Kisah Naura

Kisah Naura
episode 39 kehidupan baru


__ADS_3

"Ah, mungkin kamu sulit percaya dengan ucapan ku. Tapi memang benar adanya, aku di suruh appah (ayah) untuk menjemput mu." Ucap nya serius.


"Ga usah ngadi ngadi deh" ucap Naura kesal.


"Ngadi?" Tanya nya.


"Maksud saya, anda itu jangan mengada Ngada, ayah saya itu ada di sini" ucap Naura dengan melipatkan kedua tangannya.


"Apa ibu tidak memberitahu mu?" Ucap nya dengan menggerutkan kening.


"Ngomong apa sih, udah ah gw mau kembali ke temen temen gw" ucap Naura dengan berdiri dan akan melangkah pergi.


"Veronica" ucapan Soo Hyuk sukses membuat langkah Naura terhenti.


"Dimana ibu? Aku ingin bertemu dengan nya!" Ucap nya dengan wajah sendu.


*Ibu? Memang nya ibu punya anak berapa* batin Naura, kini Naura semakin bingung dengan skenario ini. Otak nya sudah hampir berasap karena memikirkan hal ini.


"Apa kau masih tidak tahu? Dulu ibu menikah dengan Ayah, meskipun dia ibu tiri tapi dia sangat baik padaku" ucap nya. Naura yang mulai penasaran pun langsung membalikan badan nya.


"Siapa ayah mu?" Tanya Naura untuk memastikan.


"Park so Jun. Aku yakin kau pun pasti tau, ayah sering masuk tv" ucap nya dengan mengerutkan kening nya.


Kini Naura bisa paham dengan situasi ini, Naura mulai luluh sedikit demi sedikit dan duduk kembali ke tempatnya.


"Bisa kamu ceritakan waktu ibu menikah dengan ayah mu?" Ucap Naura mulai serius.


"Aku akan menceritakan nya. Tapi kau harus ikut dengan ku dulu, appah (ayah) sudah menunggumu" ucap nya dengan memegang tangan Naura.


"Bagaimana bisa aku percaya pada mu?" Ucap Naura yang tidak ingin percaya begitu saja.


Soo Hyuk yang paham akan hal ini pun, langsung merogoh ponsel nya di dalam saku celana. Dengan sangat lincah, Soo Hyuk mengetikkan sesuatu di sana. Tak lama kemudian ponselnya itu menampakkan sebuah wajah pria yang nampak tak asing bagi Naura.


"Soo Hyuk, apa kau sudah bertemu dengan Naura?" Ucap nya dengan suara serak.


"Ah, aku sudah bertemu dengan nya, dan sekarang dia sedang bersama ku" ucapnya dengan memberikan ponsel tersebut pada Naura.

__ADS_1


"Annyeong haseyo" sapa Naura dengan suara ragu ragu.


Tiba tiba saja pria paruh baya itu menangis dan terisak, Naura semakin bingung dengan situasi ini, padahal Naura hanya menyapa tapi kenapa dia menangis.


"Ya, apa ini? Kenapa dia menangis, apa aku mengatakan hal yang salah" ucap nya dengan menggunakan bahasa Korea.


"Dia menangis karena terharu bisa melihat anak nya yang selama ini hilang tanpa kabar. Semenjak ibu pergi ke Indonesia, kami tidak pernah mendengar kabar nya lagi, bahkan ibu di kabar kan telah pindah keluar kota" ucap nya dengan masih memandang ayah nya.


"Lalu apa aku anak kandung nya?" Tanya Naura meneliti.


"Kamu memang anak Appah (Ayah), waktu itu ibu sedang hamil muda. Dan tiba tiba saja dia memutuskan untuk pergi ke Indonesia tanpa memberitahu kami" ucap nya dengan mulai berkaca kaca.


"Jadi kau Kakak ku?" Tanya Naura memastikan.


"Kita sedarah lain ibu" ucap nya dengan senyum simpul.


"Aku mohon jenguk lah Appah (ayah) sekali saja. Setelah itu kau boleh melakukan apa pun, aku hanya hawatir dengan kesehatan nya. Semenjak ibu pergi, Appah (Ayah) selalu bekerja tanpa mau memperhatikan kesehatan nya" ucapnnya itu mampu membuat Naura merasakan perih di hatinya. Naura tidak akan bisa percaya semudah itu, tapi dia juga akan mencari kebenaran nya. Jadi Naura memutuskan akan ikut bersama nya ke Korea.


Kini Naura dan Soo Hyuk sedang berjalan menyusuri lorong sekolah, dari jauh Naura bisa melihat Adrian, namun Naura mengalihkan pandangan nya agar Naura tidak melihat reaksi Adrian.


Naura dan Soo Hyuk berjalan ke arah mobil yang terpalkir, ketika akan masuk ke dalam mobil itu tiba tiba saja Adrian memanggil Naura dengan suara yang berat.


Naura ingin berlari menghampiri Adrian tapi dia ragu bahwa dirinya tidak akan sanggup meninggalkan Adrian begitu saja. Oleh karena itu, Naura memutuskan untuk mengabaikan.


Naura masuk kedalam mobil itu, dan melihat nya dari arah kaca spion mobil. Naura bisa melihat wajah Adrian yang begitu kesal, bahkan Adrian melempar bunga yang dia pegang.


Tetes demi tetes, air mata Naura mulai berjatuhan membasahi pipinya, Soo Hyuk yang melihat itu langsung menarik Naura ke pelukan nya.


"Dia siapa? Pacar?" Tanya Soo Hyuk.


"Bukan, dia hanya teman" ucap nya dengan mengusap air mata.


Soo Hyuk bisa melihat mata Naura yang sedang menyembunyikan kebohongan, tapi dia tidak mau ikut campur dengan urusan pribadi adik nya itu.


Kini Naura sudah sampai di rumah nya, dia segera mengurus segala keperluan nya dan tidak lupa juga Naura menulis surat untuk Adrian.


Naura tau, Adrian pasti akan kesini untuk meminta sebuah kejelasan. Oleh karena itu, Naura lebih milih untuk menulis surat.

__ADS_1


Setelah selesai, Naura pergi ke bandara dengan menggunakan pesawat pribadi. Sesekali Naura akan menoleh kebelakang dengan berharap bahwa Adrian akan menemukan nya.


*Ah konyol, mana mungkin Adrian tau gw di sini* batin nya dengan tersenyum getir.


***


Setelah 2 jam perjalanan, mereka tiba di Korea tepat pukul 7 malam.


"Selamat datang kembali tuan muda" ucap beberapa pelayan pada Soo Hyuk.


"Appah (ayah) lihat lah, aku membawa Naura kembali" ucap nya dengan teriak.


"Sopan lah sedikit" ucap Naura canggung ketika melihat beberapa pelayan menatap nya.


"Terserah ku, ini kan rumah ku" ucap nya dengan berlalu pergi.


Soo Hyuk berjalan dengan menaiki anak tangga, tak lupa juga Naura mengikutinya dari belakang.


Naura bingung apa yang harus dia katakan jika bertemu dengan ayah kandung nya.


"Appah!" Panggil Soo Hyuk dengan membuka pintu kamar secara perlahan.


"Oh Soo Hyuk, kau sudah pulang. Di mana Naura?" Tanya So Jun.


"Masuk lah, aku akan meninggalkan kalian berdua" ucap Soo Hyuk pada Naura. Dengan sangat ragu, Naura masuk kedalam kamar itu.


Wajahnya begitu pucat karena gugup, Naura tidak tau harus berkata apa, apakah dia harus mengatakan hai, hello, apa kabar, atau apa?


"Ternyata kau sangat mirip dengan ibu mu (bicara menggunakan bahasa Inggris)" ucap nya dengan mata yang berkaca kaca.


"Benarkah?" Tanya Naura dengan menundukkan kepalanya.


So Jun turun dari ranjang nya dengan tertatih tatih, wajah nya masih pucat karena sakit, dan kaki nya lemas karena menopang tubuh nya yang berat itu.


Naura segera berlari untuk menghampiri So Jun, dan memberikan isyarat agar So Jun duduk saja di ranjang nya.


"Duduk lah, jika perlu sesuatu aku akan mengambilnya" ucap Naura dengan berdiri di samping So Jun.

__ADS_1


"Rupanya kau sudah besar, bagaimana kehidupan mu di Indonesia apa baik saja?" Tanya So Jun dengan terisak.


__ADS_2