Kisah Naura

Kisah Naura
episode 45 perjalanan ke Depok


__ADS_3

"Mama!" Panggil Naura dengan berlari menghampiri nya.


"Naura kangen banget sama mama" ucap Naura dengan memeluk Dinda.


"Mama juga. Tadi malam Ava udah cerita sama mama semua nya" ucap Dinda dengan mata yang berkaca kaca.


"Maafin Naura, karena udah pergi tanpa pamit" ucap nya.


"Gapapa yang penting kamu ga kenapa kenapa" ucap nya dengan kembali memeluk Naura.


Dengan menunggu Ava yang sangat lambat itu pun, dengan sempat sempat nya naura ikut sarapan dengan Suga dan juga Dinda.


Ketika Dinda sedang melakukan sesuatu di dapur, Naura mulai menanyakan sesuatu pada Suga.


"Om, naura mau nanya_".


"Enak aja kamu panggil saya om, panggil saya papah juga dong. Masa sama istri saya panggil mamah sama saya panggil om, berdosa banget kamu ini" ucap Suga dengan sinis.


"Iya deh iya papah ku yang ganteng" ucap naura dengan tersenyum mengejek.


"Ya sudah cepat kamu mau nanya apa?" Ucap Suga.


"Gimana sama mata mata yang ada di rumah ini?" Tanya Naura dengan berbisik.


"Papah juga ga tau, waktu itu mereka pergi gitu aja. Bahkan mereka menolak uang pesangon" ucap nya dengan menyuapkan nasi.


"Seriusan?" Tanya Naura.


"Serius dong".


Selalu saja begitu, ketika Naura ingin mengungkap sesuatu pasti semua nya akan gagal. Apa mereka pulang begitu saja, atau karena Ema mengancam mereka semua.


Tak lama kemudian Ava turun dari kamar nya dan ikut makan bersama dengan keluarga nya. Tak lama kemudian juga, Ava dan Naura berangkat dengan menggunakan mobil Naura.


Kini mobil yang Naura pakai sudah bukan mobil kesayangan nya itu lagi, kini mobil yang Naura gunakan adalah mobil baru yang papah nya itu berikan ketika ulang tahun Naura.


"Wih asli, enteng banget ini mobil. Kalo mobil Lo yang dulu berat banget bawa nya" ucap Ava dengan mengelus stir mobil.


"Norak!" Ucap Naura dengan memainkan ponsel nya.

__ADS_1


"Rese banget Lo" ucap Ava dengan menarik rambut Naura.


"Sakit tau!" Teriak Naura dengan membenarkan rambut nya.


"Alay" balas Ava, dan berhasil membuat Naura kembali mengacak ngacak rambut Ava.


"Gw boleh nanya sesuatu ga?" Tanya Ava ragu, dan hanya di balas dengan anggukan Naura.


"Gimana hubungan Lo sama Adrian, secarakan Lo udah ketemu sama Adrian waktu ada acara di perusahaan nya" ucap Ava dengan sesekali melirik Naura.


"Ntah lah, gw juga bingung. Dan Lo juga pasti tau kalo Adrian udah punya pacar" ucap Naura. Sontak hal itu membuat Ava kaget, bagaimana Naura bisa tau sedangkan dia tidak pernah online di sosial media.


"Lo tau dari mana?" Tanya Ava.


"Dari mana aja__. Lagi pula gw ngerasa kalo Adrian memang bukan di takdirkan untuk gw" ucap Naura dengan tersenyum getir.


"Tapi yang bikin gw ngakak adalah__" ucapnya di gantung.


"Adalah?..." Tanya Ava dengan masih lurus memandangi jalanan.


"Dia ngira gw selingkuh sama Abang gw, haha" tawa Naura pecah ketika membayang kan malam itu.


"Ya gw juga ga tau, pikiran nya dangkal banget ga sih" ucap Naura dengan tertawa.


Ava yang merasa lucu dengan cerita Naura pun ikut tertawa dengan sesekali memegangi perut nya karena keram.


Karena lelah selama perjalanan mereka memutuskan untuk makan di pinggir jalan. Naura sangat senang karena bisa menikmati berbagai kuliner di Depok, bahkan sesekali Naura akan mengunggah nya ke sosial media.


"Uwah enak banget" ucap Naura dengan mengunyah tulang ayam.


Bukan Naura namanya jika memakan daging ayam tidak dengan tulang nya. Bahkan ketika memilih daging ayam, Naura akan memilih potongan ayam yang banyak tulang nya.


***


Kini kedua nya sudah sampai di pelosok desa tepat nya di daerah Depok. Hari itu juga ava langsung pergi ke desa yang sangat terpelosok dengan membawa berbagai alat alat medis dan beberapa obat obatan.


Mereka tidak bisa membawa mobil karena keadaan jalanan yang begitu rusak, bahkan untuk di lewati motor saja membutuh kan kesabaran yang sangat besar.


Naura dan juga Ava, menyewa tukang ojek untuk membawa mereka ke tempat tujuan. Di sepanjang jalan, Naura merasa sangat cape hati melihat jalanan yang rusak parah.

__ADS_1


Bahkan sesekali Naura akan tahan napas ketika melewati jalanan itu. Ketika musim hujan tiba, dari kota ke desa tersebut membutuhkan waktu 2 jam untuk melewati jalanan itu.


Tapi ketika musim kemarau tiba, perjalanan hanya membutuhkan waktu 1 jam saja. Itu lah perbedaan ketika musim hujan dan juga musim kemarau.


Ketika musim hujan tiba, air hujan akan lebih sering menggenang di permukaan tanah sehingga menyebab kan jalanan menjadi becek. Sedangkan saat musim kemarau tiba, jalanan akan kering dan memudahkan perjalanan dari desa ke kota.


Setelah 2 jam melewati jalanan yang begitu menantang, akhirnya Naura dan juga Ava sampai di desa tersebut. Ava segera berjalan ke sebuah rumah yang tidak terlalu besar itu tapi cukup membuat semua mata yang melihat nya terkesan karena warna cat nya yang begitu indah.


"Assalamualaikum" salam Ava.


"Waalauikumsalam"sahut nya.


"Selamat sore pak" ucap Ava dengan tersenyum.


"Selamat sore, dengan siapa ya" ucap lelaki paruh baya itu.


"Perkenalkan saya Ava, saya mendapat kan tugas dari rumah sakit untuk datang kesini" ucap Ava ramah.


"Oh neng Ava ya namanya, saya kira namanya Ava Adira" ucap lelaki itu dengan tersenyum canggung.


"Ya itu kan memang nama Lo" bisik naura pada Ava. Ava yang mendengar itu langsung menyenggol lengan Naura untuk berhenti tertawa.


"Silahkan masuk neng cantik, saya juga sudah menyiap kan kamar nya" ucap lelaki itu.


"Kalo neng yang ini namanya siapa?" Tanya lelaki itu dengan tersenyum ramah.


"Nama saya Naura pak, saya teman nya Ava" ucap Naura.


"Wah orang kota mah cantik cantik yah, putih lagi" ucap nya dengan mengacungkan jempol, Naura yang di puji pun langsung tersenyum malu.


"Eleh eleh, ini teh Dokter cantik yang dari Bandung ya" ucap perempuan paruh baya itu.


"Aduh mani geulis pisan (cantik banget)" ucap perempuan itu dengan membawa minuman.


"Nah perkenalkan saya itu RT di desa ini, dan ini istri saya. Nama saya Sarmin dan ini istri saya namanya Susi" ucap nya dengan tertawa bahagia.


Naura dan Ava pun hanya tersenyum canggung karena mereka sangat malu ketika berhadapan dengan mereka, ntah kenapa tiba tiba saja Naura dan Ava menjadi pemalu. Biasanya mereka akan ngerocos panjang lebar ketika bertemu dengan orang baru.


Malam itu setelah sholat magrib, semua warga telah berkumpul di depan rumah pak RT untuk sekedar ingin mendengarkan pengumuman yang akan di sampaikan oleh pak RT.

__ADS_1


"Ra, setidak nya Lo tau kan tentang obat obatan" ucap Ava dengan menunjuk kotak obat obatan.


__ADS_2