
"Tunggu dulu" ucap So Jun dengan berlari ke luar ruangan itu.
Naura pun hanya duduk di ranjang itu dengan memakai sendal nya. Tiba tiba saja Naura di kaget kan dengan papah nya itu. Karena So Jun membawa sebuah kursi roda agar Naura tidak perlu berjalan.
"Pah, ini untuk apa?" Tanya Naura.
"Untuk mu, papah akan mengajak mu berkeliling. Duduk lah!" Perintah nya dengan tersenyum.
"Papah Naura tidak apa apa, Naura akan berjalan jalan saja" ucap Naura menolak.
"Tidak ada penolakan!" Ucap nya dengan menuntun Naura ke kursi roda.
Jika sudah begini Naura tidak bisa apa apa lagi, dia hanya bisa pasrah dan duduk dengan manis di kursi roda itu.
"Pah aku ingin ke situ!" Tunjuk Naura pada sebuah kursi dekat dengan pohon.
"Baiklah" ucap So Jun dengan mendorong kursi roda itu.
"Nak, apa kamu benar tidak apa apa?" Tanya So Jun.
"Tentu saja. Lihat lah, aku sangat kuat. Luka seperti ini tidak akan membuat ku lemah" ucap Naura dengan tersenyum.
So Jun pun merasa senang karena anak nya ini sangat kuat dan juga tidak mudah di tindas.
"Naura!" Panggil nya.
Naura pun langsung menolehkan kepala nya dan melihat siapa yang sedang memanggil nya.
"Kak" ucap Naura dengan melambaikan tangan nya.
"Mana seblak ku" ucap Naura dengan menyodorkan tangan nya.
"Itu" tunjuk Soo Hyuk pada Adrian yang sedang berlari.
"My seblak" ucap Naura senang.
"Nih, gw ga bisa beliin Lo yang pedes" ucap Adrian dengan menyerahkan kantung plastik.
"Oke gapapa kok" ucap nya senang.
"Baiklah, kamu dengan Adrian dulu. Ada yang harus kakak bicarakan dengan papah" ucap Soo Hyuk dengan melenggang pergi.
Karena tak sabar ingin mencicipi seblak yang Adrian beli pun, Naura segera melahap nya dengan sangat cepat sehingga membuat mulut nya belepotan.
Adrian yang melihat nya pun, langsung mengelap mulut Naura menggunakan jari nya. Naura yang merasakan sentuhan tangan Adrian pun, langsung terdiam dengan terus memandangi sorot mata Adrian.
"Jangan ngeliatin gw kaya gitu, jatuh cinta nanti" ucap Adrian dengan masih mengelap mulut Naura.
"Ih... Sotoy banget jadi orang" ucap Naura dengan memukul tangan Adrian.
__ADS_1
"Emang bener kok" ucap Adrian.
"Eh by the way, Lo habis dari mana sama kakak?" Tanya Naura.
"Mau jawaban yang benar atau enggak?" Tanya Adrian. Naura yang mendengar nya pun langsung mengerutkan kening nya.
*Pertanyaan macam apa ini* batin Naura.
"Ya jawaban yang bener dong, masa enggak sih" ucap Naura kesal.
"Oke, tapi Lo jangan bilang ke siapa siapa dulu".
Ucap Adrian dengan melipatkan kedua tangan nya.
"Iya iya, gw tau" ucap nya.
"Gw habis nyari orang yang udah menyebabkan Lo kecelakaan. Dan Lo tau ga siapa dalang di balik ini semua?" Tanya Adrian.
"Gw udah tau" ucap Naura dengan menyeruput kuah seblak.
"Hah? Tau dari mana? Gw ngasih tau aja belum" ucap adrian kaget.
"Ya Lo pikir aja, siapa sih musuh gw selain mereka" ucap Naura.
"Iya juga sih, tadi juga Soo Hyuk bilang gitu ke gw. Tapi ini kesempatan bagus buat Lo ngebongkar kebusukan mereka" ucap Adrian.
"Ga Ra, ada satu bukti yang masih tersisa" ucap Adrian dengan tersenyum.
"Hah serius?" Tanya Naura dengan sangat serius.
"Iya dong" ucap Adrian dengan tersenyum manis.
"Naura!" Panggil nya.
"Eh, bunda!" Teriak Naura dengan berdiri dari kursi roda nya.
"Ihh jangan berdiri, duduk aja gapapa" ucap nya dengan menuntun Naura agar duduk kembali.
"Ihh gapapa kali Bun, Naura tuh baik baik aja" ucap nya.
"Duh baik apa nya sih, lihat ini kepala kamu di perban terus tangan juga di perban, apa nya yang baik baik aja?" Ucap bunda dengan menunjuk semua luka yang ada di tubuh Naura.
"Padahal bunda sering banget loh jenguk kamu, tapi pas bunda jenguk kamu nya masih tidur" lanjut nya.
"Gapapa bunda, lagian yang jagain Naura banyak kok" ucap Naura dengan tersenyum.
"Oh iya, Sabrina ga ada ke sini?" Tanya bunda Lisa pada Adrian.
Sontak kedua nya hanya terdiam dan saling melempar pandangan. Kedua nya sama sama bingung karena tidak tahu apa yang harus mereka katakan.
__ADS_1
"Oh ga ada ya. Ya udah gapapa kok, kenapa pada tegang gitu sih muka nya" ucap bunda menggoda kedua nya.
"Hm... Bunda__" ucap Adrian ragu.
"Iya".
"Se_sebenar nya. Adrian sama Sabrina udah putus" ucap Adrian dengan menggaruk kepala nya yang tidak gatal.
*Kok Adrian malah ngomong kaya gitu sih* batin Naura.
*pasti bunda bakal marah dan nganggap kalo gw penyebab semua nya terjadi* batin nya.
"Oh ya udah gapapa, namanya juga hubungan. Yang udah nikah aja bisa cerai, apa lagi pacaran" ucap bunda dengan tawa nya.
Naura dan Adrian yang mendengar ucapan bunda Lisa, hanya saling pandang dan melempar kan pertanyaan lewat sorot mata nya.
Kedua nya sama sekali tidak menyangka, kalau bunda Lisa akan biasa saja dengan berita ini. Bahkan untuk sekedar menanyakan kenapa mereka putus pun tidak.
"Ya udah ya, nih bunda buatin kamu makanan sehat. Nanti di makan ya. Bunda mau langsung pulang, soalnya ayah minta makan bareng" ucap bunda tersenyum.
"Cie... Makin mesra aja nih bunda" goda Naura.
"Ah jangan gitu dong kan bunda malu" ucap bunda dengan menyembunyikan wajah nya.
"Ah udah lah bunda mau langsung pulang, cepat sehat ya" ucap bunda dengan mengecup kening Naura.
Setelah bunda Lisa jauh dari pandangan mereka, Naura pun langsung melayangkan tatapan horor nya pada Adrian.
"Kenapa sih?" Tanya Adrian ketika di tatap horor oleh Naura.
"Kenapa kenapa? Kalo bunda marah gimana? Terus nyangka nya gw yang ngerusak hubungan kalian" ucap Naura kesal.
"Ya ga akan lah Ra, Lo tau sendiri bunda gimana. Dia mah ga akan mempermasalahkan hal kaya gini" jelas Adrian.
"Ga tau ah" ucap Naura dengan berlalu pergi meninggalkan Adrian.
"Eh Lo mau kemana, ini kursi roda nya" teriak Adrian.
"Lo pake aja sendiri" ucap Naura dengan masih berjalan meninggalkan Adrian.
"Ra tunggu" ucap Adrian dengan mencekal tangan Naura.
"Ih... Apaan sih" ucapnya dengan berusaha melepaskan cekalan Adrian. Namun ketika Naura akan melangkah kembali, tiba tiba saja kepala nya terasa begitu sangat pusing, sehingga Naura memejamkan mata nya.
"Ra Lo kenapa?" Tanya Adrian dengan melihat raut wajah Naura.
"Ga gw gapapa" ucap nya dengan berusaha membuka mata nya lagi.
Adrian yang peka dengan keadaan Naura pun, langsung menggendong Naura ala ala bridal style. Naura pun hanya diam, karena dia juga tidak bisa membuka mata nya karena pusing.
__ADS_1