Kisah Naura

Kisah Naura
episode 50 Lo baik, dan Lo cantik


__ADS_3

"Naura" ucap nya dengan tersenyum. Seketika senyumman Sabrina pun pudar, pantas saja Sabrina seperti pernah melihat Naura, ternyata yang dia lihat itu adalah foto sewaktu Naura SMA.


Sabrina pun kembali tersenyum dengan menyembunyikan rasa cemburu nya. Bunda Lisa pun pamit untuk memanggil suami nya itu. Setelah berkumpul semua, acara makan nya pun di mulai.


Sabrina berusaha perhatian pada Adrian, bahkan Sabrina mengambil kan ini dan itu sehingga membuat Adrian begitu risih.


"Udah, udah. Udah cukup, Lo ga lihat piring gw udah penuh" ucap Adrian pelan.


Sabrina yang baru sadar pun langsung meminta maaf pada Adrian. Bahkan Ava yang melihat itu hanya tersenyum dalam diam.


Setalah selesai makan, Naura izin ke toilet dengan alasan akan buang air kecil. Tak lama kemudian Sabrina pun menyusul Naura, Naura yang sedang di toilet itu pun hanya melihat pantulan dirinya di cermin.


Seketika mata nya mulai berkaca kaca, Naura yang melihat pantulan diri nya dalam cermin pun langsung membasuh mukanya agar tidak terlihat wajah sedih nya.


"Naura!" Panggil Sabrina.


Naura yang terkejut karena panggilan seseorang pun langsung memegangi dada nya karena kaget.


"Haduh gw kira siapa" ucap Naura.


"Aduh maaf, gw ngagetin Lo ya" ucap Sabrina dengan tersenyum canggung.


"Gapapa kok".


"Eh gw boleh nanya sesuatu ga" ucap Sabrina ragu.


"Boleh tanya aja" ucap Naura dengan membasuh wajah nya.


"Lo masih suka sama Adrian?" Pertanyaan Sabrina itu berhasil membuat Naura terhenti sejenak .


"Enggak" ucap nya singkat.


"Beneran?".


"Ya bener lah, lagian dia udah jadi milik Lo kok".


"Ya gw takut aja kalo Adrian bakal berpaling dari gw" ucap Sabrina dengan menatap lantai.


"Lo baik dan Lo cantik. Dan adrian ga akan berpaling dari Lo" ucap Naura dengan berlalu pergi.

__ADS_1


Naura meninggalkan Sabrina sendiri di toilet itu, ada rasa tidak rela mengatakan hal itu, tapi mau bagaimana lagi Naura cukup sadar diri dengan posisi nya saat ini.


Ketika akan berkumpul kembali dengan yang lain, sekilas Naura bisa melihat Adrian yang sedang duduk dengan termenung.


Sesekali Adrian akan ikut tertawa dengan cerita mereka. Tapi terkadang senyuman nya itu hanya senyuman terpaksa.


"Bunda! Naura pulang ya" ucap Naura pada bunda Lisa.


"Loh kok cepet banget pulang nya" ucap bunda Lisa.


"Iya Ra, nanti aja bareng gw sekalian Lo anter gw pulang" ucap Ava dengan sesekali menarik tangan Naura agar ikut berkumpul dengan mereka.


Bukan nya tidak mau berkumpul dengan mereka, hanya saja Naura cukup canggung dan malas jika harus duduk di antara Adrian mau pun Sabrina.


Alhasil Naura memilih duduk di dekat Ava agar lebih jauh dari pandangan Adrian, karena sedari tadi Adrian terus menerus memandangi Naura dan hal itu sangat membuat Naura tidak nyaman.


Sabrina yang sedang mengamati lirikan Adrian pun bisa memahami nya. Sabrina ingin marah, tapi dia cukup tau jika kini dia sedang di rumah Adrian dan bukan di luar rumah.


Naura yang melihat Sabrina duduk di sebelah Adrian pun lebih memilih memainkan ponsel nya karena tidak mau melihat ke harmonisan mereka.


Adrian yang ingin membuat Naura panas hati pun langsung mengandeng tangan Sabrina begitu erat. Sabrina yang senang pun hanya tersenyum manis dengan melihat Adrian begitu juga dengan Adrian.


*Alay* batin Naura dengan melirik sekilas.


Lalu Ava melirik Varo dengan mengatakan sesuatu tanpa di dengar oleh siapa pun. Varo yang mengerti pun langsung mengangguk dengan tersenyum.


"Bunda! Ava sama Naura pamit dulu ya. Soal nya Ava baru inget kalo ada pesanan mamah" ucap nya dengan mendekat ke arah bunda.


"Oh gitu, ya udah hati hati ya salam buat mamah kamu" ucap bunda dengan tersenyum manis.


"Naura pamit juga ya bunda" ucap Naura dengan menyalami bunda Lisa.


"Ya udah hati hati ya anak cantik" ucap bunda dengan mengecup pipi Naura.


Sabrina yang melihat perlakuan bunda pada Naura pun merasa sangat iri. Selama ini jika sabrina pergi ke rumah Adrian, Sabrina hanya di perlakukan biasa saja tidak seperti Naura dan Ava.


Setelah mengantar Ava pulang, Naura memilih untuk tidak pulang terlebih dahulu karena dia akan pergi belanja sayuran dan beberapa kebutuhan rumah.


Ketika sudah sampai di pusat perbelanjaan, Naura memilih beberapa sayur mayur dan juga daging. Ketika sedang memilih beberapa sayur tiba tiba saja satu tangan menepuk pundak nya.

__ADS_1


"Hai" sapa nya.


"Hai, dengan siapa?" tanya Naura dengan menaikan satu alis nya.


"Gw Dimas, nama Lo siapa" ucap nya dengan mengulurkan tangan.


"Naura" jawab Naura singkat.


*Gw kaya pernah lihat dia tapi di mana ya* batin Naura dengan bertanya tanya.


"Boleh tau nama sosial media nya?" Tanya Dimas dengan senyum menggoda.


"Apaan sih ni orang, so kenal so dekat banget deh" gumam Naura dengan berlalu pergi meninggalkan Dimas.


"Eh tunggu, gw ga berniat jahat kok. Gw cuman pengen kenalan aja sama Lo" ucap Dimas.


Tak mau melayani ocehan Dimas, Naura memilih untuk pergi menyudahi acara belanja nya.


***


Keesokan hari nya, Naura sudah bersiap akan berangkat ke kantor baru nya. Naura sangat percaya diri untuk hari ini.


Setelah sampai di kantor, Naura di sambut begitu baik oleh beberapa bodyguard dan beberapa karyawan. Beberapa dari mereka tidak ada yang tahu siapa Naura sebenar nya.


Sedangkan yang lain nya sudah ada yang tau karena mereka di perintahkan oleh So Jun. Naura pun berjalan dengan anggun dan tenang. Naura melepaskan kaca mata hitam nya ketika dia sudah mendekati ruang rapat.


Semua mata yang ada di ruangan itu langsung tertuju pada sosok Naura yang katanya akan menggantikan posisi Darma.


Ketika sedang menjelaskan tentang diri nya, tiba tiba saja pintu ruang rapat itu di buka dengan paksa oleh seseorang sehingga semua orang yang ada di ruang rapat terkejut dengan sosok yang baru saja muncul itu.


"Apa apaan ini?".


"Saya itu adalah pemilik perusahaan ini, jadi kamu tidak berhak melengserkan saya dari perusahaan ini". Ucap nya dengan nada tinggi.


"Oh ya? Tapi seperti nya tidak begitu. Dulu ini memang milik mu, tapi sekarang ini adalah milik ku, milik ku seutuhnya" ucap Naura dengan tersenyum horor.


"Tidak bisa! Kamu tidak ada hak mengakui perusahaan ini. Karena almarhum istri saya menyerahkan perusahaan ini kepada saya" ucap Darma tak mau kalah.


"Oh ya, kalau begitu tunjukan tanda bukti nya" ucap Naura dengan senyum mengejek.

__ADS_1


"Ckck, jangan mengganggu jika tidak mau ku tendang dari perusahaan ini" ucap Naura dengan memberi isyarat agar Darma di tahan.


Para bodyguard yang mengerti pun langsung bergerak untuk menahan Darma agar tidak membuat ulah.


__ADS_2