Kisah Naura

Kisah Naura
episode 22 black card


__ADS_3

Udah gw bilang, gw mau pilih yang agak murah" ava yang tak mau ketinggalan pun langsung berbalik dan mencari gaun yang agak murah, tapi sebelum itu Naura sudah mencekal tangan ava terlebih dahulu.


"Gw yang bayar, anggap aja gw bayar hutang meskipun gw gk ngutang" ucapnya dengan wajah menyebalkan


"Emang Lo punya duit" ucap ava dengan mata yang berbinar. Tak mau di remehkan Naura langsung mengeluarkan black card nya.


"OMG bestieeee... Lo dapat ini dari mana? Lo kerja? Kerja apa?. Oh gw tau apa selama ini Lo selalu jaga lilin ya" ucap ava meneliti


"Pala Lo peang, Lo kate gw babi ngepet apa" ucap nya dengan mengerucutkan bibirnya.


"Tapi ini__" ucap ava yang masih tak percaya


"Udah ambil aja, nanti gw jelasin dan Lo tenang aja ini uang udah gw jamin 100% halal, udah masuk BPOM juga" Ucap nya


"Lo kira ini makanan. Ok, gw mau ambil gaun yang ini, ini yang paling mahal di antara yang lain" ucapnya dengan senyuman horor


"Ok"


Setelah selesai membeli gaun, Naura mengajak ava untuk pergi ke salon, ava sangat senang karena hari ini ava di traktir oleh Naura. Naura juga sudah menceritakan bagaimana dia bisa mendapatkan uang itu, dan menurut ava itu sama sekali tidak masalah, Naura juga berhak mendapatkan apa yang belum dia dapatkan.


Naura sangat senang karena ava bisa mengerti dirinya. Bagi Naura membelanjakan uang nya untuk sahabat satu satunya ini bukan lah hal sulit baginya. Justru Naura akan senang jika ava mau di traktir olehnya, apa lagi ava itu adalah tipe cewe yang suka dengan gratisan.


***


Naura bisa melihat perubahan dirinya di cermin, bahkan Naura sampai pangling melihat dirinya sendiri yang begitu cantik. Bahkan ava pun sampai terkagum kagum melihat sosok bidadari di sampingnya ini.


"Ini beneran Lo Ra" ucap ava tak percaya


"Iya lah, siapa lagi" ucapnya dengan sesekali membenarkan tatanan rambutnya.


"Asli ini mah, padahal kita mau ke pesta ulangtahun, tapi udah berasa mau ke acara amal para pebisnis" ucapnya yang melihat pantulan dirinya di cermin.


Naura dan ava sengaja tidak pulang kerumah langsung, mereka mandi dan ganti gaun di salon tempat pilihan Naura. Pemilik salon ini adalah teman akrab mendiang ibunya, jadi Naura pun tidak akan sungkan melakukan apapun asal masih di batas wajar. Bahkan mereka berdua sampai di sulap menjadi bidadari.


"Tadi kita beli gaun jam... 2,3, Abis itu kesalon 5,6,7___ wah lama juga ya ternyata waktu yang kita habisin buat acara ini" ava yang mengingat ngingat aktivitas nya hari ini pun langsung menghitung jam yang telah dia gunakan ini.


"Sekali kali iyakan" cekikik Naura yang di ikuti oleh ava.


Drt drt...


Naura yang merasakan handphone nya berdering pun langsung melihat siapa yang mengirim pesan untuk nya.

__ADS_1


Pesan...


Adrian: gw udah di bawah sama varo


"Siapa?" Ucap ava


"Adrian sama varo udah di bawah" ucapnya dan langsung memasukkan handphone kedalam tas kecilnya.


"Hah serius? Anjir gw deg degan. Coba pegang dada gw" ucapnya grogi karena akan bertemu varo


"Santai aja!" Ucapnya dan langsung berjalan dengan sangat anggun.


Dengan pelan Naura berjalan beriringan dengan ava, semua mata yang ada di salon tersebut tertuju pada Naura dan juga ava karena kecantikan mereka yang bagaikan bidadari itu.


Ketika akan mendekati pintu keluar, Naura bisa melihat Adrian dan juga varo yang sedang fokus memainkan handphone nya. Tiba tiba saja Naura berbalik dengan memegangi dadanya.


*Aduh... Kenapa tiba tiba gw jadi deg degan gini ya. Ah mana tangan gw dingin banget lagi. Nanti kalo tiba tiba Adrian megang tangan gw gimana* batinnya dengan meremas tangannya agar tidak terlu dingin.


"Lo kenapa? Pintu keluarnya kan di belakang Lo kenapa malah Lo belakangin" tanya ava heran.


"Gw deg degan pas ngeliat Adrian, dia ganteng banget tau" ucap Naura dengan mengepalkan kedua tangannya di dekat dadanya.


"Emang nya Lo pikir gw juga enggak hah, tadi Lo bilang santai sekarang giliran gw. Santai!!" Balas Naura dengan tersenyum horor.


"Gila cantik bener"


"Wah ini mah calon mantu idaman"


"Lihat cantik banget, gw jadi insecure"


Adrian dan varo yang bisa mendengar itu langsung meluruskan pandangan nya, dimana orang orang sekitar melihatnya.


Varo yang bisa mengenali ava dari jauh pun langsung ternganga karena kagum begitu juga dengan Adrian.


Dari jauh Adrian sudah tau mana Naura dan mana ava. Meskipun keduanya memakai gaun yang hampir sama dan tatanan rambut yang hampir sama pula, tapi Adrian sangat jago membedakan mereka berdua.


Deg... Deg...


Adrian bisa mendengar debaran jantung nya yang seperti akan loncat dari dalam tubuhnya. Selangkah demi selangkah, Naura mulai mendekat kearah Adrian.


"Kenapa? Gw aneh ya" ucapnya dengan melihat tubuhnya sendiri untuk memastikan

__ADS_1


"Eng_gak ko" ucapnya grogi


*Anjir kenapa gw gerogi gini* batinnya dengan sesekali berdehem.


Naura bisa melihat wajah Adrian yang semu merah, mungkin Adrian merasakan apa yang Naura rasakan juga.


Tak mau menunggu lama, Adrian mempersilahkan Naura masuk kedalam mobilnya, semua orang yang melihat itu pasti akan sangat iri dengan mobil mewah yang Adrian kendarai, terlebih-lebih wajah Adrian yang tampan bak pangeran berkuda putih.


Banyak sekali di antara mereka yang merasa iri pada kedua pasangan tersebut, baginya mereka berdua itu adalah pasangan yang sangat sempurna, bahkan ada yang berfikir bahwa mereka adalah jelmaan dewa Dewi.


"Adrian!"


"Hm iya" jawabnya dengan sangat cepat


"Gw **** gk?" Tanyanya dengan senyum senyum seperti orang bodoh.


"Iya, eh_enggak. Iya iya, ah enggak enggak" ucapnya terbata dengan memegang setir kemudi dengan sangat erat


"Enggak?", Tanyanya sekali lagi


"Enggak_ hm iya maksudnya", ucapnya masih terbata. Naura yang mendengar itu pun dapat menyimpulkan bahwa Adrian sangat gerogi berdekatan dengan nya.


*Bego bego, kenapa tadi gw jawabnya kaya orang bego sih" vello yang merasa malu pun hanya bisa menggigit bibir bawahnya.


***


"Mah!" Panggil Bella


"Kenapa?" Ucapnya yang masih sibuk dengan merias wajah anak nya


"Untuk sementara jangan bilang soal Naura ataupun ibu nya ya" ucapnya


"Memang nya kenapa?" Ucapnya dengan berhenti merias wajah Bella.


"Waktu itu aku gk sengaja dengar ucapan Naura sama temen temen nya_", ucapan Bella tertahan


"Apa yang Naura katakan" ucapnya mulai serius


Flashback on


Hari itu, ketika bel istirahat berbunyi. Bella sedang berjalan menuju kelas Adrian dan Naura, ketika akan masuk tiba tiba saja langkahnya terhenti dan langsung menyembunyikan dirinya di balik tembok dekat dengan pintu.

__ADS_1


"Emang Lo udah ngomong ke ayah soal ini, nanti dia nyariin lagi" ucap varo pada Adrian


"Makanya gw ambil itu, karena gw udah dapat izin. Kalo belum juga gw gk berani kali" ucap Adrian dengan membayangkan betapa galak ayah nya itu.


__ADS_2