
"Raaaa" tangis ava pecah dengan lari memeluk Naura.
"Ra, Lo gapapa hah. Gw hawatir banget pas denger cerita dari Adrian" ucap ava yang masih menangis.
"Gw gapapa, gw baik baik aja kok." Ucap Naura.
"Tapi kenapa Lo gk angkat telfon dari gw" tanya Adrian yang tak kalah ikut kesal.
"Ah ayo kita keruang tamu, kita duduk duduk dulu yuk" ajah Naura.
"Ra ini tangan Lo, kenapa bisa kaya gini" ucap ava yang masih menangis.
"Gw yakin Lo pasti udah tau" ucap Naura.
"Lo belum jawab pertanyaan gw," ucap Adrian
"Oh... Soal itu gw juga belum lihat hp gw. Kayanya jatuh di jalan mungkin, tapi perasaan enggak deh kayanya" ucap Naura mengingat ngingat kembali.
"Coba Lo telfon lagi" ucap Naura. Ketika di telfon ternyata arah bunyinya dari luar, segera Naura keluar dan melihat hpnya di dalam box motor nya.
"Nah ini dia hp gw" ucap nya dengan mengelus ngelus handphone nya.
"Kalo boleh tau, sebenarnya ini ada apa sih. Dari awal gw udah bingung banget sama tingkah kalian" ucap varo yang masih tidak mengerti.
"Sorry kalo gw bikin kalian bingung. Sebenarnya kejadian tadi malam itu gw habis di pukulin sama bokap, terus gw di usir dari rumahnya. Dan rumah ini, ini adalah rumah dari hasil uang yang udah gw kumpulin. Sorry juga waktu itu gw bohong soal letak rumah gw, kita tetanggaan cuman beda komplek aja." Ucap Naura dengan sesekali melihat telapak tangannya.
"Tapi kenapa bokap Lo mukul Lo? Lo ada salah apa?"ucap Adrian.
"Gw di jebak. Ada yang ngeracunin mama tiri gw" ucap Naura.
"What! Siapa si yang jahatnya sampe kaya gitu. Gk bisa di biarin ini" ucap ava tak terima.
"Terus gimana soal biaya hidup Lo" tanya varo
"Gw udah punya pekerjaan kok" ucap Naura sombong dengan senyum senyum seperti orang bodoh.
"Kerja apa Lo" tanya ava
"Ada deh" ucap Naura dengan mengedipkan sebelah matanya.
"Ra, Lo beneran gapapa" tanya ava sekali lagi.
"Gw beneran gapapa va. Aman aja kok" ucap Naura meyakinkan.
"Udah ah jangan pada melow gini. Gimana kalo kita masak, gw laper nih. tapi di rumah gk ada sayuran, gimana kalo Adrian sama varo beli sayuran sama buah, terus gw sama ava siapin gelas dan piring" ucap Naura.
"Setuju" ucap ava. "Cabut Lo berdua, jangan pake seragam ya" lanjutnya.
Tak lama kemudian Adrian dan varo pergi menggunakan motor naura. Setelah itu Naura dan ava pun beres beres di dapur.
"Ra, sebenarnya apa yang terjadi tadi malam. Ceritain semuanya sama gw" ucap ava yang masih penasaran. Lalu Naura menceritakan nya mulai dari a sampai z.
"Brengs**, ini pasti ulah mama tiri Lo" ucap ava kesal dengan memeras beras sekuat tenaga.
__ADS_1
"Ya udah lah udah berlalu juga" ucap Naura dengan bersenandung. Tiba tiba saja nyanyian nya harus terhenti ketika ponselnya berdering, ketika di lihat nomor tak di kenal tadinya Naura enggan mengangkat nya, tapi dia kepikiran dengan bi Ijah, dan akhirnya mengangkat telfon.
"Halo, dengan siapa ini" ucap Naura, ava yang mendengar itu langsung ikut menguping dengan cara menempelkan telinganya pada telinga Naura.
"Oh iya bibi apa kabar"
"Naura baik baik aja kok, ini juga lagi sama ava"
"Gimana keadaan rumah bi"
"Berita? Berita apa bi" ucap Naura yang mulai penasaran
"Apa, Bella udah di bandara sekarang?" Ucap Naura
"Besok banget?" Ucap Naura semakin kaget.
"Oke bi, terimakasih informasinya" ucap Naura, dan mematikan telfonnya.
"Apa apa apa? Kepo" ucap ava dengan antusias.
"Bi Ijah. dia bilang Bella sekarang udah ada di bandara Jakarta." Ucap Naura
"Terus terus" kepo ava
"Besok dia sekolah bareng kita" ucap Naura,
"Hah!! Really? Kok gw jadi ngerasa ada yang gk beres sama mereka ya" ucap ava
"Gw masih berasumsi, kayanya mereka semakin niat buat nyingkirin gw deh" ucap Naura yang semakin yakin.
"Lo bener va, gw harus bisa, harus semangat" ucap Naura dengan penuh semangat dengan mengepalkan tangannya ke atas.
"Nah gitu dong semangat, kan enak lihatnya" ucap Adrian yang tiba tiba muncul.
"Sejak kapan kalian ada di situ" ucap ava
"Sejak kalian saling menyemangati" ucap varo.
"Udah ayo kita masak" ucap Naura antusias.
Adrian dan varo bertugas memotong sayuran dan ikan. Sedangkan Naura dan ava bertugas meracik bumbunya. Dengan sangat cekatan mereka memasak sayur dengan ikan. Memang istri idamannya para lelaki.
Ketika masakan sudah siap, mereka menyantap nya dengan sangat lahap, terutama Adrian dan varo, mereka seperti kucing yang sedang berebut ikan. Naura hanya tersenyum ketika melihat mereka seperti itu.
"Ra gw nginep di sini ya"ucap ava yang sedang memakan buah
"Izin dulu sama nyokap Lo" perintah Naura yang sedang memakan buah
"Gw juga" ucap varo tiba tiba
"Apa kata tetangga nanti" ucap ava
"Gw gaplok Lo kalo berani tidur di sini" ucap Adrian yang masih makan.
__ADS_1
"Seru ya kayanya kalo punya adik" ucap Naura
"Lo kan punya adik tiri Ra, kenapa gk main sama dia aja" ucap varo yang tidak tahu apa apa, ava yang mendengar itu langsung menginjak kaki varo.
"Aw, apaan sih va sakit tau" ringis varo dengan muka kesal. Ava tidak bisa mengatakan nya tapi ava sudah memberi kode untuk tidak mengatakan hal itu. Namun varo tidak mengerti apa yang ava coba katakan padanya.
"Udah sih va, gw gapapa. Santai aja kali" ucap Naura dengan tertawa ringan.
Setelah mereka makan, mereka memainkan sebuah permainan sampai larut sore, Adrian dan varo sudah pulang menggunakan taxi online sedangkan ava akan menginap di rumah Naura.
"Ra, Lo bilang, katanya Lo mau ngasih tau gw soal diri Lo. Banyak banget yang pengen gw tau dari diri Lo" ucap ava.
"Apa yang mau Lo tau dari gw" ucapnya
"Soal mata mata di rumah gw" ucap ava
"Jangan anggap remeh mama tiri gw, dia lebih pinter dari yang Lo bayangin. Dia bisa berbuat apapun yang menghalangi jalan nya. Mata mata yang ada di rumah Lo itu di ancam sama matir (mama tiri) gw" ucap Naura dengan memakan camilan.
"Di ancam gimana?" Ucap ava bingung
"Dia punya orang tua dikampung nya, tapi di sekitar rumah mereka ada beberapa pereman yang siap bunuh mereka kapan pun" ucap Naura
"Astagfirullah, jahat banget sih mereka." Ucap ava dengan menutup mulutnya.
"Itu juga bukan keinginan mereka buat jadi mata mata, mereka hanya terpaksa" ucap Naura
"Tapi kenapa harus di rumah gw?" Tanya ava yang masih penasaran.
"Bokap Lo itu adalah orang yang rasa ingin taunya tinggi. Dia bakal gali terus sampe akar nya terlihat." Ucapnya
"Terus" tanya ava
"Ah males gw ngomong nya" ucap Naura yang sudah cape.
"Ih kasih tau dong, gw kepo banget" ucap ava yang merengek seperti anak kecil.
"Aduh gw males, ini tuh ceritanya panjang banget, kasihan si author pasti cape ngetiknya" cengir Naura
"Ihh satu lagi deh boleh ya" ucap ava maksa
"Ya udah cepet. Gw ngantuk nih" ucap Naura yang sudah mulai menguap.
"Kenapa Lo bisa tau tentang semua mata mata itu?" Ucap ava yang memelankan suaranya.
"Karena gw hacker" ucap Naura, ava tidak bisa menahan tawa dan akhirnya dia tertawa sangat keras. Baginya Naura itu sangat konyol, mana ada hacker sepolos Naura dan lagi ava sama sekali tidak pernah melihat Naura memainkan laptop ataupun komputer.
*******
hai hai para pembaca yang setia 😚
jangan lupa dukung author terus sampai novel ini tamat ya👋.... jangan lupa juga tinggal kan jejak seperti like, komen, dan juga favorit nya+.
dukungan kalian akan sangat membantu author agar lebih giat lagi dalam berimajinasi. terimakasih 😚♥️
__ADS_1
Dhanurendra Alvaro