
Ketika Naura sedang asyik dengan handphone nya, Naura tak sengaja menabrak orang dan handphone nya pun terjatuh.
"Maaf" ucap Naura dengan membungkukkan badan nya dan mengambil handphone nya.
Ketika Naura berdiri dan melihat siapa yang dia tabrak, seketika kedua nya terdiam dan hanya saling pandang. Lalu dari arah belakang menampakan sosok wanita yang membuat Naura selalu penasaran.
"Sayang" ucap Sabrina dengan mengandeng tangan Adrian.
"Hey sayang" ucap nya dengan tersenyum pada Sabrina.
Lalu Adrian pun membalas genggaman tangan Sabrina, sehingga Naura melihat itu.
Lalu Adrian dan Sabrina melewati Naura begitu saja, sedangkan Sabrina dia sama sekali tidak tahu bahwa dia itu adalah Naura. Sabrina melewati Naura dengan senyum manis nya dan ramah sedangkan Adrian dia hanya melirik sinis pada Naura.
Naura yang melihat itu pun berusaha menahan gejolak yang ada di hati nya. Sejenak Naura akan diam terpaku dengan pandangan lurus ke depan dan mengalihkan pandangan nya ketika air mata nya mulai berjatuhan.
Tak mau terlihat oleh Ava, Naura segera melihat ke langit agar air mata nya tak jatuh. Dari kejauhan Adrian menolehkan kepala nya ke arah belakang. Tidak hanya Naura yang merasakan perih, Adrian pun merasakan hal yang sama.
Dengan hebat nya Naura menyembunyikan kesedihan nya itu ketika Ava datang. Namun kesedihan tetaplah kesedihan, pancaran kesedihan yang terukir jelas di wajah Naura membuat Ava mengerti.
Ava pun tau kenapa Naura seperti itu karena Ava pun sempat berpapasan dengan Adrian. Bahkan Ava menanyakan tentang Varo pada Adrian.
"Jangan di sembunyikan rasa sakit nya! Kalo sakit bilang, kalo mau nangis maka menangis lah. Hanya dengan air matalah Lo akan merasa lebih baik" ucap Ava.
"Ngomong apa sih Lo" ucap Naura dengan tersenyum getir. Seketika Naura mengalihkan pandangan nya dengan membelakangi Ava dan merekam pemandangan yang lain.
Padahal sebenarnya Naura sedang menyembunyi kan wajah sedih nya. Dengan perlahan pelupuk matanya di penuhi dengan air mata nya, jika Naura mengedipkan matanya sudah pasti air mata nya itu akan jatuh.
"Jadilah cahaya buat diri Lo sendiri. Jadilah penyembuhan buat diri Lo sendiri, supaya ga ada lagi rasa sakit sehingga Lo bisa tersenyum dengan ceria" ucapan Ava sukses membuat suara isakan, Naura pun berjongkok dengan menyembunyikan wajah nya di telapak tangan nya.
"Gw nyesel" Isak nya.
"Kenapa gw sebodoh itu buat ninggalin orang yang sangat berharga" ucap Naura dengan isakan.
Ava tak tahu harus berkata apa, dan hanya bisa mengelus punggung Naura agar dia bisa tenang.
__ADS_1
"Gw ngerasa sakit setiap kali ngelihat tatapan Adrian yang benci banget sama gw. Gw pengen lupain Adrian tapi gw ga bisa, setiap kali gw lihat Adrian jantung gw selalu berdebar kencang" ucap nya.
Sedangkan Adrian dia sedang berdiri di balik pohon dengan memasang pendengaran seluas mungkin. Adrian bisa mendengar isakan Naura yang menurut nya sangat menyayat hati.
Adrian sangat ingin berteriak dan mengatakan bahwa dia sangat menyukai Naura, tapi Adrian merasa sangat terluka ketika Naura pergi meninggalkan nya.
Tak mau goyah, Adrian segera berlalu pergi meninggalkan tempat itu.
***
Setelah beberapa hari berada di desa itu, Naura dan Ava telah selesai mengerjakan sebuah tugas dan akhirnya mereka memutuskan untuk kembali ke Bandung.
Cuaca hari ini memang tidak hujan tapi jalanan cukup licin karena tadi malam habis hujan deras. Naura dan Ava pun terpaksa menyuruh tukang ojek agar membawa motor nya dengan pelan.
Ketika di pertengahan jalan, dari jauh Naura dan Ava bisa melihat orang yang terjatuh dari motor. Naura dan Ava pun segera menolong mereka, namun ketika melihat siapa yang jatuh Naura pun terkaget sejenak.
"Ra Lo lihat apa, cepetan bantu" ucap Ava dengan berteriak.
Adrian yang mendengar nama Naura pun langsung membuka matanya dan melihat sosok wanita di hadapan nya itu.
"Pergi, gw ga mau di obatin sama Lo" ucap Adrian.
"Berisik!" Jawab Naura dengan nada jutek.
"Gw bilang per__aw!!" Ringis Adrin.
Naura yang sudah jengah pun langsung menekan luka yang ada di kaki Adrian.
"Pelan pelan bego" ucapan nya itu sukses membuat Naura membulatkan mata nya, dengan seketika Naura menekan luka itu lebih keras lagi agar Adrian bisa diam.
"Sekali lagi Lo ngomong kaya gitu, gw tusuk Lo pake jarum" ancam Naura.
Adrian yang sebenar nya takut dengan jarum pun langsung terdiam dengan mengamati setiap gerak tangan Naura.
"Aw aw. Aduh, Lo bisa ngobatin gw ga sih? Oh iya gw lupa, Lo kan bukan dokter mana mungkin Lo bis__aw".
__ADS_1
"Gw udah bilang jangan berisik" ucap Naura dengan nada dingin.
Sontak hal itu membuat Adrian terdiam, biasa nya Adrian akan mendengar suara halus yang di miliki Naura, tapi kali ini Adrian benar benar merinding ketika mendengar suara Naura.
"Kemana cewe Lo? Kenapa Lo sendiri?" Tanya Naura dengan fokus memberikan Betadine kepada luka yang ada di kaki Adrian.
"Udah pulang kemarin".
"Oh" jawab Naura singkat.
"Kalo jawaban nya cuman oh ga usah nanya" ucap adrian dengan melirik sinis.
"Terus lo mau gw jawab apa? Masa iya gw harus jawab "oh gitu ya sayang". Hih males banget" ucap Naura dengan gaya mengejek.
Adrian yang sudah merasa kalah pun hanya terdiam dengan memandangi wajah Naura dari samping. Sosok ini lah yang selalu di rindukan Adrian, bahkan setiap kali Naura berada di samping nya Adrian akan merasa sangat tenang.
"Sini lihat tangan Lo" suara Naura pun berhasil membuat Adrian tersadar dari lamunan nya.
Naura segera mengobati luka luka lecet yang ada di tangan Adrian, dengan sesekali Naura akan meniup lukanya itu ketika Adrian meringis ke sakitan.
***
Setelah selesai pengobatan, Naura, Ava, dan juga Adrian sudah berada di kota tempat di mana mobil mereka terpalkir.
Naura sudah bersiap dengan membuka pintu mobil dan akan masuk kedalam nya, namun hal itu di cegah Ava ketika melihat Adrian berjalan dengan terpincang pincang. Bahkan untuk sekedar berjalan pun terlihat susah.
"Lo antar Adrian pulang!" Ucapan Ava sukses membuat Naura membulatkan mata nya, bagaimana bisa Ava mengatakan hal itu.
"Ogah banget, Lo aja sana. Lo kan dokter kalo ada apa apa sama Adrian kan Lo bisa kasih dia pertolongan pertama" ucap Naura dengan sinis.
"Lo juga bisa kok_" senyum nya.
"Udah sana" Ava pun langsung mendorong Naura menjauh dari mobil nya.
Dengan secepat kilat Ava segera naik ke mobil Naura dan mengunci nya agar Naura tidak bisa masuk, dengan sangat jahil Ava mulai menjalankan mobil itu agar bisa menjauh dari Naura. Mau tak mau Naura mengikuti saran Ava saja, Naura pun merasa kasihan ketika melihat Adrian yang sedari tadi berjalan tapi belum sampai di mobil nya.
__ADS_1