Kisah Naura

Kisah Naura
episode 35 ganti profesi


__ADS_3

Sedangkan Tiara, dia langsung menerobos masuk, hal itu sama sekali tidak menjadi sebuah permasalahan karena mereka sudah tau siapa Tiara.


Sesekali Bella akan menggoyangkan tangan dan kepalanya, karena menurut dia musik ini sangat enak untuk di dengar. Tiara meminta izin pada Bella untuk pergi mencari sumber job, sedangkan Bella dia sedang meminum bir.


Bagi Bella, meminum bir adalah hal yang sudah biasa dia lakukan, oleh karena itu dia tidak akan mudah mabuk oleh bir-bir yang ada di hadapan nya ini.


"Tiara mana sih lama banget" gumam nya dengan sesekali menoleh kanan dan kiri.


Tak lama kemudian Tiara datang dengan menggandeng seorang pria, seketika Bella jatuh cinta dengan tatapan pria itu. Mata yang begitu indah, dan bibir yang begitu **** seketika membuat Bella mabuk kepayang.


"Nih_" ucap Tiara dengan menyerahkan tangan pria itu pada Bella.


"Dimas" ucap nya dengan mengulurkan tangan.


"Bella" ucap Bella dengan senyum malu.


"Ingat bro, kasih dia duit yang banyak, soal nya dia masih perawan" ucap Tiara dengan mengedipkan sebelah matanya.


Kini Dimas sudah mengajak Bella ke sebuah ruang VIP, bar ini sangat luas. Tidak hanya tempat minum tapi bar ini juga berisi kamar dan tempat karaoke.


Kini kedua nya sedang duduk di ranjang, kedua nya belum memulai sesuatu. Bella yang gugup pun hanya bisa meremas tangannya dengan kuat.


"Sini, duduk dekat gw" ucap Dimas.


Bella yang menurut pun langsung duduk di sebelah Dimas, Dimas yang nakal pun langsung merangkul Bella dan satu tangan nya memegang paha Bella yang terbuka itu.


"Lo beneran masih perawan?" Tanya Dimas, dan hanya di angguki oleh Bella.


"Kayanya ini rezeki gw. Baru pertama kali gw dapat partner yang masih perawan kaya Lo" ucap nya dengan senyuman maut nya.


"Masa sih?" Ucap Bella malu malu.


"Iya beneran, dan sekarang__gw udah ga sabar mau makan Lo" ucap nya dengan perlahan mendekatkan wajah nya ke bibir Bella.


Dengan perlahan Dimas mencium bibir Bella dengan sangat lama, satu tanga nya masuk kedalam rok mini yang di gunakan Bella, dan terjadilah apa yang seharusnya terjadi.


Beruntung orang pertama yang merenggut kesucian nya adalah orang tampan, jika itu pria tua Bangka, sudah pasti Bella akan menyesal seumur hidup.


Setelah kedua nya kelelahan, kedua nya pun masing masing merebahkan diri di ranjang.

__ADS_1


"Kapan kapan kalo Lo butuh uang, cari gw aja. Gw suka sama cara Lo main " ucap Dimas.


"Ok" ucap nyq singkat dengan perlahan menutup mata.


Sekitar pukul 2 pagi, Ema masih mondar mandir di dalam ruang tamu, dia masih menanti kedatangan putrinya. Tadi Bella pergi begitu saja tanpa memberi tahu nya, Ema sudah sangat was was jika anak nya itu akan keluyuran di tempat tempat sesat.


Sesaat Ema akan duduk dan kemudian berdiri lagi untuk memastikan anak nya itu sudah pulang atau belum. Bahkan sudah di hubungi namun tetap saja tidak di jawab oleh anak nya itu.


Bella terbangun ketika jam 5 pagi, di samping nya sudah ada cek dengan nominal yang cukup banyak. Matanya begitu berbinar ketika melihat angka angka di kertas itu.


Padahal hanya melayani tapi Bisa dapat uang sebanyak ini. Bella tidak akan menyesali apa yang sudah dia lakukan, mungkin nanti nya Bella akan melakukan hal seperti ini untuk bisa mendapatkan uang yang sangat banyak.


Pukul setengah enam Bella sudah sampai di rumah yang menurutnya sangat butut itu. Ketika Bella membuka pintu, dia bisa melihat ibu nya yang duduk dengan meminum kopi di dekat pintu.


Sontak hal itu membuat nya kaget, karena Bella kira dia adalah mahluk jadi jadian.


"Dari mana kamu?" Tanya Ema dengan nada yang begitu berat.


"Cari uang" jujur Bella.


"Uang? Uang apa?" Tanya Ema dengan berdiri dari duduk nya.


"Kerja apa kamu hah?" Ucap nya dengan teriak.


"Menurut mamah?" Bella tidak akan menutupi hal ini, karena menurut nya mamah nya ini juga berhak tau atas apa yang dia lakukan.


"Jangan bilang kamu jadi.." ucapan nya tertahan ketika dia tau maksud arah pembicaraan Bella.


"Udah lah mah, bella butuh uang. Mamah kan tau Bella tuh ga suka hidup susah kaya gini" ucap nya dengan perlahan menutup mata.


"Tapi nanti kalo ada tetangga yang lihat gimana? Yang ada nanti kamu jadi bahan gosipan" ucap nya memperingati.


Omongan tetangga itu lebih tajam dari pisau, jadi hati hati saja.


***


Di hari libur ini, Adrian sedang bersantai dengan memainkan game di ponsel nya, sesekali Adrian akan bernyanyi. Varo yang melihat itu pun langsung tersenyum horor, karena satu ide jahil muncul di pikiran nya.


"Naura!" Teriak Varo dari luar kamar Adrian.

__ADS_1


Sontak teriakan itu membuat Adrian terbangun dari duduk nya dan langsung keluar kamar. Tapi ketika keluar kamar, Adrian hanya melihat Varo yang sedang membersihkan kuku nya.


"Mana Naura?" Tanya Adrian.


"Naura? Emang ada Naura di sini,?" Tanya Varo dengan wajah yang sedang menahan tawa.


"Lo sengaja ya" ucap Adrian marah.


"Iya. Emang kenapa?", Tanya varo dengan berkacak pinggang.


"Sialan Lo" ucap nya dengan berlari mengejar Varo.


***


Kini Adrian sedang berada di kamar nya dengan posisi kaki menyilang dan sedang menonton tv. Adrian sangat suka dengan serial film Malaysia yang satu ini.


"Hari gini masih nonton Upin Ipin, nonton Naruto dong" ucap nya tiba tiba.


"Apaan sih, ganggu aja deh" ucap Adrian dengan melirik sinis pada ayah nya.


"Nomer sepuluh dong, Ayah kan pengen nonton Naruto juga" ucap nya dengan ikut duduk di samping Adrian.


"Ayah kan punya tv di kamar" ucap Adrian dengan menyembunyikan remote.


"Tv nya udah di kuasai sama bunda" ucap nya dengan mengerucutkan bibir.


"Di ruang keluarga ada" ucap nya singkat.


"Ayah mau nya di sini" ucap nya dengan berusaha merebut remote yang di pegang Adrian.


"Ih ayah apaan sih. Ganggu banget tau ga, udah keluar sana" ucap dengan mendorong bahu ayah nya itu.


"Eh, eh, sebentar dulu. Besok kan kamu libur kuliah, ikut ayah ke kantor ya sekalian bantuin ayah. Biar nanti kalo kalian udah lulus terus kerja di kantor ayah ga grogi" ucap nya dengan tersenyum dan melenggang pergi dari kamar Adrin.


Sebenarnya Adrian sangat malas jika harus di ajak ke kantor, bagaimana tidak ketika Adrian sudah sampai di sana dengan Varo pasti mereka berdua menjadi pusat perhatian.


Tentunya hal itu membuat Adrian merasa tidak nyaman beda dengan Varo dia akan senang jika menjadi pusat perhatian.


Sepertinya Adrin melakukan kesalahan karena telah meng-iya kan keinginan ayah nya agar dia bisa sekolah jurusan manajemen bisnis.

__ADS_1


__ADS_2