
Naura segera melangkah pergi dan langsung menutup pintu kamar Adrian. Bunda Lisa yang kebetulan seperti mendengar suara Adrian pun langsung keluar kamar.
"Naura!" Panggil bunda Lisa.
"Eh, bunda kebangun ya" ucap Naura yang ketika akan melangkahkan kaki di tangga.
"Oh enggak kok, kamu sama Adrian?" Tanya bunda.
"Oh tadi kebetulan waktu pulang Adrian jatuh dari motor terus Naura tolongin deh" ucap nya dengan tersenyum canggung.
"Seriusan?" Tanya bunda dengan membulatkan mata nya.
"Iya Bun. Ya udah kalo gitu Naura pamit pulang. Oh iya mobil Adrian Naura pinjam soalnya mobil Naura di bawa Ava pulang" ucap Naura dengan cengir kuda.
"Eh eh bentar dulu. Besok aja pulang nya, sekarang udah malam kamu tidur aja di sini" ucap bunda dengan tersenyum menggoda.
"Ah lain kali aja ya bunda. Ga enak soalnya nanti ada yang gosipin" ucap Naura dengan bersiap akan melangkah turun.
Namun bunda Lisa berhasil mencegah Naura agar tidak pulang. Mau tak mau Naura milih tetap di rumah Adrian karena paksaan dari bunda Lisa.
***
Naura sudah berada di kamar dan sudah selesai membersihkan dirinya. Tiba tiba saja Naura terasa haus, Naura berjalan untuk pergi ke dapur. Namun ketika melewati kamar Adrian, Naura bisa mendengar suara Adrian seperti sedang kedinginan. Tanpa basa basi Naura langsung masuk ke kamar Adrian, karena kamar nya itu juga terbuka.
Naura bisa melihat Adrian seperti ular sawah yang sedang kedinginan, Naura mulai melangkah mendekat ke arah meja dekat dengan ranjang Adrian dan mengambil remote AC untuk mengecilkan suhu AC itu.
Setelah itu Naura menaikkan selimut nya sampai di leher Adrian. Naura bisa melihat kening Adrian yang mengkerut, kening nya pun di sentuh oleh Naura sehingga wajah Adrian kembali damai.
Dengan tersenyum manis, Naura mulai membalikkan badan nya dan akan melangkah pergi. Tetapi ketika akan melangkah kan kaki nya baju Naura di tarik oleh Adrian sehingga naura terpaksa berhenti dan kembali membalik kan badan nya ke arah Adrian.
"Jangan pergi!" Gumam nya.
"Hah apa?" Tanya naura yang tidak bisa mendengar suara Adrian dengan jelas.
"Temenin gw tidur" ucap Adrian.
"Lo tau gw siapa kan?" Tanya Naura dengan menunjuk diri nya. Adrian yang bisa mendengar suara Naura pun hanya mengangguk kan kepala nya.
__ADS_1
Naura yang bisa melihat respon Adrian pun langsung tidur di sebelah nya dengan cara memunggungi nya. Adrian yang merasakan kehadiran seseorang di samping nya pun, langsung memeluknya.
Naura tersentak kaget karena dirinya di peluk oleh Adrian dengan begitu erat. Naura sudah berusaha untuk melepaskan pelukan itu namun tenaga nya tidak sebanding dengan Adrian.
***
Ke esokan pagi nya, Adrian terbangun lebih dulu karena dia merasa seperti sedang memeluk seseorang. Tapi Adrian tidak kunjung membuka mata nya, karena menurut nya pelukan nya itu sangat membuat hati nya nyaman.
Selintas ingatan kecil terlintas di pikiran nya ketika dia meminta Naura untuk menemani nya. Adrian yang kaget pun langsung membuka mata nya dan menjerit dengan menendang Naura.
Naura yang terkena tendangan Adrian pun langsung terjatuh dengan posisi tidur nya. Naura segera membuka mata nya karena kaget, bahkan seperti orang bego Naura hanya melihat sekeliling dan menggaruk kepala nya.
Naura berdiri dari duduk nya dan menoleh kanan kiri, setelah itu Naura berjalan ke arah luar pintu dengan sesekali menguap dan menggaruk kepala nya. Setelah sampai di kamar nya...
"Gila..." Teriak Naura dengan berlari dan membanting dirinya di ranjang.
"Bisa bisa nya gw tidur bareng itu cowok" ucap Naura dengan berguling guling.
Sedangkan itu, Adrian masih tidak percaya dengan apa yang dia lakukan pada Naura, bahkan dia memeluk nya sampai merasa nyaman.
Adrian segera bangkit dari duduk nya dan berlari ke arah kamar mandi. Adrian segera mensucikan dirinya karena menurut Adrian dia sudah ternodai karena berani tidur dengan perempuan.
Setelah selesai Naura memutuskan akan pulang saja, karena dia terlalu malu untuk sekedar bertemu dengan Adrian.
"Naura!" Panggil bunda Lisa dari dapur. Naura yang mendengar suara bunda lisa pun langsung terlonjak kaget sampai berkeringat panas dingin.
"I_iya" ucap Naura dengan melangkah mendekat ke arah bunda Lisa.
"Mau kemana?" Tanya bunda.
"Mau pulang, hehe" cengir Naura.
"Nanti aja pulang nya nunggu Ava datang, bunda udah kasih tau Ava supaya dia datang ke sini" ucap bunda dengan mendorong badan Naura agar mau membantu nya di dapur.
"Tapi kan Ava kerja".
"Katanya dia jaga malam".
__ADS_1
"Oh gitu".
Naura yang tidak enak hati menolak pun langsung membantu bunda Lisa masak, bahkan sesekali Naura akan memotong sayur ataupun daging.
"Bun kok kita masak banyak banget sih" tanya Naura bingung karena hidangan di atas meja sudah hampir penuh.
"Iya dong kan hari ini adalah hari spesial. Ada Naura ada Ava dan juga ada Sabrina" ucapan bunda Lisa mempu membuat Naura diam sejenak, menurut Naura situasi ini membuat nya sangat bingung.
Naura ingin menolak tapi sepertinya itu sangat tidak sopan, bagaimana pun juga bunda Lisa sudah sangat baik pada nya.
"Eh tadi malam bunda lihat kalian berdua loh" ucap nya dengan tersenyum menggoda.
"Hah lihat apa?" Tanya Naura pura pura tidak tau.
"Ah ga usah pura pura. Nih ya sebenar nya bunda itu sangat berharap kamu yang jadi pacar Adrian. Tapi malah..." Ucapan nya tergantung.
"Kenapa Bun?".
"Kamu juga pasti ngerti" ucap nya dan segera pergi untuk menyajikan makanan yang lain nya.
"Bunda!" Teriak Ava dengan berlari ke arah meja makan.
"Waduh ada apa nih kumpul kumpul, ada calon ipar lagi" ucap Varo yang baru saja turun dari kamar nya.
"Siapa juga yang mau jadi ipar Lo" ucap Naura sinis.
"Ye ga boleh gitu tau, nanti jadi ipar beneran loh" goda Varo, dan berhasil mendapat Bogeman dari Ava.
Tak lama kemudian Adrian turun dari kamar nya dengan jalan yang masih pincang, setelah itu Sabrina pun datang dengan membawa buah tangan.
"Assalamualaikum" ucap Sabrina dengan tersenyum, Adrian yang melihat kedatangan Sabrina pun hanya tersenyum simpul.
Sabrina yang melihat Naura pun merasa tidak asing karena seperrinya dia pernah melihat nya.
"Lo cewe yang waktu itu kan?" Tanya Sabrina pada Naura.
"Eh iya" ucap Naura dengan tersenyum.
__ADS_1
"Kenalin gw Sabrina" ucap nya dengan mengulurkan tangan.
"Naura" ucap nya dengan tersenyum. Seketika senyumman Sabrina pun pudar, pantas saja Sabrina seperti pernah melihat Naura, ternyata yang dia lihat itu adalah foto sewaktu Naura SMA.