Kisah Naura

Kisah Naura
episode 73 kamera yang tertinggal


__ADS_3

"Selama mbak tinggal di sini, mbak pernah ga lihat benda kecil bentuk nya kaya kancing baju" tanya Adrian pada si pemilik rumah.


"Emang itu apa?" Tanya nya.


"Itu kamera mbak" ucap Adrian dengan masih mencari nya ke sana ke mari.


Setelah mendengar itu pun, sang pemilik rumah langsung berlari ke kamar nya untuk mengambil sesuatu dari dalam sana.


"Mas, ini bukan?" Tanya nya dengan memperlihatkan sebuah benda berwarna hitam yang berbentuk seperti kancing baju.


"Iya bener mbak, mbak dapet dari mana?" Tanya Adrian.


"Saya juga ga tau, waktu itu ini buat mainan adik saya" jelas nya.


*Pantes aja ini udah ga berfungsi ke handphone gw* batin Adrian.


Tapi kini Adrian merasa lega karena kamera nya bisa balik ke tangan nya lagi. Mungkin ini lah yang bisa menolong Naura untuk kali ini.


"Ya sudah makasih ya mbak" ucap Adrian dengan berlalu pergi.


Adrian pun segera pulang menuju rumah nya untuk mengecek kamera itu dan akan di bantu oleh Varo.


Varo yang sedang bersantai di balkon kamar nya pun mendadak kesal karena Adrian datang mengganggu nya.


***


Tok tok...


"Iya sebentar" ucap Naura dengan berlari ke arah pintu itu.


"Siapa sih pagi pagi udah datang kerumah" gumam nya.


Ceklek...


"Selamat pagi mbak, ini saya mengantar kan paket" ucap si kurir.


"Paket? Saya ga ada pesan paket kok" ucap Naura heran.


Memang benar bahwa Naura sama sekali tidak ada memesan apa pun. Tentu saja Naura kaget karena ada kurir yang datang memberikan paket.


Karena penasaran Naura pun langsung menerima paket itu dan melihat siapa yang mengirim nya, namun ketika di lihat nama dari si pengirim hanya inisial huruf depan saja, sehingga membuat nya tambah penasaran.


"Siapa Ra?" Tanya Soo Hyuk dengan berjalan menghampiri Naura.


"Ntah lah, aku pun tidak tahu" ucap Naura dengan membuka isi dari kardus tersebut.

__ADS_1


Kini Soo Hyuk pun sudah semakin penasaran dengan isi yang ada di dalam kotak itu, begitu juga dengan Naura.


Ketika kotak itu di buka Naura bisa melihat secarik surat.


"Maaf, saya tidak bisa memberi tahu siapa saya. Lihat lah isi yang ada di dalam kotak itu, apakah itu benar barang yang kamu cari atau bukan. Jika benar itu adalah barang yang kamu cari, usaha kan untuk memegang nya dengan menggunakan alas karena di situ ada barang bukti sidik jari"


Begitu lah isi dari surat itu, Naura pun segera mencari barang itu dengan menggunakan alas seperti yang di katakan di dalam surah itu.


Naura pun mulai mencari cari benda apa yang di maksud kan di dalam surat itu, sampai akhir nya Naura melihat sebuah botol berukuran kecil dengan tulisan yang sudah hampir pudar.


"Apa ini ya?" Gumam Naura dengan masih mengamati botol itu.


"Apa itu botol racun?" Ucap Soo Hyuk, Naura yang mendengar ucapan Soo Hyuk pun langsung memandangi botol itu begitu lekat.


"Mungkin kah...?" Gumam Naura dengan raut wajah yang sulit di artikan.


***


Drt drt...


Darma yang mendengar handphone nya berdering pun langsung mengambil dari atas meja di hadapan nya itu.


"No tak di kenal? Siapa ya?" Gumam nya dengan melihat si no pemanggil.


"Ya halo dengan siapa?" Tanya Darma.


"Halo, pak mana uang yang bapak janjikan, uang yang kemarin sudah habis terpakai".


"Uang apa hah? Saya tidak pernah menjanjikan uang apa pun pada mu" ucap nya terheran heran.


"Bapak jangan pura pura lupa ya, kalo bapak tidak memberikan saya uang, saya akan laporkan pada polisi atas percobaan pembunuhan" kini darma yakin bahwa orang yang menelfon nya itu adalah salah satu dari orang suruhan nya.


"Heh jangan sembarang ya kamu"


"Kalau begitu cepat kirimkan saya uang sesuai dengan Ucapan bapak waktu itu"


"Baiklah akan saya kirim sekarang juga"


Darma yang kesal pun langsung mematikan telfon itu dan menunggu no rekening si penelfon.


"Siapa sih dia? Apa dia salah satu preman yang waktu itu ya" gumam nya dengan mengingat kembali wajah wajah para preman.


Sementara itu Adrian dan Varo sedang duduk di depan para preman itu dengan mendengarkan dia bicara pada Darma.


Adrian semakin yakin bahwa itu adalah Darma, karena dari suara nya juga sudah sangat jelas.

__ADS_1


"Bagus bagus" ucap Adrian ketika preman itu mematikan ponsel nya.


"Hehe jadi apa kami udah bisa pulang" ucap nya.


"Oh tentu belum, kalian masih harus bantuin gw. Tenang aja, kalian akan dapat pulus" ucap Adrian dengan tersenyum smirk.


***


"Hua... Lama lama gw jadi kaya" ucap Bella dengan menebarkan uang di kamar nya.


Hari ini Bella sengaja tidak menyimpan semua uang nya di bank, karena dia akan menghitung semua uang nya.


Bella sangat senang karena hari ini dia mendapatkan boxing-ngan dari orang orang kaya. Meskipun sudah tua tapi semua itu tidak masalah bagi Bella, yang penting uang nya mengalir pada nya.


"Gw mau beli mobil baru ah" ucap nya dengan merebahkan diri di atas uang uang itu.


"Gimana ya sekarang nasib Naura? Pasti sekarang dia lagi ketakutan, haha" ucap nya dengan gelak tawa.


Bella pun langsung mengambil handphone nya dan selayar di media sosial. Ketika sedang melihat melihat setatus teman teman nya, tiba tiba saja setatus Adrian muncul di beranda nya yang sedang foto di depan cermin dengan menampakkan badan nya yang bagus.


"Wah mantap banget, gw jadi mau deh sama Adrian" gumam Bella dengan terus memandangi perut Adrian yang seperti roti sobek.


"Ah pokonya gw harus ngerasain punya Adrian" ucap Bella dengan nada yang begitu semangat.


***


"Kak, apa tidak apa apa jika kita langsung melaporkan mereka ke polisi?" Tanya Naura.


"Tentu saja tidak apa apa, lagi pula kita sudah punya bukti begitu banyak. Tapi untuk barang bukti ini kakak tidak yakin, karena polisi pasti akan menganggap bahwa ini di manipulasi. Meskipun polisi tidak mengatakan itu, tapi aku yakin pasti mereka akan mengatakan bahwa mereka telah di jebak" ucap Soo Hyuk mengira ngira.


"Lalu apa yang harus kita lakukan?" Ucap Naura yang sudah mulai putus asa.


"Gw punya bukti satu lagi" ucap nya tiba tiba.


Naura dan Soo Hyuk yang kaget pun langsung menolehkan ke asal suara itu.


"Gw punya bukti yang lain" ucap Adrian dengan duduk di sebelah Naura.


"Maksud Lo?" Tanya Naura yang tidak mengerti.


"Lo inget kan, gw pernah bilang kalo ada satu kamera yang kurang?" Ucap Adrian mengingatkan Naura.


"Iya gw inget" ucap Naura dengan mengerutkan dahi nya.


Adrian pun langsung mengeluarkan flashdisk dari dalam jaket nya dan meletakkan nya di atas meja. Soo Hyuk yang paham dengan situasi ini pun langsung pergi untuk mengambil laptop nya.

__ADS_1


__ADS_2