
"Siapa sih dia?" Gumam Adrian dengan memandangi Naura.
Lampu yang sudah berubah menjadi hijau pun membuat Naura langsung menancap gas motornya. Di sepanjang jalan Naura hanya terkekeh ketika mengingat kelakuan Adrian yang sedang mengupil tadi.
Setelah beberapa jam lama nya, akhirnya Naura sampai di Depok. Naura tidak langsung pergi ke desa karena dia akan melakukan cek in terlebih dahulu di hotel terdekat.
Dengan cepat Naura melakukan cek in di hotel itu, setelah selesai Naura langsung berjalan ke arah motor nya terpalkir. Belum sempat sampai di tempat motor nya, Naura sudah di kagetkan oleh klakson mobil.
Naura yang kaget karena klakson mobil itu pun mendadak berhenti dan melihat siapa orang yang membuat nya terlonjak kaget.
"Adrian?" Gumam Naura dengan sesekali memandangi Adrian yang keluar dari mobil nya.
Adrian yang baru saja keluar dari mobil nya pun langsung berjalan menghampiri Naura yang sedang terpaku melihat kedatangan Adrian.
"Lo ngapain di Depok?" Tanya Adrian tiba tiba.
"Bukan urusan Lo" ucap Naura dan langsung memasang helm full face nya.
"Eh gw belum selesai nanya udah main cabut aja" ucap nya dengan menarik kerah jaket kulit yang di kenakan Naura.
"Ih... Apaan sih Adrian" ucap Naura kesal.
"Gw tanya Lo mau kemana?" Ucap Adrian dengan menekan beberapa kata.
"Kepo kaya dora" ucap Naura dan akan menaiki motor nya, namun kunci motor nya nya itu di rebut oleh Adrian dan di bawa pergi oleh nya.
"Sial*n balikin ga!" Ucap Naura dengan berusaha mengejar Adrian.
"Gw balikin tapi kasih tau gw dulu Lo mau kemana" ucap Adrian.
"Gw mau ke desa yang waktu itu, lagi ada urusan" ucap Naura sinis.
"Oh sama, ya udah kita bareng aja. Tunggu gw cek in dulu" ucap nya dengan mengedipkan sebelah mata nya.
__ADS_1
"Eh eh, Adrian..." Panggil Naura, namun panggilan nya itu tidak di tanggapi oleh Adrian sehingga membuat Naura kesal.
"Enak banget ya jadi dia, bisa seenak nya gitu" gumam Naura dengan melepas helm nya.
Kini Naura sedang duduk di jok motor nya dengan masih menunggu Adrian. Andaikan saja Naura bisa lebih cepat berangkat nya mungkin dia tidak akan bertemu dengan Adrian.
"Lama banget sih itu manusia" gumam Naura dengan mengipasi wajah nya.
Seperti nya jalan ke Depok akan baik baik saja, karena cuaca juga cukup panas.
Tak lama kemudian Adrian keluar dari dalam hotel dengan membawa helm full face. Sewaktu di dalam hotel itu, Adrian tidak sengaja berpapasan dengan seorang laki laki yang seperti nya akan cek in juga di hotel itu, dan akhirnya Adrian meminjam helm orang tersebut.
"Yuk" ucap nya dengan menggunakan helm full face nya.
"Ngasih kode kek kalo udah di dekat gw, kan kaget gw nya" ucap Naura kesal.
"Dari dulu juga gw udah kasih kode ke Lo, Lo nya aja yang pergi ninggalin gw" ucap Adrian dengan mengambil alih motor Naura.
*Kenapa jadi nyambung ke masa lalu sih* batin Naura.
Di sepanjang jalan Adrian dan Naura hanya saling diam bahkan Naura hanya akan bicara untuk memperingati Adrian agar berhati hati ketika melewati jalan yang berlubang.
"Lo ada urusan apa di desa ini?" Tanya Adrian untuk mencarikan suasana.
"Apa aja boleh" ucap nya.
"Serius!" Ucap Adrian
"Gw juga serius kali, lo aja yang baperan" ucapan Naura sukses membuat Adrian mencerna setiap kata kata yang baru saja Naura ucap kan.
"Maksudnya?" Tanya Adrian yang tidak mengerti.
"Lo sendiri ngapain ke desa ini?" Tanya Naura untuk mengalihkan pembicaraan.
__ADS_1
"Jangan coba coba buat ngalihin pembicara" ucap Adrian dengan nada yang sangat dingin.
"Sebenarnya gw ga mau tau, tapi gw cukup penasaran kenapa Lo pergi waktu itu dan lebih memilih laki laki itu dari pada gw" ucap Adrian dengan mengingat ngingat kejadian hari itu.
"Tapi kalo ini beda, gw mau denger langsung dari Lo. Lo kemana? Dan kenapa Lo milih laki laki itu?" Lanjut nya.
Naura bingung harus menceritakan nya atau tidak. Jika Naura memberitahu yang sebenar nya, Naura takut jika Adrian akan mengejar nya kembali.
Meskipun Naura belum lama mengenal Adrian tapi dia bisa paham dengan sifat Adrian. Ntah apa yang harus Naura katakan, saat ini Naura sedang menimang nimang konsekuensi yang akan dia hadapi nanti nya.
"Kenapa? Ga bisa jawab pertanyaan gw ya?" Tanya Adrian dengan menyunggingkan senyum.
"Lo ga perlu tau" ucap Naura dengan menahan gejolak di hati nya.
"Oh ternyata memang benar ya kalo Lo itu lebih milih laki laki itu. Apa sih yang Lo lihat dari dia? Harta? Wajah? Setatus? Atau apa" tanya Adrian.
"Gw udah bilang, Lo ga perlu tau tentang gw" ucapnya itu sukses membuat Adrian menghentikan motor nya sehingga membuat Naura terjerembab ke depan.
"Lo tau, seberapa menderita nya gw?" Ucap Adrian dengan suara yang mulai bergetar.
Adrian sedang berusaha untuk tidak menangis, karena dia berpikir bahwa laki laki itu tidak pantas menangis, maka dari itu Adrian akan berusaha untuk tidak menangis.
"Gw_gw berdoa setiap hari. Gapapa kalo memang Lo ga suka sama gw, tapi gw mohon... tolong singkirkan perasaan ini" ucapnya itu sukses membuat air matanya turun secara perlahan. Untung saja ada helm yang menutupi wajah sedih nya, dengan begitu Adrian tidak perlu hawatir dengan wajah nya yang jelek itu ketika sedang menangis.
"Gw mohon sama Lo Ra. Tolong kasih tau gw supaya gw tau apa yang harus gw lakuin. Apakah gw harus lupain Lo selama nya atau gw harus ingat Lo selama nya" ucap Adrian dengan nada yang bergetar.
Naura tidak tahu harus menjawab apa, karena kini dirinya pun sedang di landa kesedihan. Bukan ini yang Naura inginkan, dia hanya ingin bahwa dirinya bisa berkawan baik dengan Adrian. Tapi semua nya menjadi seperti ini.
"Kalo gw ngasih tau Lo soal waktu itu__apa Lo bakal mutusin Sabrina?" Tanya Naura dengan suara pelan.
"Kenapa memang nya? Lo takut gw ninggalin Sabrina atau Lo berharap gw ninggalin Sabrina?" Tanya Adrian.
Sedari tadi mereka hanya duduk di atas motor tanpa mau melihat wajah satu sama lain, kedua nya sangat merasa malu jika harus memandangi wajah yang sama sama sedang di landa sedih.
__ADS_1
"Apapun yang gw kasih tau ke Lo. Gw mohon, tetaplah bersama dengan Sabrina selamanya." Ucap Naura dengan sangat memohon.
"Lo tenang aja, gw ga akan ninggalin Sabrina hanya karena penjelasan dari Lo" ucapnya dengan percaya diri.