Kisah Naura

Kisah Naura
episode 71 cahaya bulan


__ADS_3

Sedari tadi adrian pun hanya diam tanpa mau bicara sedikit pun, terakhir adrian bicara saat di kincir ria saja.


Naura pun mengetuk pintu kamar Adrian dengan sangat keras, karena takut Adrian tidak akan mendeng nya. Naura sudah mengetuk beberapa kali namun Adrian tak kunjung juga membuka pintu kamar nya itu.


Naura pun langsung berinisiatif masuk ke kamar Adrian. Namun ketika masuk Naura bisa melihat beberapa hiasan kamar Adrian yang jatuh ke lantai dengan berserakan di mana mana.


Naura pun melihat ke seluruh ruangan itu untuk mencari sosok Adrian, namun seperti nya Adrian tidak ada di ruangan itu.


"Adrian!" Panggil Naura.


"Lo di mana?" Tanya Naura dengan membenarkan hiasan kamar yang jatuh ke lantai.


"Ini bocah kemana sih" gumam Naura ketika tidak mendengar suara Adrian.


Ketika sedang membereskan hiasan kamar adrian, Naura bisa mendengar suara air dari dalam kamar mandi. Naura pun berasumsi jika Adrian ada di dalam sana.


"Adrian! Lo ada di dalam kan?" Tanya Naura untuk memastikan keberadaan Adrian.


Namun Naura sama sekali tidak mendengar jawaban dari dalam.


"Apa gw budeg ya maka nya ga denger suara adrian di dalam" ucap nya dengan menempelkan telinga nya di pintu kamar mandi.


"Adrian! Woy" teriak Naura dengan memukul pintu.


Karena penasaran, Naura pun membuka pintu kamar mandi itu dengan perlahan karena takut nya Adrian ada di dalam kamar mandi itu dan sedang telanjang.


Ketika pintu itu terbuka, Naura bisa melihat kaki Adrian yang sedang terlentang di lantai. Karena penasaran nya yang sangat besar, Naura pun langsung membuka pintu itu dengan selebar mungkin.


"Adrian!" Ucap nya dengan membulatkan mata.


"Adrian! Lo kenapa?" Tanya Naura dengan berlari menghampiri Adrian yang sedang terduduk di lantai kamar mandi dengan pakaian yang basah.


"Adrian buka mata Lo" ucap Naura dengan menepuk pipi Adrian.


"Aduh gimana ini? Ah gw panggil bunda aja" ucap nya dengan bersiap akan berlari.

__ADS_1


Namun belum sempat berdiri, tangan Naura sudah di cekal lebih dulu oleh Adrian.


"Ja_jangan" ucap nya dengan nada yang lemah.


"Hah!? Apa?" Ucap Naura dengan mendekatkan telinga nya ke arah mulut Adrian


"Jangan panggil_bunda" ucap nya dengan nada yang bergetar.


"Tapi badan Lo juga panas banget, gw harus kasih tau bunda" ucap Naura dengan memegang tangan Adrian.


"Gw_gapapa" ucap nya dengan tersenyum lemah.


"Gila ya Lo" ucap Naura dengan mengerutkan kening nya.


"Ah... Gk tau, ya udah berdiri sini gw bantu" ucap Naura dengan membantu Adrian berdiri.


Namun ternyata badan Adrian tidak se enteng yang Naura bayangkan, Naura hampir saja mengeluarkan seluruh otot nya karena membantu Adrian berjalan.


"Lo berat__banget sih..." Ucap nya dengan masih berusaha berjalan sempoyongan karena tidak bisa menyeimbangkan tubuh nya.


Mana ada manusia yang makan batu atau kayu, jika ada itu bukan manusia mungkin itu adalah mahluk jadi jadian.


"Kaki_gw...lemes banget Ra..." Ucap Adrian dengan Masih berusaha berjalan.


"Iya iya bentar lagi sampe di kasur kok Lo harus kuat ya" ucap Naura dengan melirik wajah Adrian.


Setelah bersusah payah akhir nya Naura bisa membawa Adrian sampai ke kasur nya. Adrian yang sudah terbaring di kasur pun langsung menutup mata nya begitu saja.


"Jangan dulu tidur, baju Lo basah. Ganti baju dulu ya" ucap Naura dengan menepuk pipi Adrian agar dia tidak tertidur.


Adrian yang sudah tidak bisa berkata kata lagi pun hanya mengangguk kan tanda setuju.


"Oke bentar gw ambil baju nya dulu" ucap Naura dengan berlari ke arah lemari besar yang tak jauh dari pandangan nya.


Ketika sedang memilih baju dan celana, seketika Naura tersadar dengan apa yang telah dia lakukan.

__ADS_1


"Kenapa gw berinisiatif buat ganti baju nya Adrian ya? Masa iya gw mau lihat tubuh nya Adrian sih, kan ga mungkin" gumam nya dengan sesekali memukul kepala yang suka lupa itu.


"Aduh bego bego, masa iya sih nanti gw harus buka celana nya juga" kini Naura pun sudah semakin bingung, Naura sama sekali tidak tahu apa yang harus dia lakukan. Alhasil Naura memilih jalan tercepat tanpa harus melihat sesuatu yang seharusnya tidak dia lihat.


"Adrian! Lo belum tidur kan?" Tanya Naura dengan menggoyang kan badan Adrian, Adrian yang masih bisa mendengar suara Naura pun hanya mengangguk tanda meng iyakan.


"Oke bagus" ucap nya dengan menepuk tangan satu kali.


"Jadi gini, gw ga mungkin buka baju dan celana Lo. Jadi__lo buka sendiri nanti gw bantu. Terus Lo ga perlu pake baju dan celana biar nanti ruangan nya gw kasih penghangat ruangan" ucap Naura dengan raut wajah yang sulit di artikan.


Adrian yang setuju dengan usul Naura pun, langsung membuka baju nya dengan masih terbaring di kasur nya. Naura yang tidak ingin melihat tubuh Adrian pun hanya bisa mengalihkan pandangan nya dari tubuh Adrian.


Dengan cepat Naura pun langsung menutup tubuh Adrian dengan selimut. Adrian pun langsung membuka celana nya di balik selimut itu.


Kini Naura bisa bernafas dengan lega karena Adrian masih bisa menyisakan tenaga nya untuk membuka pakaian nya.


Naura pun segera berlari ke sana dan kemari untuk mencari sesuatu yang bisa menurunkan kan panas nya.


Adrian yang sudah tidak bisa menahan diri lagi pun segera menutup mata nya rapat rapat agar di bisa tertidur untuk menghilangkan rasa pusing nya itu.


Sedangkan Naura dia masih saja setia di samping Adrian dengan sesekali mengompres Adrian dengan begitu pelan.


Naura takut jika demam nya ini di sebabkan oleh Naura, karena Naura yang sangat ingin ke rumah hantu akhirnya malah membuat Adrian menjadi seperti ini.


Jujur saja bahwa Naura sama sekali tidak tahu bahwa Adrian mempunyai trauma masa kecil. Pantas saja Adrian tidak mau di ajak ketempat gelap, bahkan ketika dia sendiri di dalam mobil Adrian lebih memilih untuk menyalakan lampu di dalam mobil nya.


"Huft... Padahal kalo gelap gelapan itu kan enak" gumam Naura dengan memangku dagu.


***


Karena lelah, Naura pun memilih untuk keluar dari kamar Adrian dan berjalan jalan di sekitar rumah Adian.


Naura sempat terkagum dengan pantulan cahaya bulan yang masuk dari sela sela jendela, warna nya begitu bagus sehingga membuat Naura betah untuk berdiam diri di situ lebih lama.


"Persis seperti di kastil" gumam nya dengan menikmati cahaya bulan yang menerpa wajah nya.

__ADS_1


Tak ingin berlama lama, Naura pun memilih untuk kembali ke kamar Adrian dan mengganti kompressan.


__ADS_2