
"Baiklah, saya akan mencabut saham saya" ucapnya dengan berdiri dari duduknya dan melenggang pergi tanpa permisi.
"Hah... Bukannya dia ayah kamu Naura" ucap kepsek dengan membuang nafas kasar.
"Itu dulu, sekarang dia bukan ayah saya lagi" ucap Naura dengan tersenyum kecut
"Kenapa bisa begitu?", Tanyanya yang ingin tau.
"Ah itu sama sekali gk penting pak. Oh iya kenapa bapak membela saya?" Ucap Naura mengalihkan pembicaraan.
"Ah masalah itu, saya gk bisa kasih tau ke kamu. Cuman, ada orang yang berbaik hati menolong kamu" ucap kepsek dengan tersenyum.
"Siapa pak, boleh saya tau namanya?" Ucap Naura penasaran.
"Maaf bapak tidak bisa memberi tahu. Ayo pergi kekelas sana, jam pelajaran sudah di mulai dari tadi" perintah kepsek.
Naura hanya bisa berfikir siapa yang menolong nya. Apakah ava, mungkin bisa saja itu ava tapi orang tua nya kan tidak terlalu berpengaruh di dunia bisnis. Sedangkan ayahnya saja adalah seorang dokter. Ah ntah lah jika Naura tau nanti dia pasti akan berterimakasih.
"Lihat saja kamu Naura, saya gk akan biarin kamu hidup senang" ucap Ema. Ema segera mengambil handphone nya di dalam tas dan mengetik sesuatu di sana.
sebrang telfon
"halo, saya butuh bantuan anak buah kamu."
"saya sudah kirim foto ke kamu, terserah mau kamu apakan dia, yang penting buatlah hidupnya hancur."
"uang akan saya kirim DP nya, sisanya setelah kerjaan kalian selesai"
Ntah apa lagi yang akan di rencanakan Ema, sebegitu bencinya dia pada Naura.
"Ra tadi mereka ngomong apa aja?" Tanya ava dengan jalan beriringan dengan Naura
"Yah begitulah, tapi intinya mereka gk akan bisa semudah itu buat nyingkirin gw" ucap Naura
"Emang mereka minta Lo buat keluar dari sekolah ini?" Tanya ava
"Yap bener banget, tapi untungnya gw ini anak yang berbakat jadi kepsek juga akan berpikir dua kali kalo mau ngeluarin gw" ucap Naura dengan tersenyum smirk.
Ketika mereka sedang berjalan menuju kelas, mereka berpapasan dengan Bella, dari jauh Bella sudah tersenyum penuh kemenangan, karena sepertinya Naura akan keluar dari sekolah ini.
"Gimana? Pasti sekarang Lo lagi sedih karena keluar dari sekolah ini kan?" Ucap Bella dengan sesekali memainkan rambutnya.
"Hem.. tapi nyata nya rencana kalian gagal tuh" ucap Naura dengan tersenyum
"Ya gk mungkin lah, secara kan papah nanam saham di sini. Udah pasti kepsek di sini akan memilih saham dari pada manusia kaya Lo" ucap Bella percaya diri.
"Terserah deh, yang jelas gw tetap di sini." Ucap Naura dan segera meninggalkan Bella.
*Masa sih dia lolos lagi* batin Bella tak percaya
__ADS_1
*Gk bisa dibiarin nih, gw harus tanya ke mamah* batinnya, dan langsung mengetik sesuatu di sana. Dan tak lama kemudian Bella mendapatkan balasan dari mamanya.
"Sialan, jadi bener Naura gk keluar dari sekolah ini. Ah,,, gagal lagi kan jadinya" kesal Bella.
"Hebat Lo Ra" ucap ava dengan mengacungkan jempol.
Setelah mereka sampai di kelas, ternyata memang benar sudah ada guru yang sedang mengajar.
"Permisi" ucap ava
"Oh kalian berdua, masuk saja tidak apa apa" ucapnya. Tenang saja guru biologi ini sangat baik dan tidak akan memperpanjang masalah sampai harus di hukum segala.
"Nanti cerita" bisik Adrian, yang hanya di angguki oleh Naura.
Sewaktu jam istirahat, Naura sudah di hujani banyak pertanyaan oleh varo, ntah kenapa anak ini sangat kepo.
"Va Lo aja deh yang ngomong sama varo" ucapnya
"Kok gw sih" ucap ava yang sedang malas cerita.
"Karena Naura cuman boleh jawab pertanyaan gw aja" ucap Adrian dan langsung menarik tangan Naura untuk pergi ke kantin.
"Ya udah kita sama ke kantin aja, nanti aku kasih tau" ucap ava yang ikut pergi juga, dengan menceritakan semua yang Naura kasih tau.
"Adrian tunggu", teriak Bella
*Hadeh, cabe rawit* batin Naura jengah
*Ganggu banget sih, kalo gini terus kapan gw bisa Deket sama Adrian* batin Naura
"Bel, jangan gandeng gw dong gk enak di lihat anak anak" ucap Adrian yang mulai risih
"Anak anak? Kan kita belum punya anak" ucap Bella dan malu malu
*Aduh, ni anak beg*o apa pinter sih* batin Adrian jengah. Sedangkan Naura dia hanya bisa menggit bibir bawahnya untuk bisa menahan tawa, dengan sesekali Naura memalingkan wajahnya ke arah lapangan basket.
"Aduh duh sorry" ucap varo yang tiba tiba datang menubruk Bella, hingga Bella terpental ke depan. Sedangkan ava dia mulai mendekat kan Naura dan Adrian.
"Sialan kalian berdua" ucap Bella kesal
"Jaga omongan Lo" ucap Adrian dengan melemparkan tatapan sinis.
"Eh iya maaf," ucapnya dengan ikut jalan beriringan dengan Adrian.
Ketika sudah sampai di kantin mereka segera memesan makanan, dengan sengaja Bella menumpahkan air es di meja sehingga airnya mengenai rok Naura.
"Ra, rok Lo basah" ucap ava dengan mengelap ngelap rok Naura dengan tisu.
"Ups sorry gw gk sengaja" ucapnya dengan menutup mulutnya.
__ADS_1
"Iya gapapa kok santai aja" ucap Naura dengan senyum manisnya.
*Haha pasti Lo takut kan bales gw, secara kan Adrian itu lebih bela gw dari pada Lo* batin Bella percaya diri
*masa Naura gk bales sih,* batin Adrian yang berharap Naura akan membalas nya
Tak mau kalah, akhirnya Naura juga melakukan hal yang sama, sebelum itu Naura menambahkan banyak sambal kedalam mangkuk baksonya. Adrian yang melihat itu merasa aneh, kenapa Naura menambahkan banyak sekali sambal, memangnya dia kuat pedas?
"Oh iya, tadi katanya Lo gk sengaja ya numpahin minuman Lo" ucap Naura dengan mengaduk ngaduk baksonya dan sesekali menyeruput kuah nya.
*Anjim pedes banget* batin Naura dan langsung meminum air es nya.
"Iya tadi gw gk sengaja" ucapnya pura pura sedih.
"Oh gitu, ya udah nih habisin bakso gw soalnya pedes banget" ucap Naura dengan menumpahkan baksonya di mangkuk bakso Bella, seketika bakso nya itu tumpah dan mengenai rok Bella.
"Ups, sorry gw gk lihat tadi kalo udah penuh" ucap Naura dengan pura pura bersalah.
"Punya mata gk sih Lo" marah Bella
Adrian hanya tersenyum puas, ternyata Naura punya cara tersendiri untuk membalaskan perbuatan Bella.
"Dari pada Lo banyak b*cot mending Lo cepetan ke toilet, nanti anu mu panas loh" ucap ava menahan tawa
"Urusan kita belum selesai" ucap Bella marah dan segera pergi.
"Huh sahabat gw nih emang paling top, gk ada yang bisa ngalahin dia pokonya" ucap ava dan sesekali tertawa.
"Eh Ra rok Lo basah gimana dong" tanya ava
"Bentar lagi juga kering" ucap Naura dengan memakan bakso ava
"Tapi masalahnya Lo kaya orang abis ngompol tau gk" ucap ava. Ava melihat sekitar dan melihat ada adik kelas yang memakai jaket.
"Eh dek dek,"panggil ava
"Saya kak" ucap bocah tersebut
"Iya kamu, kesini sebentar" ucap ava
"Ada apa ya kak," ucapnya takut takut
"Boleh pinjam jaket kamu gk, besok kakak kembaliin" ucap ava.
"Sembarangan Lo, itu jaket orang gk modal banget sih" ucap Naura kesal.
"Ye gapapa kali, kan besok Lo cuci juga" ucapnya
"Ih apaan sih gk mau. Dek kamu pergi aja, maaf ya" ucap Naura, dan bocah itu segera pergi dari hadapan mereka.
__ADS_1
"Udah udah, nanti biar pake jaket gw. Jaketnya ada di mobil nanti gw ambil" ucap Adrian dan segera pergi menuju palkiran.
Ketika Adrian sudah mengambil jaketnya dan akan kembali ke kantin tiba tiba saja Bella datang dan mengambil jaketnya.