
"ah, kacau kacau" teriak nya dengan memukul mukul meja.
"kenapa bisa seperti ini" ucap Darma dengan mengacak ngacak rambut nya.
kini perusahaan yang dia jalani mulai mengalami krisis uang, bahkan perusahaan nya tinggal menunggu waktu bangkrut saja. Padahal kemarin baik baik saja, tapi mendadak perusahaan nya menjadi bangkrut.
Kini Darma sedang di cari oleh beberapa rentenir karena terlilit hutang. Sedang kan Ema, dia hanya duduk santai di rumah nya.
Tiba tiba saja pintu rumah di ketuk oleh seseorang, Bella yang penasaran pun langsung berjalan ke arah pintu itu untuk melihat siapa yang datang bertamu.
"Iya sebentar, ga sabaran banget sih!" Teriak Bella ketika mendengar ketukan pintu berulang ulang.
Ketika pintu di buka, Bella bisa melihat beberapa orang berbadan besar dengan membawa mobil truk.
"Apa benar ini dengan kediaman pak Darma?" Tanya salah satu dari mereka.
"Ya benar, anda siapa ya?" Tanya Bella dengan tatapan sinis. Ema yang penasaran pun langsung berjalan menghampiri Bella untuk melihat siapa.yang datang bertamu.
"Siapa nak?" Tanya Ema pada Bella.
"Begini Bu, saya datang kesini untuk menyita rumah ini beserta isi nya" ucap nya dengan memperlihatkan sertifikat rumah.
"Apa apaan ini saya tidak merasa menggadaikan rumah saya atau apa pun itu" ucap Ema marah.
"Memang bukan ibu, tapi pak Darma lah yang menggadaikan rumah ini. Beliau bilang jika dalam 3 bulan dia tidak bisa membayar hutang maka rumah lah jaminan nya" ucapnya dengan bersiap akan masuk kerumah itu.
Namun Ema menghalangi mereka dengan mengatakan berbagai alasan agar mereka tidak masuk kedalam rumah itu.
"Saya tidak ada urusan dengan Darma, kenapa kalian tidak mencari dia saja. Ini rumah saya bukan rumah Darma" ucap Ema dengan menghalangi pintu masuk dengan Bella.
"Saya tidak peduli Bu, pak darma memberikan sertifikat rumah ini maka kami juga berhak menjalan kan tugas kami" ucap nya dengan mendorong Ema.
Kini Bella semakin kalang kabut karena seisi rumah di gotong keluar untuk di naikan ke mobil truk. Bella sibuk dengan barang barang mahal nya, mulai dari baju, tas, hingga sepatu.
Sedangkan Ema, dia sedang berusaha menelfon Darma tapi sayang nya panggilan nya itu tidak di angkat oleh Darma. Ema sangat kesal karena suami nya itu tiba tiba menghilang dengan meninggalkan hutang yang begitu besar.
__ADS_1
Dengan barang barang yang ada di rumah nya itu dan rumah yang di sita, sama sekali tidak bisa menutupi hutang yang begitu besar, bahkan setengahnya pun tidak ada.
*Apa yang dia lakukan dengan uang sebanyak itu?* Batin Ema dengan memikirkan hal hal yang terjadi selama ini.
*Apa dia selingkuh?* Batinnya.
"Mah. Kita mau tinggal di mana?" Ucap Bella dengan melihat beberapa orang yang masih keluar masuk.
"Ntah lah, mamah juga ga tau" ucap Ema dengan memikirkan berbagai hal.
"Mah aku ga mau jadi orang miskin" rengek Bella.
"Mama juga ga mau" ucap nya dengan wajah kesal.
***
Kini kedua nya sudah berada di sebuah rumah kontrakan, Bella sangat merasa jijik dengan keadaan rumah yang begitu kumuh dan juga kecil, serta kasur yang menurut nya bagaikan batu.
Sesekali Bella akan mengumpat pada papah nya itu karena telah membuat hidup nya miskin. Ema mulai berpikir bagaimana caranya dia bisa mendapat kan uang, begitu juga Bella, dia tidak bisa jika harus terus menerus hidup seperti ini.
Bahkan darma tidak mau mengangkat telfon nya.
"Hay" ucap Bella dan langsung duduk di sebelah teman nya itu.
"Kenapa muka Lo? Pucat amat" ucap nya dengan meneliti wajah Bella.
"Gw butuh job nih, tapi yang duit nya lumayan besar" ucap Bella dengan menutup matanya karena silau matahari.
"Segede apa? Segede pintu?" Ucap nya dengan gelak tawa.
"Gw serius. Keluarga gw jatuh miskin, dan gw ga mau hidup kaya gini" ucap nya dengan membayangkan kejadian kemarin.
"Kasihan banget sih nasib Lo. Gimana kalo jadi wanita penghibur?" Ucap Tiara dengan senyum.
"Gila apa ya, gw bukan cewe murahan kaya Lo kali." Ucap nya dengan tatapan sinis.
__ADS_1
"Ya udah kalo Lo ga mau. Coba deh Lo pikir lagi, emang ada ya orang yang mau Nerima Lo di tempat kerja dengan otak yang pas Pasan?" Ucapan Tiara ada benar nya, selama ini Bella memang tidak sepintar itu. Dia bisa masuk universitas ini juga karena uang.
Bella langsung berpikir bahwa yang di katakan oleh Tiara ada benar nya juga. Lagi pula Adrian sudah tidak mau melihat nya lagi, jangan kan melihat tegur sapa saja sudah tidak pernah di lakukan nya.
"Gimana? Mau ga? Lumayan loh" ucap Tiara dengan senyum menggoda.
"Ok deh, tapi untuk pertama kali nya gw mau sama yang masih muda." Ucapnya.
"Bisa di atur apa lagi Lo masih perawan pasti banyak yang mau sama Lo" ucap nya dengan senyuman menggoda.
"Nanti malam gw jemput Lo di dekat lampu merah ya" lanjut nya dan segera melenggang pergi.
Ntah ini keputusan benar atau tidak, tapi yang pasti Bella membutuhkan uang ini, dia tidak mau hidup miskin seperti ini. Bella juga sudah memikirkan nya, jika habis melakukan di akan segera meminum obat kontrasepsi.
***
Seperti ucapan Tiara tadi pagi, kini dia sedang menunggu kedatang Bella. Sesekali Tiara akan menghisap roko yang ada di himpitan kedua jari nya itu.
Bagi Tiara, pekerjaan seperti ini sudah menjadi makanan nya sehari hari, bahkan Tiara memutuskan untuk tidak mempunyai seorang kekasih bahkan menikah.
Bagi nya, kehidupan dengan banyak uang sudah membuat nya hidup dengan sangat bahagia.
"Tiara!" Panggil Bella dari sebrang jalan sana.
Tiara yang merasa namanya di panggil pun langsung menolehkan kepalanya ke asal suara. Tiara melihat penampilan Bella yang sangat ****, seperti nya malam ini Bella akan menjadi rebutan para buaya.
"Gimana? Gw udah **** belum,?" Tanya bella dengan cengir nya.
"Hmm aman. Kayanya Lo bakal jadi rebutan." Ucap nya dengan segera masuk kedalam mobil.
"Ingat ya, gw mau sama yang masih muda" ucap Bella memperingati Tiara.
"Iya, gw ingat" ucap nya singkat.
Ketika sudah sampai di sebuah bar yang cukup besar itu. Bella bisa mendengar suara dentuman musik disco yang begitu nyaring. Beberapa orang sedang mengantri untuk menunjukan kartu identitas diri.
__ADS_1
Sedangkan Tiara, dia langsung menerobos masuk, hal itu sama sekali tidak menjadi sebuah permasalahan karena mereka sudah tau siapa Tiara.
Sesekali Bella akan menggoyangkan tangan dan kepalanya, karena menurut dia musik ini sangat enak untuk di dengar. Tiara meminta izin pada Bella untuk pergi mencari sumber job, sedangkan bella dia sedang meminum bir.