
Untung saja ada Sabrina, Sabrina selalu pandai membuat Adrian merasa lebih baik. Bahkan ketika Adrian terpuruk karena kenangan masalalu pun, Sabrina turut hadir untuk menyemangati nya.
"Lagi mikirin apa sih?" Tanya Sabrina dengan memakan beberapa cemilan.
"Mikirin kamu" ucap Adrian dengan tawa cekikikan.
"Ih... Bisa aja deh" ucap Sabrina malu.
"Aku boleh nanya ga?" Tanya Adrian ragu.
"Boleh dong".
"Seandainya... Kalo suatu saat nanti kita putus gimana?" Tanya Adrian. Sabrina yang mendengar itu pun langsung menghentikan makan nya, sebab pertanyaan Adrian sangat aneh bagi nya.
"Kalo kita putus, itu artinya kita ga jodoh" ucap Sabrina dengan tersenyum.
"Emang kamu ga akan marah?"
"Ngapain marah? Kan emang udah takdir nya" ucap Sabrina dengan sesekali memandangi kaki nya yang sedang memainkan jari jari nya.
"Lagi pula, kenapa kamu nanya kaya gitu? Kamu udah ada niatan mau mutusin aku?" Tanya Sabrina dengan meneliti di setiap sudut wajah Adrian.
Kini Adrian tidak bisa berkata apa apa lagi, Adrian sangat bingung dengan situasi saat ini. Di satu sisi dia masih sangat mencintai Naura, tapi di sisi lain Naura lah yang membuatnya patah hati.
Di samping nya sudah ada wanita yang sangat tepat bagi nya, tapi hati Adrian tetap pada Naura. Sedangkan Adrian tidak tahu pasti bagaimana isi hati Naura saat ini, apakah dia masih suka atau mungkin Naura sudah mempunyai dambaan hati yang lain.
"Ga bisa jawab?" Ucap Sabrina dengan tersenyum miring.
"Ah sudah lah, yuk pulang besok kan kamu kerja. Aku juga besok ada acara di perusahaan ayah" ucap nya dengan menggandeng tangan Sabrina.
Setelah mengantar Sabrina ke rumah Adrian segera melajukan mobil nya untuk menuju rumah. Dengan sangat gontai, Adrian berjalan menuju kamarnya. Adrian duduk di pinggir ranjang dengan sesekali melihat foto yang dia balik itu.
Lalu Adrian membalikan bingkai foto itu, dan menatap nya dengan lekat.
"Gw pikir, gw udah melupakan masalalu. Tapi nyatanya gw ga bisa. Setiap ingat Lo, air mata gw masih aja menetes tanpa gw sadari" gumam nya dengan mata yang mulai berkaca kaca.
***
Hari ini Adrian sedang mempersiapkan semuanya. Mempersiapkan mental, dan mempersiapkan hati.
Adrian berjalan menyusuri lobi perusahaan bersama ayah nya, begitu banyak kamera yang sedang menyoroti dirinya.
Kini Adrian sedang berjalan jalan di dalam perusahaan itu dengan sesekali meminum sebuah jus yang sudah di sediakan. Adrian merasa sangat sesak sekali di dalam sana.
__ADS_1
Adrian memutuskan untuk keluar sebentar dan berjalan jalan di luar perusahaan, namun belum melangkah jauh, Adrian menabrak seorang gadis.
"Sorry" ucap nya dengan membungkuk hormat. Setelah membungkuk gadis itu langsung bergegas untuk pergi.
Namun sayang nya belum sempat gadis itu pergi tangan nya sudah di cekal lebih dulu oleh Adrian. Sontak gadis itu langsung membalikan badan nya.
"Naura!" Gumam Adrian.
*Adrian!* Batin Naura.
Kedua nya saling pandang begitu lama, Naura yang sangat merindukan Adrian, hanya bisa memandang nya tanpa bersuara.
Kini Adrian merasa goyah karena bertemu dengan Naura setelah 4 tahun lama nya. Naura masih sama seperti dulu, tidak ada yang berubah sedikit pun.
"Semesta memang suka bermain rahasia ya!" Ucap nya dengan menyunggingkan senyum. Lalu Adrian melepaskan cekalan nya dan berlalu begitu saja meninggalkan Naura.
Ntah apa yang harus naura lakukan, kini dirinya merasa sangat bersalah karena meninggalkan Adrian tanpa menjelaskan nya.
"Naura!" Panggil seorang wanita.
Naura hanya terpaku melihat sosok wanita paruh baya itu. Kini Naura semakin takut untuk menghadapi situasi ini.
"Ini beneran kamu kan?" Tanya bunda Lisa.
Grep... Bunda Lisa langsung memeluk naura begitu erat, dengan menangis. Naura yang merasa bersalah dan sedih pun langsung ikut menangis di pelukan bunda Lisa.
"Maafin Naura, Naura udah nyakitin kalian" ucap nya dengan menangis.
"Gapapa nak, kamu pasti punya alsan sendiri buat pergi" ucap bunda dengan mengelus pundak Naura.
"Terus gimana sama Adrian Bun, dia pasti marah banget sama Naura" ucap nya dengan mengusap air mata.
"Itu udah pasti, butuh waktu buat Adrian agar bisa sembuh dari lukanya. Tapi sekarang kamu muncul di hadapan dia, sudah pasti Adrian merasa luka nya terbuka kembali" ucap bunda dengan ikut mengusap air matanya.
"Naura!" Panggilnya.
"Kak" ucap Naura dengan melambaikan tangan nya.
"Kakak?" Ucap bunda Lisa dengan heran.
"Iyah Bun, dia kakak kandung Naura satu ayah beda ibu" ucap nya dengan menunjuk ke arah Soo Hyuk.
"Namanya Park Soo Hyuk, dan yang itu dia papah kandung Naura yang sebenarnya park so Jun" ucap Naura dengan menunjuk kearah papah nya.
__ADS_1
Kini bunda Lisa sedang berusaha mencerna setiap kata kata yang baru saja Naura ucapan kan. Sebenarnya naura ini siapa kenapa dia begitu penuh dengan teka teki. Naura yang peka dengan tatapan bunda pun langsung menceritakan nya.
"Cerita nya panjang Bun, Naura ga bisa cerita sekarang" ucap nya.
"Cerita seadanya dulu, acara nya juga masih lama" ucap bunda Lisa dengan menarik Naura kesebuah kursi.
"Ayo cepat cerita, bunda penasaran" ucap nya dengan mendesak Naura agar mau cerita.
"Huft... Jadi waktu itu..."
Flashback on
"Annyeong" ucap nya dengan tersenyum cool.
*Anjir oppa Korea, pantes aja mukanya agak beda sama orang Indonesia* batin Naura dengan detak jantung yang nyaris loncat keluar.
"Kenapa diam saja di situ, kemarilah" ucapan kepsek sukses membuat lamunan Naura bubar.
Naura yang sudah kembali sadar dari halu nya pun langsung berjalan mendekat dan duduk di sebelah orang tersebut bahkan Naura sempat menyapanya dengan senyuman canggung.
"Kamu tau dia siapa?" Tanya kepsek.
"Enggak tau sih pak" ucap Naura dengan cengir kuda.
"Baiklah, saya akan keluar. Silahkan kalian bisa berbicara dengan bebas di ruangan saya" ucap kepsek dengan tersenyum.
Sudah sekitar 5 menit sejak kepsek keluar dari ruangannya, Naura masih tetap dengan posisi duduk nya. Pikirannya berkecamuk karena tidak tahu harus membicarakan apa. Akhirnya pria itulah yang memulai pembicaraan.
"neoui ileum-eun Naura maj-ji? (Namamu Naura kan?)" Ucapnya.
"Hmm, ya benar" ucap Naura.
"Oh I forgot, you're Indonesian (oh aku lupa, kamu kan orang Indonesia)" ucap nya dengan memijit kening.
*Ini orang kenapa sih, ngomong aja pake muter muter* batin Naura dengan melirik ke arah pria itu.
"My name is Park Soo Hyuk" ucap nya dengan melirik kearah Naura.
"Oh ya" ucap Naura singkat.
"Aih,,, berhenti lah bersikap seperti itu, aku ini kakak mu (ucapan dalam bahasa Inggris)" Ucapan nya sukses membuat Naura melotot seketika.
"Ah, mungkin kamu sulit percaya dengan ucapan ku. Tapi memang benar adanya, aku di suruh appah (ayah) untuk menjemput mu." Ucap nya serius.
__ADS_1