Kisah Naura

Kisah Naura
episode 23 pesta ulang tahun yang hancur


__ADS_3

Flashback on


Hari itu, ketika bel istirahat berbunyi. Bella sedang berjalan menuju kelas Adrian dan Naura, ketika akan masuk tiba tiba saja langkahnya terhenti dan langsung menyembunyikan dirinya di balik tembok dekat dengan pintu.


"Emang Lo udah ngomong ke ayah soal ini, nanti dia nyariin lagi" ucap varo pada Adrian


"Makanya gw ambil itu, karena gw udah dapat izin. Kalo belum juga gw gk berani kali" ucap Adrian dengan membayangkan betapa galak ayah nya itu.


"Oke oke, jadi nanti Adrian sama varo yang bertugas buat masang kamera. Gw sama ava yang bakal menghalau mereka" ucap Naura serius.


Bella yang merasa sangat geram pun, langsung mengepalkan tangannya dan berlari menuju belakang sekolah untuk melampiaskan amarahnya.


Bella merasa kecewa karena ternyata Adrian membantu Naura untuk menghancurkan hidupnya, Bella mengira Adrian mencintai nya, tapi sepertinya itu tidak benar. Dari situlah Bella mulai berhati hati dengan Setiap langkah yang dia ambil. Bella juga tidak akan menyerah untuk mengambil hati dan perhatian Adrian.


Flashback off


"Kurang ajar, jadi selama ini Naura berusaha buat menghancurkan kita" ucapnya geram


"Seperti yang mamah pikir, maka dari itu kita jangan sampe salah ucap" ucap Bella memperingati ibunya.


"Tapi Bella mohon sama mama, mama jangan benci sama Adrian karena Bella cinta banget sama Adrian. Bella bakal buat Adrian suka sama Bella" ucapnya dengan penuh keyakinan


"Baiklah itu terserah sama kamu aja" ucapnya dengan memeluk anak nya.


Setelah beberapa jam merias Bella, kini giliran Ema yang merias dirinya sendiri, Ema sangat kagum dengan kecantikan putrinya ini. Ema sudah membuat rencana untuk mempermalukan Naura di depan umum nanti bahkan bella merasa sangat senang dengan rencana yang mamanya buat.


Kini Naura sudah berada di ruang tamu, tempat dimana pesta itu di adakan, beberapa dari tamu yang di undang adalah kerabat dekat darma dan juga Ema serta rekan bisnis darma.


Bella mulai melihat sekeliling untuk melihat dan mencari dimana Adrian berada, tapi sepertinya Adrian belum sampai di sini. Akhirnya Bella memutuskan untuk keluar dan menanti kedatangan Adrian.


Dari ujung jalan sana Bella bisa melihat mobil mewah yang sedang masuk ke pekarangan rumahnya, Bella sudah bisa memastikan bahwa itu adalah Adrian dan yang di belakang mungkin saja itu adalah vello.


Mobil mewah itu berhenti tepat di depan rumah yang tak terlalu mewah tersebut. Pintu mobil tersebut terbuka dan menampakkan kaki jenjang dengan sepatu hitam yang begitu mengkilap. Dengan coolnya Adrian keluar dan menutup pintu mobilnya, dengan berjalan cepat Adrian membukakan pintu mobil.


Kaki putih nan mulus itu berhasil mendarat di tanah, dengan uluran tangan Adrian Naura menerima nya dan langsung memunculkan wujudnya dari balik pintu mobil tersebut. Beberapa tamu undangan yang melihatnya pun sangat terpesona dan terkesima.


Dengan wajah sombong yang di buat buat, Naura berjalan dengan menggandeng tangan Adrian, Adrian pun hanya berjalan tanpa mau melirik bella. Bella yang merasa kesal karena Naura jauh lebih cantik darinya pun langsung mencekal tangan Adrian.


"Kenapa Lo gk lihat gw walau cuman sebentar" tanya Bella, sepertinya Bella sudah tidak punya urat malu lagi, padahal seluruh tamu sedang memandangi nya.

__ADS_1


"Untuk apa melirik wanita lain kalo wanita di sampingku lebih menarik" ucapnya dengan meluruskan pandangan nya tanpa mau melihat Bella walau sedikit pun. Naura yang mendengar itu hanya bisa menahan tawa.


Kata kata yang baru saja di lontarkan oleh Adrian mampu membuat perasaan Bella tersayat, apakah selama ini Bella kurang menarik untuk nya, apa selama ini Bella tidak ****. Adrian segera melangkah dengan Naura.


Ava dan varo juga melakukan hal yang sama seperti Adrian. Ava yang melewati Bella hanya bisa tersenyum smirk tak lupa juga ava memberikan kado kepada Bella.


"Ini gw kasih Lo cincin berlian yang gw beli dari Arab" bisiknya. Bella yang mendengar itu pun langsung menerima kado tersebut, dengan sekejap Bella sudah lupa dengan Adrian.


Dengan tak sabarnya Bella membuka bungkus kado yang kecil, ketika di buka cincin tersebut di balut plastik. Bella merasa aneh dengan cincin tersebut, karena plastik yang membungkus cincin tersebut berbau ciki ciki.


Seketika Bella tersadar bahwa cincin yang di beri itu adalah cincin dari jajanan berhadiah. Ava mendapatkan ide itu ketika dia sedang di salon.


Flashback on


Waktu itu ada anak kecil yang sedang memakan jajanan di dalam salon tersebut. Anak kecil itu tampak sedang menunggu ibu nya yang sedang potong rambut.


"Bunda lihat, Mega dapat cicin dari sini" ucapnya dengan mengacungkan cincin yang masih di balut plastik.


"Buang aja, itu gk bagus di pake nanti kita beli di toko perhiasan ya" ucap nya dengan melihat cincin tersebut.


Ava yang mendengar itu pun langsung mencegah anak kecil itu untuk membuang hadiah tersebut.


"Ini buat kakak boleh gk? Kakak ganti Sama jajan ini" tunjuknya pada cemilan yang dia beli tadi


"Wah boleh boleh. Ini kak" ucap gadis itu dengan menyerahkan hadiah cincin tersebut


"Makasih" ucap ava dan segera pergi meninggalkan anak gadis tersebut.


Kini ava sudah duduk kembali ketempat nya, Naura hanya melihat heran dengan tingkah ava yang seperti orang gila ini.


"Mau Lo apain sih sama cincin itu" tanya Naura


"Buat ngado" ucapnya dengan mulai membungkus cincin tersebut.


"Modalan dikit kek, masa mau ngado pake cincin berhadiah" Naura yang sudah mulai bingung dengan tingkah ava pun hanya bisa menggelengkan kepalanya


"Manusia kaya Bella gk pantas dapat cincin berlian" kikikan ava mampu membuat Naura merasa merinding


Flashback off

__ADS_1


Suasana di pesta Bella kini menjadi sangat riuh karena kedatang Adrian dan juga Naura.


"Lihat, bukan kah itu Naura anak pak darma" ucap salah satu tamu undangan darma


"Iya benar, apa rumor yang kita dengar selama ini benar ya? Jangan jangan Naura memang di usir dari rumahnya sendiri karena telah meracuni ibu tirinya" ucap nya lagi


"Kalo aku punya anak seperti itu, sudah pasti akan aku bunuh dia"


"Ema dan darma sangat bermurah hati kepada Naura. Padahal mereka sudah mau di buat celaka, tapi tetap saja Naura di undang kepesta ini"


"Aku yakin mungkin Sekarang dia sudah menjadi wanita penghibur. Coba kalian bayangkan bagaimana bisa anak sekecil dia bisa membeli gaun mahal seperti itu di tambah lagi dia punya rumah mewah hasil dari uang nya sendiri. Mana ada anak jaman sekarang seperti itu?"


Dari kejauhan Naura hisa mendengar semua celotehan mereka, tapi Naura tidak mau ambil pusing. Biarkan rumor ini tersebar, ada saat nya Naura akan membalaskan dendam nya.


"Para hadirin yang terhormat, terimakasih karena telah datang ke pesta ulangtahun anak saya, saya..."


"Lo siapkan sama varo" bisik Naura pada Adrian


"Gw selalu siap kok, gw juga siap ngelamar Lo di jam ini juga" ucapnya dengan merangkul pinggang Naura. Naura yang mendengar itu langsung memalingkan wajahnya yang malu itu.


"Loh kenapa, atau Lo emang beneran mau gw lamar hari ini juga" lanjutnya


"Apaan sih Adrian. Nanti ada yang denger ih" Naura yang kesal sekaligus menahan malu langsung mencubit perut Adrian yang keras itu.


"Lo gk bisa nyubit perut gw Ra. Asal Lo tau aja, gw sama varo lagi program buat perut gw jadi sispex. Jadi nanti pas kita nikah perut gw gk meleber kemana mana" ucapnya dengan suara menggoda.


"Anjir mesum" Naura yang kesal pun langsung memukul lengan adrian sampai beberapa kali


"Iya iya maaf cantik" genit Adrian


Bella yang berdiri di panggung pun bisa melihat tingkah Naura dan juga Adrian yang begitu romantis, bahkan Adrian sampai merangkul pinggangnya.


*Gw juga mau digituin* batin Bella.


"Seperti yang kalian lihat saat ini, Bella grizelle adalah anak saya satu satunya__"


fisual gaun Naura dan ava


__ADS_1



__ADS_2