Kisah Naura

Kisah Naura
episode 42 gw memang pantas di benci


__ADS_3

Naura berjalan meninggalkan kamar Soo Hyuk, kaki nya begitu lemas, dan matanya berair, masih teringat jelas kata kata yang kakak nya itu ucap kan


*Jika kau menyukai nya hubungi saja jangan memendam perasaan begitu lama nanti kau akan menderita. Bukan hanya kau tapi dia juga akan menderita. Jangan menyiksa dirimu dan dirinya, karena suatu saat nanti kamu akan kembali ke Indonesia. Bagaimana jika dia membenci mu?* Itu lah yang di ucapkan oleh Soo Hyuk.


"Benci?" Gumam nya dengan berjalan ke arah kamar.


"Gw memang pantas di benci" ucap nya dengan berlari ke arah kamar nya.


Ntah lah Naura sangat bingung untuk saat ini. Dia tidak ingin menyakiti hati Adrian, tapi malah sebaliknya Naura menyakiti hati Adrian.


"Gw ga lagi baik baik aja. Tapi gw ga tau harus ngomong apa atau berpikir apa. Saat ini gw ga yakin akan apapun itu" ucap nya dengan memandangi foto Adrian dan diri nya.


***


Setelah beberapa minggu berada di Korea, Naura memilih untuk bersekolah di sana. Seperti biasa Naura akan berangkat dengan di antar oleh kakak nya.


Kini Naura sudah terbiasa dengan hidup yang seperti ini. Naura juga sudah terbiasa hidup bersama dengan keluarga baru nya.


Saat ini naura sedang berpikir apa yang harus dia lakukan terhadap mantan papah nya itu. Sebenarnya Naura bukan tipe orang yang akan dengan tega melihat orang lain kesusahan.


Tapi Naura sudah cukup geram karena ulah mantan papah nya itu, terlebih lagi dia pernah terlibat dalam kasus pembunuhan mama nya.


Selama di Korea Naura banyak sekali menyusun beberapa rencana untuk membongkar kebusukan Ema dan juga darma dengan di bantu oleh papah nya.


Kini Naura sedang berpikir apa yang harus dia lakukan terhadap perusahaan Mamah nya itu. Tidak mungkin jika Naura meretas sistem IT mereka, karena kini Naura sudah mempunyai banyak uang.


"Duh gw harus ngapain ya, buntu banget pikiran gw" ucap Naura dengan bersandar di kursi belajar nya.


"Apa gw minta tolong papah buat urus semuanya ya. Tapi kalo papah sibuk gimana" kini Naura sudah cukup sangat frustasi karena tidak bisa membuat perusahaan mamah nya itu bangkrut dalam satu malam.


"Bisa aja sih kalo gw ngelakuin kaya waktu itu, tapi kan buat apa? Gw mau nya perusahaan itu balik ke tangan gw aja tapi gimana caranya" Naura yang awal nya pintar kini berubah jadi bodoh. Naura merutuki dirinya karena tidak bisa berpikir soal seperti ini.


"Ah, ga tau pusing" gumam nya dengan merebahkan diri di ranjang.


"Ava lagi apa ya? Kangen banget gw sama si Tante rempong" Naura mencoba untuk melihat lihat foto yang ada di galeri handphone nya, terukir jelas senyum di bibir nya ketika melihat kejahilan Naura pada Ava sewaktu mereka masih di bangku SMA.

__ADS_1


***


Sore itu, Naura berniat akan pergi ke perusahaan papah nya sekalian melihat bagaimana cara papah nya itu mengelola perusahaan nya.


Ketika sudah di lobi, Naura tidak bisa masuk ke dalam karena naura tidak punya kartu identitas atau kartu asli karyawan perusahaan tersebut.


Lalu Naura mengeluarkan ponselnya untuk menelfon papah nya itu, tapi Naura ragu karena takut akan menggangu waktu kerja papah nya.


"Ah udah lah bodo amat, sekali doang kok" gumam nya.


Di sebrang telfon...


"Halo, apa terjadi sesuatu?"


"Tidak, aku sedang di lobi perusahaan papah, tapi aku tidak bisa masuk lebih dalam karena tidak punya kartu identitas".


"Benarkah? Apa kau datang sendiri?".


"Ya!".


"Baiklah, pergi ke scurity dan berikan ponsel mu pada nya"


Setelah itu Naura berjaln menghampiri scurity yang sedang bertugas itu, dia pun tampak bingung karena tiba tiba saja Naura memberikan ponsel ke padanya.


Lalu naura hanya memberikan isyarat agar scurity tersebut mau menerima telfon. Dengan sangat ragu, security tersebut menerima handphone tersebut dan menjawab telfon nya.


"Ha_halo".


"Antar kan putri saya ke ruangan saya sekarang"


"Ba_baik pak"


Baru mendengar suara nya saja security itu sudah tau siapa yang baru saja bicara dengan nya. Dengan sopan scurity itu mengantar Naura ke ruangan papa nya.


Bahkan dia sempat heran sejak kapan bos nya itu mempunyai seorang putri, yang dia tau bos nya itu hanya mempunya satu orang putra saja.

__ADS_1


*Ah, ntah lah aku tidak akan ikut campur urusan orang kaya* batin nya.


Dengan mengikuti langkah security itu, Naura mengingat ngingat jalan ke arah ruangan papah nya itu, Naura sempat terkagum karena keindahan tanaman yang ada di dalam setiap lorong.


Biasanya setiap lorong akan di isi dengan tanaman hijau, tapi yang ini berbeda. Setiap lorong akan di isi dengan berbagai jenis bunga warna warni, bukan kah sangat unik.


Ketika sudah sampai di ruangan papah nya, Naura segera duduk di sofa yang dekat dengan papah nya itu. So Jun menatap Naura aneh, karena biasanya Naura akan menolak jika di ajak ke perusahaan nya itu.


"Hehe_apa aku mengganggu waktu kerja papah?" Tanya Naura dengan tersenyum canggung.


"Sama sekali tidak, papah hanya bingung kenapa tiba tiba kau kemari" ucap nya dengan menyeruput kopi.


"Ah, a_aku. Aku hanya ingin mengatakan sesuatu" ucap nya dengan meremas tangan.


*Aduh... Kenapa gw jadi deg degan sih, padahal tadi gw udah latihan di kamar mandi masa sekarang gw kaya kambing conge sih* batin Naura dengan terus meremas tangan nya.


"Kata kan saja, jangan takut" ucap nya.


"Hmm, apa papah ingat hari itu ketika aku mengatakan ingin membuat Darma menyingkir dari kursi nya?" Tanya Naura ragu.


"Tentu saja ingat, papah sedang menunggu mu mengatakan nya lagi" ucap nya.


*Wah, jadi selama ini gw yang terlalu takut buat ngomong ya* batin naura dengan merutuki dirinya yang bodoh itu.


"Baiklah jika kau sudah siap katakan saja pada papah apa yang ingin kamu lakukan terhadap Darma dan perusahaan Mamah mu" ucap nya dengan menyilang kan kaki.


"Kalau begitu buat perusahaan nya bangkrut tapi pastikan perusahaan nya tetap aman agar nanti nya aku bisa mengambil alih" ucap Naura dengan cengir kuda.


"Bukan hal yang sulit, kamu tidak kuliah?" Tanya nya dengan menyeruput kopi.


"Sebentar lagi Naura berangkat" ucap nya dengan melihat jam tangan.


"Baiklah, setelah kuliah langsung pulang nanti papah suruh kakak mu jemput" ucap nya dengan tersenyum.


***

__ADS_1


Setelah beberapa hari, Naura bisa mendengar kabar dari papah nya kalau perusahaan nya itu sudah bangkrut dan Sekarang darma sedang di kerjar kejar oleh rentenir.


Naura pun sama sekali tidak peduli dengan kabar mantan papah nya itu, justru Naura akan sangat senang karena dia menderita secara perlahan.


__ADS_2