Kisah Naura

Kisah Naura
episode 26 ciuman pagi


__ADS_3

Naura dan ava segera bergegas untuk membersihkan diri, setelah mereka selesai. Naura dan ava membangunkan Adrian dan juga varo agar kembali ke kamar nya.


"Adrian! Adrian!", Panggil Naura dengan cara menggoyangkan badan Adrian.


"Hmm" jawabnya singkat dengan masih menutup matanya.


"Balik ke kamar gih" perintah Naura


"Inikan kamar gw" ucap nya dengan nada serak


*Ya Allah, suara cowo yang baru bangun tidur bikin gw pengen cepet cepet nikah* batin Naura


"Tapi sekarang ini kamar gw!" Ucap Naura


"Ya udah kiss dulu" ucap Adrian dengan membenarkan posisi tidur nya agar Naura bisa mencium nya


Varo yang melihat itu pun langsung memberikan aba aba pada Naura agar naura mengiyakan. Naura pun mengerti maksud dari varo.


"Satu kali aja tapi ya" ucap Naura dan langsung menyingkir dengan sangat perlahan.


Varo pun sudah bersiap dengan bibi yang di monyongkan,l dan akan mendarat tepat di pipi Adrian. Adrian yang masih menutup matanya pun perlahan lahan merasakan geli di pipinya.


"Lo berkumis ya Ra" ucap Adrian dengan senyum senyum seperti orang bodoh.


Sumpah demi apapun, saat ini varo sedang menahan tawanya dengan memegangi perut nya.


"Satu kali lagi dong* ucap Adrian yang mulai antusias. Ketika varo akan mendaratkan ciumannya, tiba tiba saja pintu kamar di buka dan menampakkan sosok bunda Lisa yang berteriak.


"Astagfirullah varo, lagi apa kamu hah" teriak bunda Lisa.


"Ah bunda, varo tadi cuma__" varo yang kaget pun langsung terjungkal kebelakang


"Cuma apa hah, jelas jelas bunda lihat kamu lagi mau nyium Adrian" ucap bunda dengan memukul varo menggunakan sandal yang dia pakai.


"Jadi tadi yang nyium gw itu elo, bukan Naura?" Ucap Adrian yang tak kalah syok


"Apa? Jadi kamu minta naura nyium kamu?" Ucap bunda Lisa yang bersiap akan memukul Adrian.


"Nah iya itu dia Bun, jadinya biar varo aja yang nyium Adrian" ucap varo menjelaskan.

__ADS_1


"Oh gitu ya, kalo gitu harusnya kamu aja yang bunda pukul" ucap bunda Lisa dan memukul Adrian secara berulang ulang.


Seisi kamar itu, di penuhi dengan suara jeritan Adrian dan tawa dari semua orang yang melihatnya.


Naura yang melihat ini sangat merasa iri, naura Juga ingin di perlakukan seperti itu oleh orang tua, seperti di omeli tapi itu hanya becanda. Bahkan tawa bunda Lisa menjadi candu bagi Naura. Naura sangat merindukan sosok almarhum mamanya itu.


***


Pagi ini setelah Naura dan ava sarapan, keduanya kembali kedalam kamar dengan bermaksud akan pulang kerumah, tapi hal itu malah di cegah oleh bunda Lisa, dengan alasan sekarang masih pagi jadi siang atau sore baru bisa pulang.


Hal itu pun tidak jadi masalah bagi ava, dia malah senang jika harus berlama lama di rumah varo. Bunda Lisa yang sangat senang dengan kehadiran mereka berdua pun langsung mengajaknya berkeliling di sekitar rumahnya. Bahkan di dalam rumah tersebut terdapat sebuah ruang rahasia.


Naura dan ava sangat antusias berjalan di sekeliling rumah ini, rumah yang di desain dengan bergaya Eropa menambah kesan anestetik pada rumah ini.


***


Keesokan harinya, Naura berangkat sekolah seperti biasanya, ketika sampai di sekolah banyak sekali rumor yang mengatakan hal hal buruk tentang naura.


"Kayanya Bella udah mulai lagi" gumam Naura dengan sesekali membuka telinga nya lebar lebar untuk mendengar ucapan mereka.


"Eh Katanya Naura emang anak haram ya"


"Ternyata yang gk tau diri itu dia ya"


Begitulah ocehan mereka yang Naura dengar


*Kenapa Bella ngomongin gw anak haram terus ya, kan yang anak haram itu dia. Kenapa malah nyalahin gw* batin Naura dengan bersandar di pintu mobilnya


"Woy! Dari tadi gw panggilan juga" ucap ava dengan menepuk pundak Naura keras, dan sontak membuat Naura terkejut


"Eh ayam" latah nya


"Enak aja lu ngatain gw ayam" ucap ava dengan melirik sinis


"Ya maap lagian lu ngaggetin gw tau" ucap Naura dengan melipatkan kedua tangannya.


Naura bisa melihat ava yang sepertinya sedang mendengarkan ocehan mereka juga, dan tampaknya ava seperti sedang menahan emosi.


"Ah banyak b*cot Lo semua. Pergi sana! Pagi pagi udah bikin pusing aja" teriak ava, dengan berteriak kearah mereka.

__ADS_1


"Ra udah ya jangan Lo dengerin omongan mereka" ucap ava dengan menepuk halus pundak Naura


"Santai aja sih, gw sama sekali gk kemakan omongan mereka kok" ucap Naura dengan tersenyum smirk.


"Bagus lah, yuk kita ke kelas" ajak ava pada Naura.


Memang benar Naura tidak kemakan omongan mereka, tapi tetap saja kalo Naura sangat penasaran dengan ini semua. Dengan berjalan mengikuti langkah ava, Naura mengeluarkan ponselnya dari dalam saku rok nya dan mengetikan sesuatu di sana.


Pesan...


Naura: tolong bantu saya cari informasi yang sesungguhnya tentang almarhum ibu saya sewaktu dia muda. Atau bisa di bilang kalo dulu dia punya kekasih. Secepatnya!


Detektif: dengan senang hati:)


Naura masih di buat penasaran dengan ini semua, atau mungkin Naura adalah anak haram? Tapi mana mungkin naura anak haram. Naura mengetahui bahwa Bella anak kandung papa nya, waktu dulu Ema sempat berpacaran dengan papanya.


Mungkin sewaktu dulu papanya itu menjanjikan sesuatu sampai sampai Ema mau berhubungan dengan papanya itu. Setelah itu darma menikah dengan almarhum Veronika di mana dia adalah almarhum mama Naura.


Hanya sebatas itu lah yang Naura tau, Naura juga tidak tau banyak hal mengenai Mamanya ini, ntah sengaja atau tidak. Tapi banyak sekali informasi yang tiba tiba menghilang begitu saja. Alhasil Naura hanya mengetahui tentang mamanya di sebatas waktu mereka menikah.


***


Siang ini, Naura dan ddk nya pergi ke perpustakaan, mereka sengaja pergi kesana karena akan melihat perkembangan kamera tersembunyi di rumah Bella.


Kali ini Naura berharap bahwa mereka akan mengatakan sesuatu yang membuat mereka bisa masuk penjara, tapi sepertinya tidak begitu.


"Sejauh ini kalo gw lihat aman aman aja Ra, mereka sama sekali gk ngomongin apa apa kok" ucap Adrian yang masih fokus pada layar tabletnya.


"Coba Lo cek yang bagian ruang keluarga" perintah Naura yang di angguki oleh Adrian.


Naura dan ddknya sangat berharap bahwa Bella akan mengatakan sesuatu tapi sepertinya jawaban mereka telah Tuhan kabulkan.


Di kamera tersebut tampak tanggal dan jam yang menandakan bahwa kejadian itu adalah malam tadi.


"Pah!" Panggil Bella pada darma


"Kenapa" ucapnya singkat


"Papah tau gk sih, selama ini naura selalu bilang kalo Bella anak haram" ucapnya dengan mengerucutkan bibir.

__ADS_1


Naura yang mendengar itu merasa sangat kesal, tidak hanya Naura bahkan ava pun merasakan hal yang sama. Sejak kapan Naura mengatai Bella anak haram?. Lalu setelah itu ema pun datang dan duduk di sebelah Bella dengan mengelus rambut Bella.


__ADS_2