Kisah Naura

Kisah Naura
episode 52 jika suatu saat nanti hati mu goyah, beri tahu aku!


__ADS_3

"Gw anter" ucap Adrian dengan mencekal tangan Naura.


"Ga usah gw bawa mobil" ucap Naura dengan berjalan secepat mungkin.


Bisa bisa nya Adrian mengatakan hal itu ketika ada Sabrina, apa kah dia tidak memikirkan perasaan Sabrina.


Sabrina yang baru saja mendengarkan kata kata itu pun langsung terduduk dengan sangat lemas. Bahkan di saat ada dirinya pun Adrian bicara seperti itu kepada wanita lain.


"Adrian_". Ucap Sabrina.


"Iya" jawab Adrian dengan sangat lembut.


"Kamu bisa janji satu hal sama aku?" Tanya Sabrina dengan melihat sepatu yang dia kenakan.


"Apa itu?".


"Kalo suatu saat nanti hati kamu goyah, kasih tau aku ya!"ucap nya dengan berusaha menahan air mata.


"Km ngomong apaan sih na, ya ga mungkin lah hati aku goyah" ucap Adrian dengan menggenggam tangan Sabrina.


Sabrina yang baru saja mendengar ucapan Adrian, langsung menangis dengan sesenggukan.


"Kenapa kamu tiba tiba ngomong kaya gitu, atau gara gara tadi aku nawarin anteran ke Naura?. Tadi itu makanya aku kaya gitu karena tadi Naura di ganggu sama preman, aku takut aja kalo nanti itu preman ngikutin Naura" ucap nya menjelaskan.


"Ta_tapi kan jangan di de_pan aku juga" ucap nya dengan sesenggukan.


Adrian yang tidak bisa melihat wanita menangis pun langsung memeluk Sabrina untuk bisa memenangkan nya. Naura yang belum pergi jauh pun masih bisa melihat pemandangan itu.


*Gw ga mau jadi orang ketiga di antara kalian* batin Naura dengan memandangi Adrian dan juga Sabrina.


Naura segera masuk kemobil nya dan menancap gas, Naura sudah tidak mau berharap soal apapun lagi. Naura juga tidak akan berharap kepada Adrian, karena Adrian sudah memiliki Sabrina.


***


Keesokan hari nya, Naura sedang berada di kantor dengan menulis sesuatu di sana. Naura berencana akan membuat sesuatu di atas tanah yang dia beli waktu itu.

__ADS_1


Ketika di Depok, Naura menyadari bahwa banyak sekali di antara mereka yang kekurangan dari segi ekonomi.


Tidak seperti Naura, Naura yang hidup dengan bergelimangan harta, ingin apa saja langsung ada. Tidak seperti mereka, mungkin mereka membutuhkan waktu berhari hari untuk bisa membeli apa yang mereka mau.


Oleh karena itu, Naura berencana ingin membuat sebuah toko sembako, di mana semua harga sembako di tokonya nanti akan di beri harga asli dari pabrik.


Mungkin Naura tidak akan bisa mendapatkan keuntungan yang besar, tapi Naura senang karena bisa membantu keuangan mereka meskipun dengan cara yang seperti ini.


"Harta gw ga akan habis kalo cuman buat kaya gini. Meskipun habis, pasti Allah punya ganti nya buat gantiin uang gw yang habis, hehe" mungkin orang lain akan memanfaatkan keadaan, tapi tidak dengan Naura.


Naura sangat tulus membantu orang lain, Bahkan Naura sempat berpikir, jika mereka tidak bisa memberikan apa yang Naura mau maka Naura akan meminta kepada sang pencipta agar keinginan nya itu terkabul kan.


Naura pun mulai berpikir apa saja yang akan dia beli untuk keperluan di tokonya kelak. Bahkan sesekali Naura akan memutar mutar kursi nya agar pikiran nya bisa terbuka.


***


"Nak, ayah mau bicara dulu sama kamu" ucap nya.


"Di sini aja yah, Adrian lagi males keluar kamar" ucap nya dengan uring uringan di ranjang.


"Ayah, bicara di kamar sama di luar apa beda nya?" Tanya Adrian dengan sesekali akan berguling guling.


"Ya sudah. Ayah cuman mau bilang, Sabtu ini kamu harus kedepok buat mantau perkembangan pembuatan jalan" ucap nya dengan melipatkan ke dua tangan nya.


"Aduh males banget sumpah, kenapa ga Varo aja sih yah" ucap nya dengan merengek.


"Mana bisa, Varo kan udah ke Korea" ucap nya dan berlalu pergi.


"Ihh males banget sumpah. Apa gw pura pura sakit aja ya, biar ga di suruh ke sana" ucap nya dengan mengambil handphone dan memainkan sebuah game.


Ketika sedang asyik memainkan game nya, tiba tiba saja bayangan diri nya ketika sedang memainkan game bareng dengan Naura pun terlintas di pikiran nya.


Adrian yang sangat malas mengingat kenangan dirinya dan Naura pun langsung mematikan ponsel nya dan memilih untuk tidur. Adrian sudah berusaha untuk memejam kan matanya namun tetap saja matanya itu tidak mau tertidur.


Adrian melupakan sesuatu, bahwa selama ini dia selalu tidur di jam 3 pagi. Semenjak kepergian Naura, Adrian tidak bisa tidur lebih cepat, dokter mengatakan bahwa Adrian mengidap insomnia.

__ADS_1


Sejak saat itu, Adrian selalu merasakan pusing di kepala nya, bahkan Adrian sempat masuk ke rumah sakit beberapa kali karena kurang darah.


Tapi yang membuat Adrian merasa aneh adalah, kenapa setiap kali Naura ada di dekat nya Adrian bisa tertidur. Adrian mengingat ngingat kejadian di mana dia terluka dan tidur di mobil.


*Ah kayanya itu cuman kebetulan deh* batin Adrian dengan menggigit bibir bawah nya.


"Tapi pas malam nya itu gw bisa tidur lagi sampe hampir siang, Kan aneh" gumam nya.


"Oh!! Gw ngerti sekarang__" ucap nya dengan kembali duduk di ranjang.


"Naura pasti melet gw, makanya gw bisa tidur pas dia dekat gw. Oh atau jangan jangan ini lah alasan nya kenapa gw ga bisa lupa sama dia" Adrian yang sebenarnya tidak mempercayai hal hal seperti itu pun mendadak curiga pada Naura dengan apa yang telah menimpa nya di akhir akhir ini.


"Ah bodo amat" ucap nya dan langsung memainkan game kembali.


***


Sabtu pagi...


Naura sudah siap dengan segala keperluan nya, Naura juga sudah memberi tahu sekretaris nya bahwa dia akan pergi untuk beberapa hari, bahkan Naura memberitahu sekretaris nya untuk memberitahu Naura apa pun yang terjadi di perusahaan nya.


Naura pergi dengan menggunakan motor, kali ini dia tidak akan membawa mobil agar dia bisa langsung pergi ke desa menggunakan motor nya.


Ketika di lampu merah, Naura memberhentikan motor nya dan sesekali akan melemaskan tangan nya. Naura yang sedang menoleh kanan dan kiri pun tidak sengaja melihat Adrian yang sedang mengupil di dalam mobil.


"Jorok banget sih" gumam Naura dengan menahan tawa.


"Ih sumpah, di tempelin di stir mobil lagi" ucap Naura dengan brigidik ngeri.


Adrian yang merasakan sedang di pandangi oleh seseorang pun langsung menoleh kan kepala nya untuk melihat siapa yang sedang memandangi nya itu.


Naura yang melihat gerak gerik Adrian pun langsung langsung meluruskan pandangan untuk menghindari tatapan Adrian.


"Siapa sih dia?" Gumam Adrian dengan memandangi Naura.


Lampu yang sudah berubah menjadi hijau pun membuat Naura langsung menancap gas motornya. Di sepanjang jalan Naura hanya terkekeh ketika mengingat kelakuan Adrian yang sedang mengupil tadi.

__ADS_1


__ADS_2