
Adrian pun hanya tersenyum senang dengan mengambil bunga dan kotak berwarna merah itu.
Adrian pun berniat akan kembali namun ketika akan berjalan meninggalkan mobil Adian pun melihat anak kecil yang sedang menangis dengan memanggil nama ibu nya.
"Mamih!" Tangis nya.
"Adek, kamu kenapa?" Tanya Adrian dengan mengampiri anak kecil itu.
"Mamih aku ga ada, tadi aku lagi main lari lari sama temen ku, tapi mereka udah ga ada" ucap nya dengan merengek.
"Ya sudah, kakak bantu cari mamih kamu ya" ucap Adrian dengan memapah anak kecil itu.
"Kakak bawa Bunga untuk siapa?" Tanya nya ketika melihat Adrian membawa bunga.
"Ada deh" ucap Adrian dengan senyum senyum.
"Pasti buat pacar kakak kan" ucap nya menebak.
"Betul banget" ucap nya gemas.
"Cie cie..." Ucap nya dengan tertawa.
"Ih apaan sih, anak kecil itu ga boleh pacar pacaran loh" ucap Adrian pada anak kecil itu.
"Tenang aja, aku ga mau pacaran sebelum bisa cari uang sendiri" ucap nya dengan bangga.
"Wih,,, mantep tuh" ucap Adrian dengan tersenyum.
"Kiki!" Panggil nya.
"Mamih, kak itu mamih aku" ucap nya senang.
"Oh ya udah sana" ucap Adrian dengan mendorong pelan bahu anak kecil itu.
Dia pun langsung berlari begitu kencang menghampiri ibu nya. Sang ibu pun langsung menangis dengan memeluk nya begitu erat.
Adrian pun hanya tersenyum manis dengan berjalan meninggalkan mereka berdua. Di sepanjang jalan Adrian hanya terus tersenyum membayangkan bagaimana reaksi wajah Naura ketika dia lamar, pasti sangat lucu.
Adrin pun berjalan dengan sangat cepat karena dia tidak sabar lagi untuk cepat cepat melamar naura.
Dugh...
"Sorry" ucap nya dengan berlari begitu kencang menghampiri kerumunan.
"Ada apa ya?" Ucap Adrian dengan masih memandang ke arah kerumunan itu.
Adrian pun sama sekali tidak menyadari nya, adrian masih terpaku dengan memandangi kerumunan itu.
Setelah itu adrian melihat seorang wanita yang sedang di cekal oleh beberapa orang dengan berteriak.
__ADS_1
"Lepasin gw anj*ng" ucap nya dengan mengeluarkan kata kata kasar.
"Bella" gumam Adrian ketika melihat sosok wanita itu.
"Gw belum selesai nusuk perut dia, lepasin gw ga!?" Ucap nya dengan masih berusaha melepaskan diri.
"Nusuk??" Ucap Adrian yang masih tidak mengerti.
"Naura!" Ucap adrian ketika dia sadar apa yang telah terjadi dengan berlari ke arah kerumunan itu.
"Minggir! Minggir semua!" Ucap Adian dengan membelah kerumuman.
Adrian pun hanya membulatkan mata nya ketika melihat Naura yang sedang berlumuran darah dengan memegang pisau di bagian perut nya.
"Ra! Ra ada apa? Apa yang terjadi?" Ucap Adrian dengan memegang tangan Naura.
"Hey, gw gapapa" ucap Naura dengan nada yang begitu lemah.
"Apa nya yang gapapa, siapa yang udah buat Lo kaya gini Ra" ucap nya dengan terisak.
Kini Adrian sudah semakin bingung karena tidak tahu harus bagaimana, Adrian sudah berteriak agar segera memanggil ambulan.
Adrian pun langsung menolehkan kepala nya ke arah Bella yang sedang di cekal oleh beberapa orang.
"Ini pasti ulah Lo kan" ucap Adrian dengan menghampiri Bella.
Plak...
Satu tamparan keras itu berhasil mengenai pipi Bella yang putih nan mulus itu. Kini Adrian sudah tidak bisa menahan lagi.
Jika ini bukan di tempat umum, mungkin Adrian sudah mencabik cabik tubuh Bella dan membuang nya ke laut lepas.
Adrian pun kembali ke Naura, Naura pun hanya terdiam dengan tersenyum menahan sakit di sekujur tubuh nya.
"Ra, gw mohon Lo harus bertahan demi gw dan juga keluarga Lo" ucap Adrian dengan terisak
"Ah sial, kenapa jadi melow gini sih" ucap Naura dengan terkekeh.
Padahal naura sudah di banjiri dengan darah namun masih saja dia bisa tersenyum dengan mengatakan hal seperti itu.
"Ra udah Lo jangan ngomong apa pun, pokonya Lo harus tahan sampe ambulan datang Oky" ucap nya dengan masih menangis.
"Mana sih ambulan nya!" Teriak Adrian ketika ambulan belum juga datang.
"Bentar lagi Adrian!!" Ucap nya dengan nada yang mulai melemah.
Tak lama kemudian ambulan pun datang telap di kerumunan itu. Beberapa orang pun Langsung keluar dari ambulan itu dengan membawa tandu.
Adrian pun membantu orang orang itu membawa Naura ke dalam mobil ambulan itu.
__ADS_1
Kini Naura sudah tidak tahan lagi dengan rasa sakit yang menjalari seluruh tubuh nya.
*Tahan dulu, sedikit lagi kok* batin nya.
"Saya akan mencabut pisau nya, tolong tahan" ucap nya dengan memegang pisau yang masih menancap di perut Naura.
Sruk...
Pisau itu pun di cabut begitu saja dari perut Naura, sehingga Naura meringis karena sakit yang luar biasa.
Naura pun menutup mata nya dengan mengeluarkan cairan bening dari mata nya itu.
"Ra gw mohon, jangan tutup mata Lo" ucap Adrian dengan memegang tangan Naura.
"Gw gapapa, gw masih sadar kok" ucap Naura dengan masih menutup mata nya.
"Kenapa Lo__selalu bilang gapapa, kalo sakit t__tinggal bilang sakit... kenapa harus sampe kaya gini" ucap nya yang sudah tidak bisa lagi menahan air mata.
"Udah lah, gw gapapa kok" ucap nya dengan masih tersenyum.
Tak lama kemudian ambulan itu sampai di rumah sakit. Di sana sudah ada Soo Hyuk yang sedang menunggu ke datangan Naura dan juga Adrian.
"Naura! Apa yang terjadi dengan dengan mu" ucap Soo Hyuk dengan mata yang sudah berkaca kaca.
Namun Naura sudah tidak bisa lagi berkata kata, dia hanya tersenyum lemah dengan memandangi Soo Hyuk yang sudah mulai meneteskan air mata nya.
"Ra, kamu harus kuat, kamu tidak boleh meninggalkan kami" ucap Soo Hyuk.
"Mohon untuk tunggu di luar" ucap suster dengan menutup ruang operasi.
Adrian pun tidak bisa berhenti menangis, dia merasa bersalah karena sudah mengajak Naura keluar. Adrian mengira bahwa keadaan nya sudah aman, tapi seperti nya Adrian sudah salah prediksi.
"Apa yang terjadi dengan adik ku?" Ucap Soo Hyuk dengan berlutut di hadapan Adian yang duduk di kursi.
"Ntah lah aku juga tidak tahu, aku hanya pergi sebentar untuk mengambil bunga dan cincin karena aku berniat akan melamar nya. Tapi aku tidak mengira sewaktu aku kembali Naura sudah seperti itu. Ma__maafkan aku, a_aku gagal" ucap Adian dengan menutupi wajah nya.
Kini Soo Hyuk pun tidak bisa berkata kata lagi, dia hanya diam dengan sesekali menyeka air mata nya yang mengalir begitu deras.
Adrian pun melihat tangan nya yang gemetar dengan di penuhi darah. Dengan sesekali Adrian mengepal tangan nya dan menggenggam tangan nya dengan perasaan yang sangat sulit di artikan.
"Adrian!" Panggil nya.
"Bunda!" Ucap Adrian dengan berjalan menghampiri bunda Lisa
"Bunda na_Naura Bun" ucap nya dengan sesenggukan.
"Iya sayang sabar ya" ucap bunda Lisa dengan mengelus punggung Adrian.
"Bunda, Naura bakal baik baik aja kan__" ucap nya dengan masih menyembunyikan wajah di pelukan bunda nya.
__ADS_1