Kisah Naura

Kisah Naura
episode 18 kembali sadar


__ADS_3

Semua orang hanya bisa berdoa dan berharap semoga saja Naura bisa sadar kembali. Sedangkan Bella dan ibunya dia semakin berkuasa karena Naura sudah koma dan tinggal menunggu kabar kematiannya saja.


Adrian yang sudah selesai mandi langsung pergi ke taman dekat dengan rumah sakit, karena di sana sudah ada ava yang menjaganya.


Adrian berjalan dengan sangat pelan dan sesekali menendang krikil di jalanan taman. Sesekali Adrian menatap langit dan melihat awan awan yang bergumpal di atas sana, di pandangan Adrian dia bisa melihat Naura yang sedang tersenyum padanya, seketika Adrian membalas senyuman itu.


Adrian duduk di sebuah kursi di bawah pohon, semilir angin yang menerpa wajahnya, semakin membuat nya merasa kesepian. Adrian selalu berdoa pada Tuhan agar Naura segera bangun, tapi ntahlah. Yang berdoa bukan hanya Adrian, tentu saja banyak yang berdoa, dan mungkin juga Tuhan sedang mengabulkan doa mereka terlebih dahulu. Adrian yakin Tuhannya ini pasti sangat kewalahan menerima doa dari setiap manusia yang ada di bumi ini.


Sedangkan itu, ava sedang tidur dengan posisi memegangi tangan Naura, tiba tiba saja varo datang dan membangunkan ava untuk pergi ke kantin, dan ava pun menyetujuinya karena dia juga sudah bisa merasakan perutnya yang berbunyi.


Dialam bawah sadar Naura...


"Mah, Naura ikut mama aja ya" ucap nya dengan berjalan di Padang rumput.


"Gk bisa, kamu harus membongkar kejahatan Ema dan anak nya dulu" ucap nya menjelaskan


"Tapi mah__"


"Gk bisa! Orang orang di sana masih berharap kamu hidup. Kalo km ikut mamah berarti kamu akan meninggalkan mereka" ucap nya Menjelaskan


"Udah saatnya kamu kembali. Kembalilah!" Perintahnya, tiba tiba saja bayangan mama nya itu memudar. Naura ingin ikut dengan mamanya tapi dia juga tidak bisa karena dia harus membongkar kebusukan Ema dan anak nya.


Cahaya ruangan yang begitu terang, membuat mata Naura menyipit untuk bisa membiasakan matanya di hamparan cahaya lampu itu. Warna cet dinding bernuansa putih juga menambah kesan terang terkena pantulan cahaya lampu sehingga membuat mata Naura semakin menyipit.


Dengan perlahan Naura membuka matanya dan sedikit demi sedikit menggerakkan tangannya.


"Apa yang terjadi sama gw ya" gumam nya dan melepas alat bantu pernafasan.


"Gw pingsan berapa hari sih sampe bisa lupa kaya gini" ucapnya dengan memijit mijit kepalanya. Dengan mengumpulkan nyawanya Naura berusaha mengingat kejadian hari itu, sedikit demi sedikit ingatannya mulai terkumpul dan dia pun bisa mengingatnya. Naura mulai menyandarkan badannya ke ranjang tempat dia di rawat.


Ceklek...


Suara pintu ruangan itu terbuka, dan menampakkan sosok Adrian. Adrian masih terdiam ketika melihat naura yang sudah duduk di ranjang.


"Naura!" Ucapnya dan mulai berjalan secara perlahan kearah Naura. Naura yang merasa namanya terpanggil pun langsung melihat ke asal suara.

__ADS_1


"Siapa ya?" Ucap nya dengan suara lirih


"Ra ini gw Adrian" ucapnya dengan memegang tangan Naura.Naura yang merasa Risih pun langsung menepis tangan Adrian,


"siapa si jangan so kenal deh" ucapnya dengan menarik tangan dari Adrian.


Adrian pun merasa aneh dengan sikap naura yang seolah olah tidak mengenalnya.


Sedangkan ava, dia baru saja masuk dan melihat Naura yang sudah sadar, langsung kegirangan dan berlari kearah Naura.


"Ra Lo udah sadar, gw seneng banget" ucap ava dengan memeluk Naura. Namun ava merasa aneh karena tidak ada respon dari naura. Ava segera menyudahi pelukannya dan melihat wajah Naura, setelah itu ava melihat wajah Adrian Yang juga tampak aneh.


"Kalian siapa sih" ava yang mendengar itu langsung melirik Adrian untuk meinta penjelasan.


"L_lo gk kenal gw" ucap ava dengan menunjuk dirinya. Naura hanya menggeleng kan kepalanya tanda tidak Tahu.


"Ra jangan becanda" ucap ava yang matanya sudah memerah


"Secepat itu Ra Lo lupain kita" ucap Adrian dengan menundukkan kepalanya, Begitu juga ava yang berkali kali menyeka air matanya.


"Adrian, ava" ucapnya lirih. Adrian dan ava sama sama menegakkan pandangan nya ke arah Naura


"Nauraaa...", Tangis ava pecah


"Gu_gw kira, Lo beneran lupa sama gw" ucapnya dengan memeluk Naura erat


"Gk mungkin lah gw lupa sama Lo" ucapnya dengan menepuk nepuk pundak ava


Setelah itu Adrian masih terdiam dengan memandangi Naura, Naura juga hanya bisa membalas pandangan itu dan berharap Adrian akan mengatakan sesuatu.


"Lo gk mau peluk gw" ucap Naura pada Adrian. Ava yang mendengar itu langsung keluar ruangan dan akan memanggil papahnya.


"Gw bisa denger setiap ocehan lo" ucap Naura. Adrian yang mendengar itu langsung berjalan mendekat dan memeluk Naura dengan sangat erat.


"Maafin gw! Maafin gw karena gk bisa jaga Lo" ucap Adrian yang berusaha menahan air matanya

__ADS_1


"Gapapa, ini juga kan bukan salah Lo" ucap Naura.


Setelah mereka selesai berpelukan, dokter Suga datang dan akan memeriksa Naura, Naura yang melihat itu sangat antusias dan langsung memeluk Suga.


"Om, Naura kangen" ucapnya dengan memeluk Suga


"Sudah sudah, nanti lagi pelukan nya. Kamu harus om periksa dulu, cepat berbaring" perintah nya dan langsung di angguki oleh Naura, dengan senyum senyum Naura melihat om Suga yang sedang memeriksa nya.


"Gimana om, Naura udah sehat kan" ucap Naura berharap.


"Ini termasuk keajaiban buat kamu Ra, kamu itu wanita yang kuat, maka dari itu kamu bisa sadar kembali" ucap om Suga dengan mengelus ngelus pucuk rambut Naura.


"Jadi Naura boleh pulang om?", Tanya Naura.


"Belum boleh kamu harus kami pantau dulu" ucap om Suga menerangkan. Naura langsung mengerucutkan bibirnya karena kecewa, Naura kira dia bisa keluar hari ini juga, tapi sepertinya tidak.


Setelah memeriksa Naura, Suga segera melenggang pergi untuk memeriksa pasien lainnya. Ava dan Adrian mulai mendekatkan diri mereka di ranjang Naura.


"Mau nanya. Gw gk sadar udah berapa Minggu?" Ucapnya dengan menggoyang goyangkan kakinya.


"Apanya yang Minggu. 1 tahun tau gk", ucap adrian dengan mengangkat satu kakinya


"What? Seriusan? Kok bisa?" Naura yang kaget langsung duduk kembali di ranjangnya


"Harusnya gw yang nanya, Lo ngapain aja di alam bawah sadar Lo, sampe sampe gk mau bangun", ucap ava ngegas


"Oh itu gw lagi sama mama" ucapnya mengingat lagi pertemuan dengan sang almarhum


"Hem... Pantes aja Lo betah" ucap ava dengan berdehem


"Gimana orang yang udah buat gw Kaya gini?" Tanya Naura


"Kejadian ini emang ulah mama tiri Lo, tapi gw belum punya bukti kuat" ucap adrian menjelaskan.


"Sekarang Lo percaya kan Bella sama mamanya itu jahat" ucap ava sinis pada Adrian

__ADS_1


"Sejak awal juga gw udah tau" jelas Adrian dengan melipat kedua tangannya di dada


"Jadi selama ini__" seketika Naura menutup mulutnya tak percaya, bahwa Adrian selama ini membantu nya untuk membongkar kebusukan ibu tirinya.


__ADS_2