
"Kita harus buka pintu ini" ucap Ava.
"Pake apa? Pake kunci? Ga akan bisa! Kunci nya masih tergantung di dalem" ucap Adrian menjelaskan.
"Terus gimana? Sabrina ga akan bisa menahan setiap tendangan yang Naura layangkan" ucap Ava hawatir.
"Sabrina jago bela diri" ucap Adrian.
"Sejago jago nya dia, dia ga akan bisa bertahan lama kalo sampe Naura ngeluarin semua tenaga nya. Satu hal yang harus Lo tau, Naura punya guru hebat" ucap Ava.
Adrian pun bingung dengan ucapan Ava. Di mana mana yang namanya guru sudah pasti di cap sebagai manusia hebat.
Mungkin bukan itu yang Ava maksud kan, tapi karena bingung dan tidak tahu harus berkata apa, alhasil Ava pun mengatakan hal seperti itu kepada Adrian.
***
"Ada apa ini? (Ucapan dalam bahasa Korea)" ucap So Jun yang baru saja datang.
"Aku juga tidak tahu" ucap Soo Hyuk.
"Tapi, bukan kah itu ruangan Naura?" Tanya So Jun heran ketika melihat gerombolan orang sedang berkumpul di depan ruangan.
Tiba tiba saja beberapa gerombolan bodyguard datang dan membubarkan mereka semua sehingga hanya tersisa Adrian dan juga Ava.
"Selamat datang tuan" sapa salah seorang bodyguard.
"Ada apa ini?" Tanya nya sekali lagi.
"Nona Naura ada di dalam sedang berantem dengan seseorang" ucap nya.
"Apa!? Lalu kenapa kalian diam saja, cepat buka pintu nya" ucap Soo Hyuk kesal.
Mereka yang mengerti pun langsung berusaha untuk membuka pintu dengan di dobrak, namun pintu itu sangat susah untuk di buka.
"Kalian semua minggir, biar aku yang buka" ucap Adrian.
Mereka semua pun menyingkir dari dekat pintu itu, termasuk So Jun dan Soo Hyuk. Dengan tarikan nafas yang panjang, Adrian mundur beberapa langkah dan berlari begitu kencang hingga mendobrak pintu itu begitu kencang.
Ketika pintu itu telah berhasil di buka, Adrian Langsung memisahkan antara Naura dan juga Sabrina yang sedang saling menjambak dan saling tindih.
"Apaan sih, lepasin ga!?" Ucap Sabrina ketika salah satu bodyguard menahan Sabrina.
Naura yang sedang di tahan oleh Adrian pun, mendadak langsung melempar kan sesuatu kehadapan Sabrina.
__ADS_1
"Tuh rambut Lo" ucap Naura dengan tersenyum smirk.
Sabrina pun mendadak langsung mengganti raut wajah nya menjadi sedih. Rambut nya yang begitu halus dan juga tebal, telah rontok karena ulah Naura.
"Kenapa? Sakit ga? Lumayan banyak loh rambut Lo yang gw rontokin" ucap Naura dengan cekikikan. Pasal nya, Naura menarik rambut Sabrina begitu keras hingga segenggam rambut Sabrina rontok di tangan nya.
"Minggir!" Ucap Sabrina dengan melepaskan cekalan mereka.
"Urusan kita belum selesai" ucap Sabrina dengan berlalu pergi.
"Huh... Omong doang" ucap Naura dengan nada mengejek.
Setelah Sabrina pergi, keadaan ruangan itu mendadak sangat sepi. Naura pun heran dengan tatapan mereka kepada nya.
"Kenapa? Ada yang salah ya?" Tanya Naura polos.
"Anak ini!".
Pletak... Soo Hyuk yang kesal pun langsung melayangkan jitakan tepat di kepala Naura yang di perban itu. Naura yang merasa sakit pun langsung memegangi kepala nya dengan mengaduh kesakitan.
"Kak, apa apaan sih, sakit tau" ucap Naura dengan masih memegangi kepala.
"Soo Hyuk! Kamu tidak lihat adik kamu sedang sakit, yang lembut dong (dalam bahasa Korea)" ucap So Jun dengan memapah Naura ke ranjang nya.
"Ck ck...".
"Tenang lah, Naura tidak apa apa. Lihat! Naura kuat bukan" ucap Naura dengan cengir kuda.
"Kenapa kamu selalu membuat kami hawatir? Kalau kamu seperti ini terus, maka terpaksa kami akan membawa mu ke Korea" ucap Soo Hyuk dengan melipatkan ke dua tangan nya.
"Ah sudah lah, aku tidak apa apa kak, beneran" ucap Naura.
Tidak ada yang baik baik saja di dunia ini. Naura pandai menyembunyikan rasa sakit nya. Naura bisa merasakan sakit di bagian kepala nya karena benturan tadi.
Namun karena Naura ingin terlihat baik baik saja, alhasil Naura menyembunyikan rasa sakit nya itu.
Karena ingin beristirahat, Naura pun memberikan isyarat pada Ava agar dia memeriksa keadaan Naura dan menyuruh mereka semua keluar.
Ava yang melihat isyarat dari Naura pun langsung menggeleng kan kepalanya tanda bahwa dia tidak bisa melakukan itu.
Namun karena Ava takut akan terjadi sesuatu pada Naura. Ava langsung memberikan arahan kepada mereka agar mereka menunggu Naura di luar.
"sorry, can you guys come out for a second? I will check Naura's state first (maaf, bisakah kalian keluar sebentar? Saya akan memeriksa keadaan Naura lebih dulu)" ucap Ava dengan sopan.
__ADS_1
"Oh ok, please Doctor" ucap Soo Hyuk. So Jun yang tidak ingin meninggalkan putri nya pun, hanya diam di dekat Naura berbaring.
Lalu Naura memberikan isyarat agar papah nya itu ikut keluar terlebih dahulu. So Jun yang tidak ingin membuat putrinya merasa tidak nyaman, langsung keluar dari dalam ruangan itu.
"Huft... Akhir nya" ucap Naura dengan merebahkan diri nya.
"Lo gila ya? Lo itu masih dalam tahap penyembuhan Ra, gimana kalo bekas operasi Lo kebuka hah?" Ucap Ava kesal.
"Ya sorry, tadi gw ke pancing emosi" ucap Naura dengan memijit kepala nya.
"Lo kan tau Ra, Sabrina itu pacar nya Adrian. Kalo Lo bersikap kaya gitu Adrian pasti akan menjauh dari Lo" ucap Ava dengan memeriksa bagian luka di kepala nya karena Naura selalu mengaduh kesakitan.
"Tapi enggak buat kali ini, gw yakin... Adrian pasti bakal ninggalin Sabrina" ucap nya dengan memejam kan mata.
"Sotoy banget Lo" ucap nya.
"Lo ga tau Va, ini lah alasan gw berantem sama sabrina__" .
"Nah itu dia, tadi gw mau nanya itu tapi lupa. Kenapa kalian berantem, yang gw tau ya... Lo itu selalu sabar sama hinaan orang tapi Lo ga akan tinggal diam ketika orang yang Lo sayang di hina. Kaya waktu kita SMA, yang gw di dorong sama Bella" ucap Ava dengan mengingat kejadian hari itu.
Naura pun langsung menceritakan semua kejadian saat dirinya bersembunyi dengan Adrian. Tapi itu juga murni salah Naura dan Adrian karena telah salah posisi.
Andaikan saja jika posisi mereka tidak seperti itu, mungkin kesalah pahaman ini tidak akan terjadi.
"Kalo menurut gw ya. Ini tuh bukan hanya kesalahan dari gw atau pun Sabrina_" ucap Naura.
"Maksud Lo?".
"Ya Lo tau sendiri kan Adrian itu gimana. Sikap Adrian itu nyata banget, dengan terang terangan Adrian bersikap kalo dia itu udah ga ada apa apa sama Sabrina" ucapnya.
"Iya Lo bener, yang gw rasa saat ini, kayanya Adrian memang naruh harapan lagi sama Lo" ucap Ava dengan melipatkan kedua tangan nya.
***
"sorry, for now Naura is resting. I hope you don't bother him first. (Maaf, untuk saat ini Naura sedang istirahat. Saya harap tuan tidak mengganggunya lebih dulu)" ucap Ava dengan berlalu pergi.
~
assalamualaikum 🤗
pemberitahuan!!
author min maaf banget sama kalian, yang udah setia membaca novel author. sekali lagi author kasih tau, kalo author ga bisa up episode banyak. karena dari kalian banyak banget yang pengen up episode banyak, author memutuskan akan meng up 2 episode di setiap hari nya
__ADS_1
mulai pukul 00.00 dan pukul 12.00
maaf ya kalo author belum bisa up episode banyak. terimakasih wassalamu'alaikum ♥️