Kisah Naura

Kisah Naura
episode 17 koma


__ADS_3

Naura yang mendengar suara kebisingan pun mulai sadar, dan membuka matanya secara perlahan, ketika sedang mengumpulkan kesadaran naura melihat orang di depannya ini mulai mengeluarkan pistol dengan perlahan.


Naura yang melihat di depan sana ada Adrian dan juga varo, naura segera tau kemana arah pistol itu akan di tembakan. Dengan sekuat tenaga Naura mulai mendudukkan dirinya, namun rasa sakit yang dia rasakan di sekujur tubuhnya, membuatnya semakin merasakan pusing.


*Ayo! Lo harus bisa, Lo gk boleh lemah* batin Naura dengan menyemangati dirinya sendiri.


Dengan berpegang pada kuris yang di dudukinya tadi, Naura berhasil berdiri dengan kaki yang bergetar hebat. Dengan sekuat tenaga, Naura berlari kearah Adrian namun belum sampai Naura mengampiri Adrian. Orang tersebut sudah menarik pelatuk pistol. Dan, doooorr....


Adrian dan varo yang mendengar suara pistol itu segera melihat kearah asal suara, Adrian bisa melihat Naura yang berdiri tegak sekitar 3 meter dari arahnya. Adrian sudah tersenyum karena Naura masih bisa berdiri, namun tiba tiba saja Naura terduduk lemas, Adrian yang melihat itu segera berlari dan menghampiri Naura. Naura pun segara di peluk oleh Adrian dengan berharap suara pistol tadi tidak mengenainya. Ketika sedang memeluk Naura Adrian bisa merasakan cairan lengket dan bau amis, dengan tangan gemetar Adrian melihat tangannya yang sudah berlumuran darah.


"Enggak, enggak, lo_lo harus kuat Ra" ucap Adrian yang sudah mulai panik. Varo yang bisa melihat itu langsung mengeluarkan pistol yang dia bawa dan menembakkan nya tepat di kepala orang tersebut.


Naura yang bisa merasakan sakit di bagian punggungnya itu sudah tidak bisa berkata apa apa lagi, rasanya Naura ingin teriak karena rasa sakit nya itu, tapi mulut nya enggan membuka suara.


"Ra tolong jangan tutup mata Lo, gw mohon" ucap Adrian yang sudah mulai menangis


Naura yang masih bisa mendengar ucapan Adrian hanya bisa tersenyum simpul dan mulai menutup matanya, tak hanya itu dengan tertutup nya mata Naura, matanya juga sempat mengeluarkan air mata.


Adrian tak bisa menerima ini, dia segera membopong Naura untuk menuju mobil yang di bantu oleh varo.


"Ra, Lo harus kuat! pokonya Lo gk boleh ninggalin gw" ucap Adrian dengan linangan air mata dan masih berjalan untuk menuju mobil.


"Di luar mobil ava bisa melihat Naura dengan bersimbah darah, segera ava membukakan pintu mobil dan membiarkan Adrian memasukkan Naura kedalam mobil.


Ava menemani Naura di belakang, sedangkan varo dan Adrian di depan. Awalnya Adrian yang akan menyetir, tapi karena melihat Adrian yang sedang menangis varo tidak bisa memberikan izin karena takut akan menyebabkan kecelakaan. Alhasil varo lah yang sekarang sedang menyetir.


"Va tolong Lo tekan luka tembak di bagian punggungnya Naura, supaya pendarahan bisa berhenti" ucap varo pada ava.


Dengan linangan air mata ava mulai menekan luka di punggung Naura dengan menggunakan cardingan nya. Ava tidak tahu apa yang harus dia lakukan, ava mulai menyalahkan dirinya atas apa yang menimpa Naura.


"Ki_kita kerumah sakit di depan itu aja. Di_disana ada papah. Biar papah yang menangani ini" ucap ava pada Varo

__ADS_1


Varo yang mengerti pun langsung melakukan mobilnya.


Tak lama kemudian mereka sampai, Adrian yang tidak sabaran itu langsung menggendong Naura. Beberapa suster yang melihat itu langsung membawa Naura ke ruang operasi. Sedangkan suga papah ava yang melihat itu sangat terkejut dan bisa sedikit memahami situasi ini. Dia tidak akan bertanya untuk saat ini, karena dia akan menyelamatkan Naura terlebih dahulu.


Adrian duduk di kursi dekat dengan ruang operasi, wajahnya ia tutupi dengan satu telapak tangannya dan mulai menangis. Varo bisa melihat itu dan duduk di sebelah Adrian, dengan menepuk nepuk pundak Adrian. Sedangkan ava, dia sudah menghubungi mama nya dan sebentar lagi mama nya itu akan datang.


Di dalam ruang operasi itu, dokter dan suster sedang berusaha untuk menyelamatkan Naura namun berulang kali tekanan darah Naura sangat rendah, bahkan detak jantung nya sempat melemah.


"Mamah!" Teriak ava yang ketika melihat mama nya datang dan memeluk ava


"Kenapa ini bisa terjadi va," ucap Dinda mama ava


Ava tidak bisa mengatakan kejadian ini, dan hanya bisa menangis. Beberapa jam kemudian dokter pun keluar dari ruang operasi.


"Pah gimana keadaan Naura" ucap Dinda


"Iya dok, gimana keadaan Naura" ucap Adrian yang penasaran


"Operasi berjalan lancar, tapi saat ini Naura masih sangat kritis dan kemungkinan Naura bisa koma" ucap Suga menjelaskan


"Pah, tolong selamatkan naura" ucap ava dengan memohon


"Ava, papah bukan tuhan. Papah cuman bisa berusaha, selebihnya papah cuman bisa serahkan sama yang maha kuasa" ucap Suga


Ava sudah tidak bisa lagi menahan air matanya, dan mulai menangis di pelukan mamanya. Sedangkan Adrian dia sudah menerobos masuk kedalam.


Dengan perlahan Adrian mendekati Naura, dengan sekuat tenaga Adrian menahan air matanya agar tidak jatuh, Adrian bisa melihat wajah Naura yang pucat pasi, tubuh yang terpasang berbagai alat alat untuk membantu nya tetap hidup pun turut hadir di sana.


"Ra, gw gk akan biarin Lo pergi sekarang. Gw janji, gw akan balas perbuatan mereka. Maka dari itu, Lo harus tetap kuat ya! Lo juga harus lihat aksi balas dendam gw!" Ucapnya dengan memegang tangan Naura yang dingin seperti mayat.


1 tahun kemudian...

__ADS_1


Saat aku melihatmu tersenyum cerah seperti sinar matahari yang sangat hangat, seketika waktu terhenti. Saat angin malam menusuk kulit ku, seakan akan dunia dipenuhi oleh bayang bayang mu. Hari hari yang aku jalani sekarang terasa sangat hampa. Aku tidak akan membiarkanmu pergi sekarang, karena aku akan melindungimu esok hari. Mari kita potong langit tanpa bintang...


Kata kata yang selalu Adrian lontarkan itu mampu membuat orang merasakan bagaimana kisah hidupnya yang hampa dan terasa sepi itu.


"Lo tau gk sih?" Tanyanya


"Enggak." Jawabnya


"Sama gw juga gk tau" ucapnya berusaha menghibur diri.


"Eh curut Lo ngomong sama siapa?" Ucap varo tiba tiba


"Kan dia punya teman halu" ucap ava dengan cengir kudanya


"Oh iya bener kamu, pantes aja sekarang dia rada gila" canda varo


"Berisik!" Ucap Adrian yang sama sekali tidak berpindah pandangan dan masih setia memandang Naura.


"Hah... Udah lah, Lo mandi sana! Gw tau Lo belum mandi dari kemarin iya kan?" Ucap varo menebak


"Sotoy" ucap Adrian dan mulai menggenggam tangan Naura.


"Udah sana Lo mandi dulu" ucap varo dan segera menarik tangan Adrian


"Ini gw bawain baju ganti" lanjutnya.


Mau tak mau Adrian pergi ke kamar mandi untuk membersihkan badannya yang sudah bau keringat itu.


"Ra, Lo apa kabar hem? Lo gk kangen apa sama gw? Lo tau gk gimana hari hari gw di sekolah, rasanya hampa banget. Kaya separuh nyawa gw tuh hilang gk tau kemana" ucap ava yang menyembunyikan wajahnya di dekat tangan Naura.


"Gw_mohon, dimanapun Lo berada, cepet balik_ ketubuh Lo. Gw kangen banget" ucap ava yang sudah mulai sesenggukan karena menangis.

__ADS_1


Sudah satu tahun, belum ada tanda tanda bahwa Naura akan sadar. Naura masih sama seperti waktu itu, masih terbaring lemah dan masih di bantu oleh beberapa alat agar dia bisa bertahan hidup.


Semua orang hanya bisa berdoa dan berharap semoga saja Naura bisa sadar kembali. Sedangkan Bella dan ibunya dia semakin berkuasa karena Naura sudah koma dan tinggal menunggu kabar kematiannya saja.


__ADS_2