Kisah Naura

Kisah Naura
episode 32 Sabrina


__ADS_3

Kini Adrian sudah bersiap akan berangkat ke kampus untuk pertama kali nya. Adrian dan Varo sekolah di satu kampus dengan jurusan yang sama.


Ketika Adrian sampai di halaman kampus, semua mata tertuju padanya. Adrian yang dulu dan sekarang telah berubah, Adrian yang sekarang lebih menarik perhatian para wanita.


Adrian berjalan dengan menaiki Anak tangga yang menuju lobi. Adrian merasa sangat malas dengan mereka yang sedang memandanginya.


"Liat apa sih mereka" ucap nya dengan berpura pura melihat handphone nya.


"Sekarang Lo jadi pusat perhatian nih" ucap Varo pada Adrian.


"Apaan sih ah" ucapnya dan segera melenggang pergi.


Varo akan memanfaatkan kesempatan ini, jika dia menempel terus pada Adrian sudah pasti dia juga akan ketularan ganteng.


***


Kini Adrian sedang duduk di kursi kantin, matanya masih fokus dengan ponsel yang dia pegang. Sedangkan Varo dia sedang sibuk dengan makanan nya. Tiba tiba saja seorang wanita duduk di sebelah Adrian.


"Hay, Lo Adrian kan" ucap wanita itu.


Varo yang melihat itu hanya melihatnya sekilas, sedangkan Adrian dia sama sekali acuh tak acuh.


*Dingin banget* batin wanita itu.


"Jangan di ambil hati, kakak gw emang gitu" ucap Varo.


"Ah, ga masalah kok buat gw" ucap nya dengan tersenyum canggung.


"Gw varo" ucap nya dengan mengulurkan tangannya.


"Gw Sabrina" ucap nya dengan tersenyum manis.


"Adrian, Lo bakal nyesel kalo ga ngelirik Sabrina, dia cantik banget loh" ucap varo dengan menyenggol kaki nya.


Dengan sangat malas, Adrian meluruskan pandangan nya dan melirik kearah Sabrina. Seketika jantung nya berdegup begitu kencang, bagaimana tidak wajah Sabrina dan Naura hampir mirip.


"Nama Lo__beneran Sabrina?" Tanya Adrian ragu.


"Iya, kenapa?" Tanya Sabrina bingung. Begitu juga dengan Varo, dia kira Adrian akan sangat malas melihat wajah seorang wanita tapi sepertinya tidak.


"Gk_gapapa" ucapnya gugup.


"Oh ya udah, kalo gitu gw pergi dulu" ucapnya dengan tersenyum manis.

__ADS_1


Sedari tadi Adrian memandangi Sabrina yang berjalan ke arah luar pintu. Tatapan sangat sendu ntah apa yang sedang di pikirkan nya.


"Woy, Lo kenapa" ucap Varo dengan menepuk tangan nya.


"Eh, astagfirullah" ucap Adrian dengan memejamkan matanya.


"Kenapa sih? Segitu nya banget ngeliatin Sabrina" ucap Varo dengan memicing kan matanya.


"Menurut Lo Sabrina mirip sama Naura ga sih?" Ucap Adrian dengan masih melihat kearah Sabrina yang sudah semakin menjauh.


"Mirip apa nya sih? Mata Lo buram ya" ucap Varo kesal.


"Lah, emang mirip ko. Coba deh kalo Lo lihat dari tatapan nya, itu tuh mirip banget kaya Naura" ucap nya dengan nge gas.


"Ckck, Lo belum lupain Naura ternyata. Gw kira selama ini Lo udah bener bener move on, tapi ternyata belum ya" ucap varo dengan melipatkan kedua tangannya.


"Gw udah lupa sama dia" ucap Varo penuh penekanan dengan sesekali memijit pelipisnya.


"Lupa apanya? Buktinya Lo masih aja inget inget tentang dia" ucap Varo dan langsung melenggang pergi.


Ntah apa yang sedang di fikirkan Adrian, sampai sampai dia tidak bisa melupakan Naura. Padahal dia sudah berjanji dengan dirinya, bahwa dia akan melupakan Naura secepat mungkin, tapi nyatanya dia malah terjebak di masa lalu.


***


Matanya menatap air hujan yang sedang deras itu, lalu sebuah suara menyadarkan dari sebuah lamunan.


"Hey Adrian!" Panggil nya.


Adrian yang merasa terpanggil pun langsung menolehkan kepalanya untuk melihat siapa yang memanggil nya itu, takut nya yang memanggilnya itu bukan manusia melainkan hantu.


"Eh Sabrina!" Ucap Adrian dengan tersenyum.


"Suka hujan juga?" Tanya Sabrina tiba tiba.


"Enggak" ucap nya spontan.


"Kalo enggak, kenapa tangan Lo kaya gitu" ucap Sabrina dengan menunjuk tangan Adrian yang sedang menampung air hujan di telapak tangan nya.


"Eh," seketika Adrian sadar dan langsung menyembunyikan tangannya. Sabrina yang merasa lucu dengan tingkah Adrian pun langsung tertawa kecil.


"Lo lagi nunggu siapa?" Tanya Adrian dengan duduk tak jauh dari Sabrina.


"Nunggu bus datang" ucap nya dengan menengok ke arah kanan.

__ADS_1


"Lo ga bawa mobil atau motor gitu?" Tanya Adrian.


"Haha, gw bukan orang kaya. Gw bisa kuliah bermodalkan beasiswa aja udah bikin gw bahagia." Ucap dengan tertawa renyah.


"Sorry bukan itu maksud gw" ucap nya denga tersenyum tak enak hati.


"Ga masalah, santai aja!" Ucap dengan kembali meluruskan pandangan nya.


Sesaat di antara kedua nya sama sama diam dan hanya memandang tetesan hujan yang sedang membasahi permukaan jalanan. Sabrina ingin mengatakan sesuatu tapi dia sangat ragu, karena takut nantinya Adrian akan marah padanya.


"Adrian_" panggil nya dengan suara ragu.


"Ya!" Jawab Adrian dengan cepat.


"Gw denger denger, Lo masih suka sama Naura?" Ucapan Sabrina sukses membuat Adrian membulatkan matanya. Dari mana dia tau soal masalalunya.


"Maaf sebelumnya, bukan maksud gw buat ikut campur masalh Lo. Tapi gw can mau ngasih tau satu hal, kalo masa lalu itu bisa bikin Lo bahagia kerja terus sampai dapat, tapi jika masa lalu itu buat Lo sakit maka tinggalkan___" ucap nya tertahan.


"Dunia ini luas, kalo Lo sabar menghadapi segala rintangan yang ada, gw yakin lo pasti akan bertemu Sam Naura suatu saat nanti" ucap Sabrina dengan tersenyum mentapan langit mendung.


Ntah apa yang harus Adrian katakan, Adrian memang masih mencintai Naura sampai saat ini, namun pikirannya menolak keras untuk sekedar mengingat tentang Naura.


"Lo tau dari mana?" Tanya Adrian lirih.


"Gw denger dari Bella" ucapan nya sukses membuat Adrian membalikkan badan nya untuk menghadap ke arah Sabrina.


"Gw peringati, jangan pernah deketin Bella, dia ga sebaik yang Lo kira!" Ucap Adrian dengan penuh penekanan.


"I know, aku tahu itu." Ucap nya dengan tersenyum.


Untuk waktu yang lama, di antara kedua nya hanya saling diam dan menatap hujan yang semakin reda. Adrian yang tidak ingin membuat suasana canggung pun langsung memulai pembicaraan.


"Yuk pulang, gw anter sampe rumah!" Ucap Adrian dengan berdiri tegap.


"Hah?" Cengo Sabrina.


"Mau ga? Mumpung gw lagi baik hati" ucap nya dengan baik ke kotor nya itu.


"Ga usah gapapa rumah gw jauh banget" ucap nya dengan tersenyum, tapi sebenarnya Sabrina sangat ingin di antar oleh Adrian.


"Ga boleh loh nolak bantuan orang, apa lagi bantu by dengan sangat tulus" ucapan Adrian sukses membuat Sabrina bangkit dari duduk nya.


Sebenarnya Adrian sangat enggan membonceng wanita lain selain Naura, tapi Adrian ingin melupakan Naura dengan cara mendekatkan dirinya pada Sabrina

__ADS_1


__ADS_2