Kisah Naura

Kisah Naura
episode 69 rumah hantu


__ADS_3

Karena hari semakin malam, Naura pun memutuskan untuk masuk kedalam rumah hantu itu. Tak lupa, Naura menyuruh Adrian dan juga Varo untuk membeli tiket terlebih dahulu.


"Lo takut ga?" Tanya Naura pada Ava.


"Lo kan tau sendiri gw kaya apa. Kalo sama manusia oke lah, tapi kalo sama setan dedemit kaya gitu mana gw berani" ucap Ava dengan brigidik ngeri.


"Tapi Varo berani kan?" Tanya Naura.


"Kalo dia mah sama siapa aja berani, lamar gw sekarang aja berani" ucap nya dengan terkekeh.


"Anjay, slebew" ucap Naura dengan gelak tawa.


Tak lama kemudian Adrian dan juga Varo datang dengan membawa tiket masuk. Naura sangat tidak sabar untuk segera uji nyali di dalam sana.


"Kenapa harus kerumah hantu sih?" Ucap Adrian dengan wajah yang sudah di selimuti keringat dingin.


"Terserah gw dong, kalo Lo ga mau ikut, Lo bisa tunggu di sini" ucap Naura dengan berlalu pergi.


Adrian pun langsung mengikuti langkah Naura di belakang nya. Belum juga masuk, Adrian sudah bisa merasakan hawa hawa yang tidak enak.


Kini bulu kuduk nya sudah berdiri semua. Dengan sesekali Adrian akan meremas lengan Varo dengan sesekali melihat ke samping karena takut ada yang mengikuti nya.


Naura pun membuka pintu rumah hantu itu dengan perlahan. Ruangan yang di beri pencahayaan minim, beberapa kursi terlihat begitu buruk dengan beberapa bercak berwarna merah.


Dinding yang bergambar dengan tokoh pocong, mba Kunti, suster ngesot, dan lain lain.


"Ra balik yuk" ucap Adrian dengan merangkul lengan Naura.


"Ihh... Apaan sih, baru juga masuk udah ngajak balik aja" ucap Naura dengan menggenggam tangan Adrian erat, agar Adrian tidak merasa takut.


"Serem banget Ra" ucap nya dengan menyembunyikan wajah nya di dekat bahu Naura.


"Tenang aja, kalo ada setan nanti gw gaplok" ucap nya meyakin kan.


"Beneran?" Tanya Adrian memastikan.


"Ya enggak lah, masa iya gw gaplok, kan dia juga manusia" ucap Naura dengan cekikikan.


"Serius dong Ra" ucap nya dengan nada yang seperti akan menangis.

__ADS_1


"Iya iya, nanti kalo ada gw gaplok" ucap nya dengan berjalan menyusuri seluruh ruangan.


"Sayang, aku takut" ucap Ava merengek.


"Tenang aja, kan ada aku di sini" ucap nya dengan memeluk pinggang Ava.


"Nanti kalo tiba tiba ada setan gimana?" Tanya Ava.


"Ya tinggal lari" ucap nya. Memang benar, jika ada setan kita hanya perlu lari. Tidak perlu melawan nya, lari saja yang gampang.


Ketika sedang berjalan menyusuri ruangan itu, tiba tiba saja Adrian mendengar suara orang tertawa. Sontak Adrian pun langsung memeluk naura dengan menyembunyikan wajah nya di cekuk leher Naura.


"Ih kenapa si, sama suara doang takut" ucap Naura.


"Ahh!!" Teriak Ava ketika melihat pocong yang sedang mendekat ke arah mereka.


Sontak mereka pun berlari ke sana kemari karena panik. Naura yang awalnya berani pun mendadak kalang kabut ketika melihat teman teman nya ini panik.


"Gw bilang jangan panik, kalo kalian panik gw malah ikutan panik" ucap Naura dengan berteriak.


Naura pun sudah semakin pusing karena mereka tidak mau diam. Naura pun langsung mengambil tindakan dengan cara menarik tangan mereka ke sebuah ruangan yang tak jauh dari pandangan nya.


Namun Naura tau jika itu hanya manekin yang di pajang menyerupai mayat. Namun di antara itu semua, pasti ada salah satu di antara ini semua yang merupakan asli manusia.


Naura pun langsung melihat ke sebuah ranjang dekat dengan Adrian. Naura bisa melihat denyutan perut seperti orang yang sedang bernafas.


Naura pun bisa menyimpul kan jika yang ada di atas ranjang itu sudah pasti manusia sungguhan.


Naura pun langsung memberikan aba aba kepada mereka agar berdiri menjauh dari ranjang itu. Lalu naura memberikan isyarat kepada Varo agar segera melumpuhkan nya ketika dia bangun.


Varo pun langsung membuat ancang ancang ketika dia mengerti dengan isyarat yang Naura berikan.


"Gw hitung sampe 3 ya" ucap nya dengan berbisik.


"Satu... Dua... Tiga!" Ketika hitungan terakhir, Naura pun langsung membuka kain putih itu dengan sangat cepat. Sehingga orang yang sedang berbaring di atas ranjang itu pun terbangun dengan berlari ke sembarang arah.


Tak mau di lumpuhkan oleh mereka, orang tersebut pun langsung memegang tangan Adrian begitu erat.


Adrian bisa merasakan tangan manusia itu yang begitu dingin seperti mayat. Adrian pun semakin tegang, kini wajah nya sudah pucat pasi karena takut.

__ADS_1


"To_tolongin gw" ucap nya terbata.


Orang itu pun langsung menarik tangan Adian Agara dia bisa mendekat ke arah nya. Namun dengan sekuat tenaga adrian meronta rontak untuk meminta di lepaskan dari nya.


"Tolong!! Lepasin gw" teriak Adrian dengan mejam kan mata nya karena takut.


Varo pun langsung melumpuhkan orang itu sehingga dia pingsan di tempat. Kini Adrian sudah tidak bisa mengontrol diri nya lagi.


Tatapan nya perlahan semakin kabur, dadanya sesak, nafas nya tak beraturan. Kini bayangan dirinya ketika masih kecil pun perlahan menghantui dirinya lagi.


Varo yang panik pun langsung berteriak untuk menenangkan Adrian. Namun Adrian sama sekali tidak bisa mendengar ucapan Varo. Adrian hanya menampilkan wajah nya yang begitu panik dan juga takut.


"Tolong buka pintu nya, tolong! Bunda, tolong Adrian" ucap nya dengan menangis.


"Adrian kenapa?" Tanya Naura bingung.


"Kayanya trauma dia balik lagi" ucap Varo.


"Trauma apa?" Tanya Naura dengan berjongkok untuk menenangkan Adrian.


"Dulu dia pernah kekunci di ruang jenazah. Ya biasa lah anak anak. Sekitar 2 jam, kami baru bisa nemuin Adrian yang waktu itu udah pingsan" jelas Varo dengan masih berusaha menenangkan Adrian.


"Bunda tolong!" Teriak adrian dengan menangis.


"Adrian, Adrian! Lihat gw, tatap wajah gw. Ini gw Naura Lo jangan takut" ucap Naura dengan memegang kepala adrian agar dia mau menghadap ke arah Naura.


"Enggak! Enggak!" Ucap nya dengan suara yang bergetar.


"Adrian jangan takut, ini gw Naura. Sekarang dengerin gw, tarik nafas dalam dalam! Tenang! Tarik nafas lagi! Ya... Lagi. Sekarang pegang tangan gw, genggam seerat mungkin oke" ucap Naura dengan terus menenangkan adrian.


"Naura! Ini Lo kan, gw takut Ra" ucap nya dengan memeluk Naura.


"Iya ini gw, ya udah Lo harus berani buat natap yang ada di ruangan ini. Sekarang kita pergi ya" ucap Naura dengan mengelus rambut Adrian dengan sesekali mengelap keringat nya.


"Adrian pun hanya mengangguk kan kepala nya dengan berusaha berdiri dari duduk nya.


Di sepanjang jalan, tak henti henti nya Adrian merengek dengan menggenggam tangan Naura begitu erat. Ava dan Varo yang melihat keduanya pun sama sama baper karena tingkah romantis mereka.


Tanpa di sadari, mereka bisa menjadi lebih dekat dan saling perhatian satu sama lain.

__ADS_1


__ADS_2