Kisah Naura

Kisah Naura
episode 36 semua butuh waktu


__ADS_3

Tentunya hal itu membuat Adrian merasa tidak nyaman beda dengan Varo dia akan senang jika menjadi pusat perhatian.


Sepertinya Adrin melakukan kesalahan karena telah meng-iya kan keinginan ayah nya agar dia bisa sekolah jurusan manajemen bisnis.


Ayah Mike tidak hanya menjalankan perusahaan di satu negara saja, dia juga menjalankan 2 perusahaan di 2 negara. Oleh sebab itu ayah Mike sangat terkenal karena wibawa pemimpinnya.


Seperti omongan nya kemarin, kini Adrian dan juga Varo sudah bersiap dengan setelan jas nya. Adrian sangat tampan ketika memakai jas dan tatanan rambut yang begitu rapi.


Adrian dan Varo mulai memasuki lobi perusahaan, di sepanjang jalan mereka jadi pusat perhatian karena ketampanan nya. Ayah Mike pun bersikap biasa saja, karena dia pun tau bahwa anak nya ini sangat tampan dan juga pintar.


***


"Ayah!" Panggil sang istri.


"Kenapa Bun" ucap nya dengan menutup laptop yang sedang dia gunakan.


"Ayah sudah tau di mana Naura berada" ucap nya dengan berjalan mendekat ke arah suami nya.


"Orang yang ayah suruh belum bisa nemuin Naura" ucap nya dengan melihat mata istrinya.


"Bunda berharap, semoga saja Naura cepat kembali ke sini. Bunda ga mau kalo Adrian membenci Naura" ucap nya dengan wajah yang mulai sedih.


"Kamu benar, Adrian mudah membenci orang. Ayah juga takut, kalo Adrian membenci Naura begitu dalam" ucap nya dengan menggenggam tangan istrinya.


"Pokonya ayah harus bisa mencari keberadaan Naura, supaya bunda bisa ketemu sama dia" ucap nya dengan memohon.


"Bunda tenang saja, ayah akan berusaha" ucap nya dengan tersenyum.


Ntah kenapa, bunda Lisa sangat menyayangi Naura. Padahal Naura itu bukan siapa siapa bagi mereka, tapi mereka sudah menganggap Naura seperti anak nya sendiri.


"Bunda!" Teriak Varo dari lantai bawah.


"Lihat Bun siapa yang Varo bawa" ucap nya


"Memang nya si__"


"Ava!" Ucap bunda dengan senyuman dan langsung bergegas turun dari lantai dua.


"Bunda!" Sapa Ava dengan tersenyum.


"Ih calon mantu makin cantik aja" ucap nya dengan memeluk Ava.


"Bunda juga makin cantik" ucap nya dengan tersenyum geli.

__ADS_1


"Kamu Kemana aja, kenapa ga pernah ke sini lagi" ucap nya dengan menuntun Ava untuk duduk di sofa.


"Maaf, Ava sibuk banget ikut papah di rumah sakit" ucap nya dengan mengerucutkan bibir.


"Padahal masih semester 2, tapi udah di ajak praktek langsung sama papah ya" ucap bunda dengan mengelus tangan Ava.


"Alay" ucap Adrian tiba tiba.


"Ye bilang aja Lo sirik" ucap Ava sinis.


Sedari tadi Adrian memang sedang duduk di ruang tamu dengan menonton tv. Bahkan Adrian nyaris mendengar omongan bunda dan Ava, yang menurutnya sangat nora.


"Udah udah, nanti juga kalian bakal jadi saudara" ucap bunda dengan tawa.


"Ga ah, aku ga mau punya sodara kaya dia" ucap nya dengan menunjuk Ava.


"Gw juga ga mau ya kalo punya saudara kaya Sabrina" ucap Varo tiba tiba.


Bunda Lisa yang bingung dengan perkataan Varo pun langsung melirik Varo untuk meminta penjelasan. Namun hal itu di cegah oleh Adrian, agar Varo tidak memberitahu bunda nya.


"Sabrina itu siapa Adrian?" Tanya bunda dengan mengerutkan keningnya.


"Bukan siapa siapa" ucap Adrian dengan mengganti channel.


"Naura siapa sih bun, aku ga kenal" ucap nya dengan mulai berdiri dan berjalan untuk menghindari ocehan bundanya.


"Adrian! Adrian!" Panggil bunda ketika melihat Adrian bergegas pergi meninggalkan ruang tamu.


"Bun udah. Adrian butuh waktu buat semuanya" ucap Ava menenangkan.


"Aduh, kayanya aku udah buat kekacauan ya" ucap dengan menggaruk kepala yang tidak gatal.


"Udah jelas kamu salah" ucap Ava pada Varo.


"Jadi kamu juga tau siapa itu Sabrina" ucap bunda pada Ava.


"Ava cuman tau kalo Sabrina itu teman sekampus Adrian dan Varo" ucap nya lirih.


"Pokonya kalian harus bisa menjauhkan Adrian dari Sabrina. Bunda ga mau kalo Adrian berpaling dari Naura" ucap nya dengan memohon pada Varo dan juga Ava.


"Bunda... Sakit hati itu ga mudah buat nyembuhinnya. Sama kaya Adrian saat ini, dia juga butuh waktu buat Nerima semuanya" ucap Ava menjelaskan.


"Tapi bunda ga mau" ucap nya dengan mata yang berkaca kaca.

__ADS_1


"Bun, dengerin Ava! Naura itu ga pasti, jangan kan bunda, Ava yang sahabat nya aja ga tau di mana Naura berada" ucap nya menjelaskan dengan sangat pelan.


"Sabrina itu ga kalah baik nya sama Naura, jadi bunda harus mendukung semua keputusan Adrian. Terutama memilih, memilih Sabrina, atau memilih Naura yang tidak pasti keberadaan nya di mana" ucap Ava dengan tersenyum.


Kini bunda Lisa bisa mengerti, dengan kata kata yang di ucapkan oleh Ava. Kini bunda bisa berpikir dengan sangat jernih, semua yang di katakan oleh Ava memang benar.


Dia tidak boleh egois , apa lagi sampai menentang keputusan anak nya itu. Adrian sudah cukup menderita dengan kepergian Naura, oleh karena itu bunda harus mendukung keputusan Adrian.


***


Dor...dor...dor...


Hatinya begitu kesal dengan tingkah bunda nya yang seakan akan tau bagaimana isi hatinya. Adrian sudah cukup bersabar dan sudah berusaha untuk membuang segala hal tentang Naura, tapi kali ini bunda nya malah mengingatkan dirinya lagi.


Kini Adrian sedang berada di sebuah pondok di belakang rumah nya, disitulah tempat dimana Adrian akan melampiaskan kekesalan nya.


Drt...drt...


Adrian yang bisa merasakan handphone nya bergetar pun langsung mengehentikan kegiatan. Adrian bisa melihat nama di handphone nya "Sabrina".


Tanpa mau menunda lebih lama, adrian segera mengangkat telfon itu.


Di sebrang telfon...


"Halo!" Ucap nya.


"Ok, gw kesana sekarang" ucapnya dengan mematikan telfon.


Adrian segera pergi meninggalkan tempat itu, dengan sangat tergesa-gesa. Ia takut bahwa Sabrina tidak akan bisa bertahan lama untuk sampai menghentikan mereka.


***


Kini Adrian sudah sampai di tempat Sabrina, Adrian bisa melihat rumah itu sudah di obrak Abrik oleh seseorang. Dengan cepat Adrian masuk ke dalam rumah itu, Adrian bisa melihat Sabrina yang sedang memohon pada seorang pria.


"Tolong kasih saya waktu, saya akan melunasi hutang hutang papah saya" ucap nya dengan menangis.


"Sabrina!" Panggil Adrian dari luar sana.


"Bangun!" Ucap nya dengan menatih Sabrina.


"Siapa Lo? Mau jadi jagaoan hah?" Ucap nya dengan bersiap akan mengajar Adrian.


"Yang ngutang itu kan papah nya. Kenapa kalian nagih ke mereka" ucap Adrian dengan menggunakan nada tinggi.

__ADS_1


"Masa bodo gw ga peduli, yang gw tau mereka harus bayar hutang" ucap nya dengan menunjuk Sabrina dan juga ibu nya.


__ADS_2