Kisah Naura

Kisah Naura
episode 27 kebenaran


__ADS_3

Naura yang mendengar itu merasa sangat kesal, tidak hanya Naura bahkan ava pun merasakan hal yang sama. Sejak kapan Naura mengatai Bella anak haram?. Lalu setelah itu ema pun datang dan duduk di sebelah Bella dengan mengelus rambut Bella.


"Jangan hawatir, yang anak haram itu naura bukan kamu. Kamu itu adalah anak kandung papah, sedangkan Naura? Dia sama sekali bukan anak kandung papah kamu" ucap Ema dan di angguki oleh darma


"Hah? Beneran pah? Jadi selama ini Bella anak kandung papah" ucap Bella dengan pura pura kaget.


Sebenarnya Bella sudah tau akan hal itu, dan bella pun sengaja seperti itu tepat di dekat kamera pengawas yang Adrian pasang.


"Iya benar sayang, dulu waktu papah masih muda. Papah mu ini pacaram dengan mama mu" ucapnya dengan tersenyum menggoda ketika melihat Ema.


Sontak hal itu membuat Naura lemas seketika. Ntah ini hal yang memang benar atau itu semua hanya drama.


"Ommo, jinjah?" Ucap ava bergaya ala ala Korea


"Artinya?", Tanya varo


"Gk tau, aku cuman ikut ikutan aja" ucap ava dan masih mendengar ucapan mereka.


Kini Naura tampak sangat kalut, pikiran sudah kemana mana sampai Adrian memanggil pun naura tidak menjawabnya atau mungkin Naura tidak mendengarnya.


"Ra!" Panggil Adrian dengan menepuk pundak Naura


"Eh iya" ucapnya dengan senyum


"Gk usah dengerin ucapan mereka, belum tentu kan itu semua benar" ucap Adrian menenangkan


"Iya gw tau kok" ucap naura dan lanjut mendengarkan percakapan mereka.


"Tapi pah, Naura anak siapa?" Bella yang sudah tau pun dengan sengaja memancing suasana.


"Papah juga gk tau, dulu papah di jodohkan sama Veronika gara gara dia hamil di luar nikah. Dan akhirnya papa setuju, lagian papa juga cinta sama hartanya bukan orang nya"


Ctarrrr... Bagaikan petir di siang bolong. Tak hanya Naura, ava dan ddknya pun merasa sangat terkejut. Ntah ini benar atau tidak tapi jika di lihat dari wajah darma sepertinya itu memang benar. Naura juga sempat bingung, waktu itu Veronika mengatakan bahwa mereka saling cinta, sekarang darma bilang kalo mereka di jodohkan.

__ADS_1


Adrian mulai sangat hawatir melihat Naura yang sudah diam saja dengan meremas tangannya. Ntah apa yang di pikirkan Naura sekarang, ntah Naura harus percaya atau tidak. Tapi Naura akan menunggu kabar dari detektif itu, dia akan menunggu kejelasan nya.


Drttt drtt... Naura yang merasakan handphone nya bergetar pun langsung melihatnya, ternyata itu adalah sebuah pesan dari detektif yang sedang dia tunggu


Pesan...


Detektif: sepertinya saya melewatkan sesuatu. Sekitar 19 tahun yang lalu, ibu anda mempunyai seorang kekasih asal Korea Selatan, tapi hubungannya di tentang oleh orang tua ibu anda. Alhasil mereka melakukan kawin sirih tanpa di ketahu oleh kedua orang tuanya.


Naura: jadi siapa ayah saya yang sebenarnya?


Detektif: park so Jun, dia adalah ayah anda yang sebenarnya. Menurut kabar yang saya dapat mr. Park sering ke Indonesia untuk mencari anda, tapi sepertinya beliau tidak bisa menemukan informasi anda, karena ada seseorang yang dengan sengaja menutupi identitas anda.


Naura: baiklah terimakasih, saya akan mengirim uang nya


Detektif: sama sama


Kini ava dan ddknya di buat bingung dengan tingkah Naura, Naura yang masih fokus dengan handphone nya pun terhenti ketika selesai mendapatkan informasi dari detektif.


Adrian sangat bingung harus mengatakan apa pada Naura. sedangkan Naura, dia sama sekali seperti sedang tidak ingin di tanya. Kini naura sudah tau semuanya, dan kali ini juga, Naura tidak akan berbelas kasih kepada mereka.


"Eh gk jadi, hehe" tawa ava


"Hm" senyum Naura


"Santai aja, gw gapapa kok." Lanjutnya


"Seriusan kan Lo gapapa" tanya Adrian


"Hah... Sekarang gw tau semuanya" ucap Naura dengan bersandar di kursi dan menatap langit langit perpustakaan itu.


"Eh sebentar lagi kan ujian, gimana kalo kita belajar bareng" varo yang kini merasa suasana nya cukup sangat suram pun langsung mencairkan suasana.


"Yuk" ucap Naura antusias.

__ADS_1


Adrian merasa lega karena sepertinya Naura akan baik baik saja.


***


Sore ini, Naura tidak langsung pergi kerumahnya, dia akan pergi ke makam mamanya. Sudah lama sekali Naura tidak mengunjungi makan mamanya itu.


Kini Naura sedang menatap batu nisan itu, dengan hati hati Naura menyentuh batu nisan itu. Tak terasa air matanya mulai berjatuhan membasahi pipinya. Naura merasa sangat sedih sekali sampai sampai dia tidak bisa bersuara.


Dengan perlahan Naura menaburkan bunga yang baru saja di belinya itu. Lalu setelah itu Naura membaca Yasin untuk mengirim doa kepada mamanya.


Setelah Naura menjenguk almarhum mamanya, dia segera pergi dari sana. Naura masih di buat penasaran soal ayah kandung yang sebenarnya, Naura ingin sekali mencari tahu tapi bagaimana caranya?


Di Sepanjang perjalanan pulang, tak henti hentinya Naura memikirkan hal itu, sampai akhirnya Naura melihat mobil seseorang terpalkir di depan rumah nya. Dan menghalangi jalan mobil nya.


"Siapa si yang palkir di sini" gumam Naura dan segera turun dari mobil nya.


Ketika naura turun dari mobil nya naura melihat gerbang rumah nya terbuka, segera Naura melihat kedalam sana, ketika di lihat sudah ada wanita yang paling naura benci, yaitu si cabe rawit. Bagaimana bisa Bella mengetahui letak rumah Naura


"Hay, gk sopan banget Lo ya. Masa ada tamu di biarin aja, gk di suruh masuk" sapa nya dengan nada mengejek.


"Rumah gw terlalu suci buat di injek sama mahluk astral kaya Lo" ucap naura tak kalah pedas


"Ah udah deh, gw lagi males berdebat sama Lo. Ini!" Ucapnya tertahan dengan memberikan sesuatu


"Jangan Lo pikir gw bodoh ya," ucap Bella dengan senyum mengejek.


Naura sangat kaget karena Bella memberikan kamera pengintai yang di pasang oleh Adrian dan juga varo. Bagaimana bisa si cabe rawit ini tau.


"Gw tau kok semuanya. Dari pertama Lo kasih alat perekam suara jarak jauh, yang Lo kasih ke bi Ijah. Terus sama kamera pengintai ini" ucapnya dengan tersenyum horor.


Naura yang mendengar itu hanya menaikan sebelah alisnya, dengan sangat kesal juga naura menggenggam erat kamera tersebut.


"Oh iya, bi Ijah juga udah gw usir. Tuh gara gara ulah Lo bi Ijah jadi pengangguran dan gk punya uang sepeserpun" ucap nya dengan kembali duduk di kursi dekat dengan pintu.

__ADS_1


*Waktu itu gw emang sempet nyuruh bi Ijah buat nyimpan pulpen perekam suara kemana pun dia pergi. Gw juga bingung kenapa bi Ijah bisa ketahuan. Pantas aja waktu itu gw gk lihat bi Ijah, ternyata dia udah pergi* batinnya


__ADS_2