada sofa tersebut.


"Tapi dia tau dari siapa?" Ucap varo.


"Gw juga gk tau, tapi mungkin aja dia gk sengaja denger percakapan kita" ucap Naura dengan mengira ngira.


"Bisa jadi" ucap Adrian.


"Hah__" Naura yang mendengar pertanyaan itu langsung membuang nafas kasar, baginya Sekarang ini dia tidak ingin memikirkan soal mereka dulu. Dia ingin menenangkan hati nya yang sejak tadi selalu meronta ronta agar segera balas dendam. Tapi balas dendam sekaligus tidak akan memberikan kenikmatan bukan?.


"Untuk saat ini gw mau tenang dulu. Gw mau fokus ujian" ucap Naura dengan menutup matanya.


***


Pagi ini,,, Naura terbangun ketika sinar matahari menyilaukan matanya. Sinarnya yang masuk melalui sela sela tirai jendela membuatnya ingin sekali mengumpat pada matahari itu.


Tubuhnya yang masih lelah, matanya yang masih enggan untuk membuka kelopaknya, membuat Naura terpaksa untuk bangun dari tidur nya. Dengan perlahan Naura mengambil handphonenya hanya untuk sekedar melihat jam.


Dengan sangat enggan, Naura bangun dari ranjang empuknya itu, dan mulai berjalan ke arah kamar mandi. Naura bisa melihat wajahnya di pantulan cermin itu, lingkar hitam di bawah kelopak mata nya pun turut hadir untuk meriahkan matanya yang tanda bahwa dia kurang tidur.


Selama sepekan ini, Naura sangat sibuk dengan berbagai mata pelajaran yang harus dia pelajari betul betul agar nilainya bagus. Tak hanya itu, fikirannya yang masih di hantui oleh rasa penasaran soal kematian mamanya pun turut memenuhi pikiran Naura.


"Ah sial, masa gw mau ujian dengan keadaan wajah kaya gini sih" gumam nya dengan menggosok gosok kelopak matanya, dengan berharap lingkar hitam itu akan menghilang.

__ADS_1


Sejak kejadian dimana Bella mengatakan hal yang membuat Naura masih tidak percaya itu, mau memutuskan untuk tidak memikirkan hal itu dulu. Dia akan memikirkan hal itu setelah ujiannya selesai. Naura adalah tipe wanita dengan kepribadian yang sangat tenang, tidak heran jika masalah itu membuatnya santai.


Kini Naura sudah siap dengan keberangkatannya menuju sekolah. Di sepanjang jalan, Naura selalu berkomat Kamit agar hafalannya yang semalam tidak hilang dari otak nya atau malah otak nya yang akan hilang nanti nya.


***


Kini Naura sudah berada di dalam kelasnya, Naura juga sedang membaca buku pelajaran bersama dengan Adrian. Sedari tadi Adrian dan sekali tidak pernah membaca buku, dia hanya memandangi Naura terus menerus.


"Eh yang ini gimana sih gw gk paham" Adrian yang sebenarnya sangat paham dengan pelajaran fisika, mendadak pura pura tidak paham.


"Oh yang ini gampang banget kok, ini tinggal di kali ini...." Ucap mau menjelaskan. Adrian yang sangat kagum dengan Naura pun hanya memandangi nya terus menerus tanpa mau mendengarkan ocehan Naura. Bagaikan slow motion, Adrian menatap bibir Naura begitu lama dengan sesekali bibirnya mengukir senyum.


"Woy! Lo gk dengerin gw ya" ucap Naura kesal.


"Dengerin kok" ucapnya kaget.


"Coba Lo kasih tau gw gimana cara pengerjaannya" ucap Naura mengetes.


"Ini tinggal di kali ini, terus..." Tentu saja adrian tau cara pengerjaannya, tadi dia hanya berpura pura tidak paham agar bisa melihat wajah Naura dengan jelas.


"Pinter kan gw" ucap nya bangga.


"Biasa aja" ucap Naura dan segera kembali membaca buku.


"Pulang nanti gw anter ya" ucap adrian tiba tiba.


"Tumben" ucap Naura dengan memonyongkan bibirnya.


"Pulang nanti gw anter ya" ucap adrian tiba tiba.


"Tumben" ucap Naura dengan memonyongkan bibirnya.


"Biasa aja dong itu bibir, mau gw cium hah" ucapnya dengan menaik nurun kan alisnya.


"Adrian..." Teriak Naura dan segera melayangkan pukulan di kepalanya.


"Aduh sakit tau" ringis nya dengan mengelus kepala nya sendiri.


"Gk bisa deh kayaknya, gw bawa mobil" ucapnya.

__ADS_1


"Tenang aja, nanti gw suruh orang buat bawa mobil ke rumah Lo" ucap Adrian.


Naura yang setuju pun hanya menganggukkan kepalanya.


__ADS_2