
"Lo tenang aja, gw ga akan ninggalin Sabrina hanya karena penjelasan dari Lo" ucapnya dengan percaya diri.
Setelah mendengar ucapan Adrian, Naura merasa sangat patah hati. Bukan itu yang ingin Naura dengar, dia ingin Adrian bersamanya.
Lalu Naura membuang pikiran jelek itu dari otak nya. Dia tidak ingin menjadi jahat, Naura juga tidak ingin menjadi orang ketiga di antara kebahagiaan mereka. Maka dari itu Naura memutuskan akan mengubur perasaan nya sampai semampu nya.
Dengan tarikan nafas yang begitu panjang, Naura mulai menceritakan kejadian hari itu di mana dia berjanji akan naik ke atas panggung dan menerima pernyataan perasaan Adrian.
Namun bukan nya bahagia justru Adrian merasa patah hati karena Naura pergi bersama dengan pria lain. Sedikit demi sedikit, Naura mulai menceritakan kedatangan kakak nya yang secara tiba tiba itu untuk menjemput diri nya agar mau ikut bersama nya ke Korea.
Awalnya Naura ingin menolak, tapi karena paksaan dan Naura juga butuh jawaban, akhirnya Naura pergi ke Korea, tanpa memberi tahu Adrian lebih dahulu.
Adrian yang mendengar cerita nya itu sangat geram, karena Naura menganggap dirinya seperti tidak penting.
Apa salah nya jika Naura memberitahu nya, dan tidak perlu menghilang secara tiba tiba. Apa lagi waktu itu Naura memberikan surat permintaan maaf, seakan akan Adrian merasa bahwa diri nya itu barang.
"Lo kejam ra_" ucap Adrian dengan menggeleng kan kepala nya.
"Kaya apa ya__jadi seakan akan Lo nganggap gw itu barang gitu. Kalo ga penting ya Lo tinggal, dan kalo penting Lo bawa dan Lo masukin ke koper kalo menurut Lo itu penting".
"Sebuah komunikasi itu penting Ra. Andaikan aja waktu itu Lo datangin gw dulu dan Lo kasih tau ke gw, meskipun Lo ga Nerima perasaan gw" lanjutnya.
"Gw ga ada mikir ke situ, yang gw pikirin itu cuman satu. Gw harus cepat ke Korea buat ketemu papah" ucap nya dengan mulai terisak.
"Ntah lah Ra, gw sama sekali ga paham dengan jalan pikiran Lo. Lo cerdas dan Lo pinter, tapi kenapa Lo ga bisa bijak dalam mengambil sebuah keputusan" ucap Adrian dengan sesekali geram dengan diri nya karena tidak bisa memahami jalan pikiran Naura.
"Satu hal yang bikin gw bingung sama diri Lo, yaitu jalan pikiran Lo sendiri" lanjut nya.
Adrian yang sudah tidak tahu harus berkata apa pun lebih memilih melanjutkan perjalanan nya, sudah sekitar 1 jam mereka berhenti di tengah jalan.
__ADS_1
Naura yang bingung dengan isi pikiran nya pun hanya memilih diam dengan meremas ujung jaket nya.
*Maaf, maaf. Gw salah, harus nya waktu itu gw bicara sama Lo dulu* batin Naura dengan mata yang berkaca kaca.
***
Setelah beberapa menit lamanya, akhirnya Naura sampai di tempat tujuan nya. Ketika mereka turun dari motor, kedua nya hanya saling diam tanpa mau bicara sepatah kata pun.
Adrian pun langsung berlalu begitu saja meninggalkan Naura sendiri di sana. Adrian mulai berjalan sendiri meninggal kan Naura, dan pergi menuju tempat tujuan nya.
Naura pun tidak banyak bicara dan hanya memandangi Adrian dari kejauhan. Agar tidak membuang waktu nya, Naura memilih untuk segera mengatur alat alat material untuk membangun sebuah gedung yang tidak terlalu besar itu.
Beberapa mobil sudah sampai di tempat, di antara nya masih ada yang terjebak di jalan karena licin. Untuk menghemat waktu, Naura pun menyuruh para pekerja nya untuk memulai saja.
Naura duduk di bawah pohon dengan menggambar sesuatu di sana. Tiba tiba saja satu tangan menyerahkan minuman dingin tepat di hadapan Naura.
Naura pun langsung menengadahkan kepala nya dan melihat siapa yang memberikan minuman itu pada nya.
"Hmm" jawab nya.
Naura pun segera membuka tutup botol itu, tapi ntah kenapa tutup botol nya itu sangat susah untuk di buka. Adrian yang melihat Naura kesusahan pun langsung mengambil alih botol itu dan membuka nya.
Naura yang melihat itu pun langsung tersenyum senang karena Adrian bisa peka terhadap nya. Naura yang sudah sangat kehausan pun langsung meminum nya sampai habis.
*Dasar cabe rawit* batin Adrian ketika melihat botol minuman yang dia berikan itu habis seketika.
"Nanti pulang gw nebeng lagi" ucap Adrian.
"Oke" jawab nya singkat.
__ADS_1
"Lo mau buat apa sih?" Tanya Adrian dengan melihat kearah pekerja.
"Gw mau buat toko sembako, kasihan kan mereka kalo harus pergi ke kota. Sedangkan jalan ke kota butuh waktu berjam jam" ucap Naura dengan masih fokus menggambar.
"Bagus juga pemikiran Lo" ucap adrian dengan tersenyum simpul.
"Lo sendiri ngapain di sini?" Tanya Naura.
"Buat jalan" ucap nya dengan menyandarkan diri di pohon.
"What!! Serius?" Tanya Naura.
"Ya iya lah masa bohong. Kata ayah, kalo gw dan Varo udah nikah mereka mau pindah ke sini, mau tinggal berdua di desa. Makanya itu gw di suruh mantau perkembangan pembuatan jalan" ucap nya dengan perlahan menutup mata.
"Terus apa hubungan nya tinggal di desa sama jalan?" Tanya Naura.
"Ya kalo mereka tinggal di sini udah pasti jalan nya harus bagus dong. Ayah paling ga suka sama jalan yang becek dan kotor" jelas nya.
Naura yang mendengar ucapan Adrin pun hanya manggut manggut tanda mengerti. Kini mata Adrian sudah sangat berat karena menahan ngantuk, ntah kenapa setiap saat di dekat Naura Adrian akan merasakan ngantuk yang begitu berat.
"Gw mau tidur bentar nanti kalo udah 30 menit bangunin gw" ucap nya.
"Yakin Lo mau tidur dengan posisi kaya gitu? Tuh tidur di situ aja" tunjuk Naura pada sebuah tikar.
Namun Adian menolak nya karena bagi nya tidur di samping Naura lebih membuat nya merasa nyaman. Tak butuh waktu yang sangat lama, Naura sudah bisa mendengar dengkuran Adrian.
Tiba tiba saja kepala Adrian jatuh ke pundak Naura. Tangan nya berusaha mencari sesuatu sehingga tangan Adrian mengandeng lengan Naura, seakan akan Adrian tidak mau di tinggal oleh Naura.
Naura ingin membangunkan Adrian, tetapi Naura cukup kasihan melihat Adrian yang begitu lelap dengan tidur nya.
__ADS_1
Sudah lebih dari dua jam namun Adrian tidak kunjung bangun dari tidur nya, karena takut Naura berusaha membangun kan Adrian namun sayang nya Adrian hanya mengganti posisi tidur nya sehingga sekarang ini Adrian sedang tidur di pangkuan Naura.
Ntah harus senang atau tidak, tapi Naura merasa bersyukur karena Adrian bisa mengganti posisi tidur nya sehingga Naura bisa memijat bahu nya yang seperti akan patah.