Kisah Naura

Kisah Naura
episode 33 Sabrina II


__ADS_3

"Ga boleh loh nolak bantuan orang, apa lagi bantuan nya dengan sangat tulus" ucapan Adrian sukses membuat Sabrina bangkit dari duduk nya.


Sebenarnya Adrian sangat enggan membonceng wanita lain selain Naura, tapi Adrian ingin melupakan Naura dengan cara mendekatkan dirinya pada Sabrina.


***


Hari itu Adrian sedang di perpustakaan dengan membaca berbagai buku tentang bisnis. Tiba tiba saja satu tangan mengambil alih buku itu dan menyodorkan minuman jus alpukat.


"Minum!" Perintah Sabrina.


"Ngapain Lo kesini?" Tanya Adrian dengan menerima jus itu.


"Ya mau baca buku lah, masa nyanyi" ucap nya dengan membuka buku yang baru saja dia ambil.


Setelah memberikan minuman itu, Sabrina mulai fokus dengan buku yang dia baca, dengan sesekali dia akan menulisnya ke dalam buku. Tiba tiba saja Adrian terbatuk sehingga Sabrina memukul mukul halus punggung Adrian.


Adrian yang baru pertama kali di perlakukan seperti itu pun langsung gugup. Ternyata Sabrina punya cara tersendiri untuk membuat Adrian jatuh hati. Jika di lihat lihat lagi, Sabrina memang tidak mirip dengan Naura, mungkin saja waktu itu pikirannya sedang kemana mana sehingga pandangan ngaco.


*Lo selalu bisa buat gw terkejut, dan Lo punya cara tersendiri untuk bisa ngehibur gw* batin Adrian dengan sesekali melirik Sabrina. Sabrina yang sudah tidak mendengar batuk nya Adrian pun langsung mengehentikan tangan nya.


"Thanks" ucap Adrian pelan.


"Hmm ya" singkat Sabrina.


***


"Sayang, aku tu kangen banget sama Naura" ucap Ava dengan menyenderkan kepalanya di bahu Varo.


"Kenapa kamu inget dia terus sih, dia aja belum tentu inget kamu" ucapan nya itu sukses membuat Ava melayangkan tangannya dan mengenai kepala Varo.


"Kenapa si kamu tu selalu nganggap Naura jahat. Aku tu yakin banget kalo Naura pergi ada maksud lain" ucap nya dengan melipatkan kedua tangannya.


"Ya udah iya maaf. Ya lagian kenapa Naura harus ninggalin Adrian di saat yang sangat penting, kamu kan tau waktu itu mereka mau jadian" ucap Varo mengingatkan. Namun sayang nya ucapn Varo sama sekali tidak di gubris oleh Ava, sehingga Ava menampilkan wajah nya yang sedang marah.


"Udah dong sayang jangan marah" ucap Varo membujuk Ava.


"Kamu inget ga ucapan Bella waktu itu. Dia bilang Naura bukan anak kandung om Darma, kira kira siapa sih ayah kandung Naura?" Ucap Ava dengan menoleh kearah Varo.

__ADS_1


"Ga tau" ucap nya dengan menggelengkan kepalanya.


"Gw pengen cari tahu tapi gw ga bisa" ucap dengan mata yang berkaca kaca


"Gw cuman pengen tau gimana keadaan Naura, apa dia baik baik aja atau enggak", lanjutnya mulai terisak.


Varo merasa jahat karena tidak bisa mengenal Naura begitu baik. Sedangkan Ava dia sudah berteman dengan Naura sejak kecil, ava pasti tau bagaimana sifat Naura. Jika di ingat ingat, selama ini naura sangat baik, bahkan hidup nya pun sangat tidak beruntung.


"Secepat nya aku bakal cari tau tentang Naura" ucap Varo dengan memeluk Ava.


***


"Sabrina!" Panggil Adrian.


Merasa namanya terpanggil, Sabrina langsung menoleh ke arah belakang untuk melihat siapa yang memanggil nya.


"Adrian. Ada apa?" Tanya Sabrina dengan melihat kearah Adrian. Adrian yang melihat Sabrina berhenti pun langsung menghampiri nya.


"Gw mau ajak Lo nonton, bisa ga?" Tanya Adrian memastikan.


"Bisa, emang mau nonton film apa?" Tanya Sabrina dengan suara yang begitu lembut.


"Apa aja asal jangan film zombie" ucap nya.


"Kenapa? Lo takut?" Tanya Adrian dengan melangkah maju yang di ikuti Sabrina.


"Bukan takut, tapi gw jiji liat nya" Sabrina yang membayangkan ketika zombie itu memakan manusia pun langsung mengangkat bahu nya tanda merinding.


Dulu jika Naura akan di ajak nonton oleh Adrian pasti jawabannya akan sama seperti Sabrina. Kenapa mereka berdua sangat banyak kecocokan, apa mereka saudara.


"Ohh, tenang aja. Gw mau ngajak Lo nonton film Marvel" ucap nya dengan melayang layangkan tangannya seperti sedang memperagakan gaya aksi mereka.


Sabrina yang melihat tingkah lucu Adrian pun hanya bisa tersenyum dengan menyembunyikan wajah nya yang merah itu.


Seperti janjinya waktu di kampus, kini Adrian dan juga Sabrina sedang


***

__ADS_1


Seperti janjinya tadi pagi, Adrian segera mengajak Sabrina untuk pergi ke bioskop. Ketika di jalan Adrian sama sekali tidak membuka suara nya dia hanya diam, padahal dia yang mengajak Sabrina tapi malah diam membisu.


Tiba tiba saja Adrian memikirkan Naura, ntah kenapa dia sangat merindukan sosok Naura yang bisa membuat nya nyaman.


Kini Adrian sedang berusaha membuang bayang bayang Naura, dan kini Adrian sedang berusaha untuk bisa membuat dirinya nyaman dengan Sabrina.


Sabrina memang cantik dan baik, tapi Sabrina tidak bisa membuat Adrian nyaman, sayang, dan cinta. Adrian langsung menyimpulkan bahwa dirinya tidak akan pernah bisa suka dengan sabrina, padahal ini baru awal dan proses penyembuhan hati nya.


Ketika sudah sampai di bioskop Adrian masih saja diam, bahkan sesekali Sabrina akan mengobrol dan cerita tapi tanggapan Adrian hanya *oh. Iya. Haha* seperti itu lah.


Mata Adrian melihat film yang di tayangkan di depan sana. Tapi pikirannya traveling kemana mana.


"Film seru banget" ucap Sabrina dengan melihat ke arah Adrian. Namun Adrian hanya diam dan bahkan terlihat seperti sedang melamun.


"Adrian!" Panggil Sabrina dengan menepuk pundak Adrian.


"Eh iya Ra" ucap nya dengan membenarkan posisi duduk.


"Ra? Maksud Lo Naura?" Tanya Sabrina untuk memastikan.


"Hah Naura?" Ucap Adrian tak mengerti.


"Lo baru aja nyebut nama gw Ra. Gw kan Sabrina bukan Naura" ucap Sabrina. Sabrina yang sudah tidak tau apa yang sedang di pikirkan Adrian pun langsung duduk dengan tenang dengan sesekali menonton.


"Bahasa cinta yang terindah atas kehilangan seseorang yang kita cintai, adalah merelakan" ucap Sabrina tiba tiba, Sabrina yang mengerti tatapan Adrian pun hanya bisa tersenyum.


"Ikuti kata hati, kalo lo masih yakin sama dia, kejar terus jangan pernah Lo lepasin genggaman nya. Tapi kalo emang Lo udah ga yakin, berusaha lah untuk melupakan" lanjutnya dengan tersenyum.


Sabrina benar, seharusnya Adrian bisa merelakan Naura. Seharusnya Adrian bisa melupakan Naura dengan membuka lembaran baru, Adrian merasa salut dengan Sabrina yang menurut nya sangat baik.


kini Adrian berjanji akan berusaha bersikap baik pada Sabrina. Adrian juga berjanji bahwa dia akan berusaha melupakan Naura.


***


"ah, kacau kacau" teriak nya dengan memukul mukul meja.


"kenapa bisa seperti ini" ucap Darma dengan mengacak ngacak rambut nya.

__ADS_1


kini perusahaan yang dia jalani mulai mengalami krisis uang, bahkan perusahaan nya tinggal menunggu waktu bangkrut saja.


__ADS_2