Kisah Naura

Kisah Naura
episode 59 ikhlas tak semudah membalikkan telapak tangan


__ADS_3

Di sebrang telfon...


"Halo bun, ada apa?" Tanya Adrian.


"Na_Naura!" Ucap nya dengan nada gemetar.


"Naura? Kenapa sama Naura bun?" Tanya Adrian dengan menghentikan langkah kaki nya.


"Naura_kecelakaan" ucap bunda Lisa dengan menangis.


Adrian yang tak kalah syok dari bunda Lisa pun langsung memutar balikkan badan nya dan berlari begitu kencang untuk menuju ke arah mobil nya.


"Tuan! Rapat nya?" Teriak seorang pegawai nya. Namun teriakan nya itu sama sekali tidak di hiraukan oleh Adrian.


"Persetan sama rapat" gumam Adrian dengan melajukan mobil nya.


Tak sedikit orang orang yang melihat aneh pada Adrian. Sebab Adrian berlari begitu kencang sampai tidak menghiraukan panggilan orang lain.


"Ya ampun Ra, kenapa bisa kaya gini sih" gumam Adrian dengan wajah yang gusar.


"Semoga Lo baik baik aja" ucap Adrian dengan masih terus menancap gas mobil nya.


Adrian yang tidak bisa tenang dengan pikiran nya pun langsung menelfon Ava untuk menanyakan apakah Naura ada di rumah sakit nya atau tidak.


Namun Ava tidak mengangkat telfon nya, sehingga membuat Adrian semakin gusar. Lalu Adrian berusaha untuk menelfon rumah sakit tempat Ava bekerja.


Ketika telfon nya di angkat, Adrian pun langsung menanyakan perihal pasien bernama Naura.


Adrian yang merasa puas dengan jawaban nya pun langsung menambahkan laju mobil nya, sehingga membuat mobil nya itu seperti sedang terbang di atas awan.


***


Adrian yang sudah sampai di rumah sakit itu pun langsung memarkirkan mobil nya asal dan langsung berlari ke dalam rumah sakit itu.

__ADS_1


Setelah bertanya di mana ruangan Naura, Adrian pun segera lari untuk menghampiri Naura. Namun ketika sampai di ruangan itu, ternyata proses operasi nya masih belum selesai, sehingga membuat Adrian kalang kabut.


Adrian pun terus mondar mandir tidak jelas. Dengan sesekali, Adrian akan memohon kepada Tuhan agar Naura bisa melewati masa masa kritis nya.


Setelah beberapa jam, Ava pun keluar dari ruangan itu. Adrian yang melihat Ava keluar pun langsung menghadang nya dan melontarkan banyak pertanyaan sehingga membuat Ava harus menutup telinga nya.


"Gimana sama Naura? Dia baik baik aja kan? Dia ga kenapa kenapa kan? Operasi nya berjalan lancar kan? Jawab gw dong Va! Kenapa Lo diam aja!" Ucap Adrian dengan menggoyang goyangkan badan Ava.


"Aduh... Gimana gw mau jawab kalo Lo ngerocos terus kaya kereta api" ucap Ava kesal.


"Ya udah terus gimana sama Naura?" Tanya Adrian.


"Bersyukur karena tusukan kaca mobil itu ga separah yang gw bayangin. Dan untung nya tadi bodyguard Naura ada yang sama golongan darah nya kaya Naura" ucap Ava dengan menunjuk bodyguard yang sedang duduk di kursi tunggu dengan memejamkan mata nya.


"Ah, syukurlah" ucap Adrian dengan mengelus dada nya.


"Kalo gitu gw mau lihat Naura" ucap Adrian dengan berjalan mendekat ke ruang operasi.


"Eh nanti dong. Kan dia masih di ruang operasi, baru juga selesai udah main nengok aja" ucap Ava dengan menahan Adrian.


Adrian yang penasaran dengan kronologi kecelakaan nya pun langsung menghampiri salah satu bodyguard yang sedang duduk di kursi tunggu.


"Bapak beneran bodyguard nya Naura?" Tanya Adrian memastikan.


"Iya!" Jawab nya singkat.


"Kenapa Naura bisa mengalami kecelakaan? Bukan nya kalian itu di tugas kan untuk melindungi Naura ya!" Ucapan Adrian itu berhasil membuat bodyguard itu menolehkan kepala nya ke arah Adrian.


"Saya memang bodyguard nya, tapi bukan saya yang bawa mobil nya. Kalo saya ada di posisi supir pun pasti saya akan oleng" ucap nya dengan melirik sinis ke arah Adrian.


"Maksud nya oleng gimana?" Tanya Adrian.


"Ada orang yang nembak kaca mobil tepat di bagian supir mengemudi. Dan untung nya peluru itu ga kena kepalanya" ucap nya.

__ADS_1


"Jadi kecelakaan ini, bukan kecelakaan biasa? Terus kalian udah cari orang itu?" Tanya Adrian dengan serius.


"Sudah, tapi masih belum ada kabar dari mereka" ucap nya.


Adrian pun geram dengan manusia yang telah membuat Naura seperti ini. Jika sampai terjadi sesuatu pada Naura sudah pasti Adrian tidak akan memaafkan mereka, kali ini pun mungkin Adrian akan mencari mereka sampai ke lubang semut sekalipun.


***


Adrian pun berjalan menghampiri Naura yang masih memejamkan mata nya, kepala yang di balut dan tangan nya juga yang di balut karena terkena pecahan kaca.


Adrian duduk di kursi tepat di samping ranjang yang Naura tiduri. Tangan nya pun perlahan menggenggam jari jemari Naura yang dingin itu, dengan sesekali Adrian akan mencium tangan Naura dengan begitu lama.


Sabrina yang melihat nya dari luar pun hanya bisa terpaku tanpa mau masuk ke dalam ruangan itu. Hati nya sudah terlanjur sakit, jika sabrina masuk ke dalam mungkin Adrian juga tidak akan menghiraukan nya.


*Harus nya Lo mati aja Ra, biar Lo ga ngerusak hubungan gw sama Adrian* batin Sabrina dengan berusaha menahan rasa sakit di hati nya.


Wanita mana yang tahan melihat kekasih nya begitu mesra dengan wanita lain. Jika hanya sekedar duduk di samping nya mungkin biasa saja, tapi kenapa harus sampai mencium tangan nya dan menggenggam jemari nya.


Sabrina yang sudah terlanjur sakit hati pun lebih memilih untuk duduk di kursi dekat dengan ruangan Naura. Matanya mulai mengeluarkan cairan bening, dengan perlahan mulai membasahi pipinya.


Sabrina sangat bingung dengan sikap Adrian terhadap nya. Kenapa Adrian selalu menyuruh nya untuk lanjut sedangkan dia selalu menyakiti hati nya.


***


Naura yang merasa silau dengan cahaya lampu pun mulai membuka matanya secara perlahan. Naura mulai mengerjap ngerjapkan mata nya dan melihat langit langit ruangan yang bernuansa putih.


Naura merasakan ngilu di bagian tangan nya sehingga membuat Naura meringis kesakitan. Naura pun mengangkat tangan nya dan melihat apa yang terjadi dengan tangan nya itu.


"Huft... Infus lagi!?" Gumam nya ketika melihat tangan yang di infus dan ada beberapa perban yang menyelimuti kulit tangan nya.


Naura pun mulai menolehkan kepalanya ke arah kanan dan kiri. Naura pun menyesali nya karena telah menolehkan kepala nya ke arah kiri.


"Ah sial....ga seharus nya gw lihat ke arah sini" gumam Naura dengan melihat kearah di mana ada Adrian dan juga Sabrina yang sedang duduk berdua dengan menutup mata nya.

__ADS_1


"Bikin gw iri aja" gumam Naura.


Naura yang tidak ingin melihat mereka pun berusaha untuk bangun dari ranjang nya itu. Meskipun sakit, tapi Naura harus bisa duduk dan pergi dari situ.


__ADS_2