Kisah Naura

Kisah Naura
episode 13 serangan balik


__ADS_3

"Kalo punya otak itu di pake, jangan di simpen di dengkul. Kalian gk lihat semua siswa lagi pegang hp dan menyalakan video. Reputasi kalian bisa hancur loh kalo sampe ada yang up video nya di sosial media" ucapan Naura mampu membuat mereka semua terdiam tanpa bisa bicara apa apa.


Sejauh ini mereka sama sekali tidak memikirkan soal reputasi, sekali hancur mereka akan susah bangkit.


Beda dengan Naura, Naura masih sekolah meskipun rusak hanya gara gara masalah ini, itu bukan suatu hal yang besar. Naura pandai mengatasi semuanya.


"Oh iya satu lagi. Jangan boros boros ya, mulai dari sekarang harus banyak banyak menabung. Di kantor suami mu lagi mengalami kerugian sampe ratusan juta loh" ucap Naura dengan mengedipkan satu matanya.


Setelah mengatakan itu Naura segera pergi dari hadapan mereka, ingin menyudahi semuanya tapi belum selesai. Menurut Naura perasaan tadi itu sangat menyakitkan, orang orang akan menganggap bahwa Naura adalah anak yang berani kepada orang tua, tapi aslinya Naura tidak ingin melakukan itu.


*Maafin Naura pah, Naura udah buat papah marah* batinnya.


Dengan langkah yang sangat mantap, Naura berjalan menyusuri koridor. Kebanyakan dari mereka masih menganggap bahwa Nauralah yang anak haram, bukan Bella.


Tapi masalah itu akan Naura urus, nanti dia akan membuat sebuah pengumuman di forum sekolah.


Langkah Naura terhenti ketika, Adrian memberikan kain yang berisi es batu untuk meredakan sakit di pipi nya.


"Ambil!" Perintah Adrian


"Buat?" Ucap Naura


"Buat Lo makan di kelas" ucap Adrian mulai kesal


"Lo kasih gw es batu?" Tanyanya


"Hahhh, Lo tuh bego apa pinter sih" ucap Adrian langsung menarik tangan Naura agar mendekat, dan menempel kain yang berisi es tersebut.


"Nanti gw bantu Lo buat pengumuman soal berita yang katanya Lo anak haram" ucap Adrian menawarkan


"Tumben, kenapa Lo jadi mau bantuin gw, bukannya Lo suka ya sama Bella" ucap Naura dengan menatap wajah Adrian


"Emang Lo yakin kalo itu ulah Bella?" Tanyanya


"Yakin lah, siapa lagi coba yang tau masalah gw" ucap Naura dengan melipat kan tangannya.


"Jangan Souzon dulu Ra" ucapnya

__ADS_1


"Kenapa sih, Lo belain dia Mulu? Lo suka sama dia?" Ucap Naura kesal


"Lo mau tau siapa yang gw suka" ucap Adrian lalu mendekat kearah Naura dan mencondongkan badannya lebih dekat dengan membisikkan...


"Yang gw suka itu adalah Lo Ra" ucap Adrian dengan mengedipkan sebelah matanya tanda menggoda. Naura yang mendengar itu langsung malu sekaligus mukanya langsung memerah.


"Apaan sih bulshit ah" ucap Naura dengan berlalu pergi dari hadapan Adrian.


"Gw serius Ra" teriak Adrian dengan senyuman manisnya.


*Apaan sih Adrian bikin jantung gw makin gk aman aja* batin Naura dengan senyum senyum tidak jelas.


" Ra, Lo gapapa" ucap ava tiba tiba


"Gw gapapa kok" ucap Naura yang kaget dengan kehadiran ava tiba tiba.


"Tadi gw denger katanya Lo di tampar sama papa Lo" ucap ava hawatir.


"Udahlah, gw beneran gapapa" ucap Naura yang malah terlihat biasa aja malah mukanya lebih berseri seri.


"Kayanya gw salah deh udah hawatir sama Lo" ucap ava kesal


Ketika Adrian masuk kedalam kelas, di sana Adrian bisa melihat Naura yang sedang memandangi kearah luar jendela, angin yang berhembus lembut itu menerpa rambut Naura yang semakin memberikan kesan bahwa Naura itu sangat cantik dan juga pemberani.


Dari wajahnya dia sangat ceria, tapi dari matanya dia sangat kesepian. Adrian ingin sekali bersama dengan Naura selamanya, tapi apakah itu mungkin?


Adrian segera menghampiri Naura dan memberikan sebatang permen lollipop. Naura yang melihat itu hanya memandangi tanpa tau apa maksudnya.


"Dimakan, biar manismu tambah manis" bisik Adrian di telinga Naura.


"Woy ngapain kalian" teriak ava tiba tiba


"Kaget set*n" ucap Naura dengan memegangi dadanya.


"Oh gw tau, pasti ini kan yang buat Lo jadi berseri seri" ucap ava menyelidiki


"Enggak ah, biasa aja" ucap Naura dan membuka bungkus permen yang di berikan Adrian.

__ADS_1


*Lo bilang biasa, tapi menurut gw itu sangat luar biasa. Semoga aja Lo gk buat sahabat gw sedih Adrian* batin ava dengan sesekali melirik Adrian.


"Perhatian... Kepada naura gretha saya tunggu di ruang kepsek terimakasih."


Suara itu membuat Naura yakin, pasti di sana ada papah nya dan matirnya. Apa lagi yang mereka mau, apa mereka minta ganti rugi.


Naura segera pergi kesana dengan di temani oleh ava, ava akan menunggu Naura di luar dengan menguping pembicaraan mereka.


Setelah Naura sampai di ruang kepsek, dia sudah di persilahkan duduk dekat dengan matirnya. Terlihat sangat jelas wajah tidak sukanya pada Naura.


"Begini Naura, saya memanggil kamu kesini karena bapak darma ini sangat menginginkan pertanggungjawaban kamu" ucap kepsek


"Jadi bapak darma mau minta apa dari saya?" Tanya Naura santai


"Saya mau kamu keluar dari sekolah ini, dan jangan pernah ganggu anak saya lagi" ucap darma


"Stop, tunggu sebentar. Saya akan meluruskan ini bapak darma dan ibu Ema. Yang menggangu saya itu Bella, bukan saya yang menggangu Bella. Sepertinya anda salah menafsirkan sesuatu" ucap Naura dengan wibawanya yang mantap.


"Sudah jelas jelas yang salah itu kamu. Dengan sengaja kamu menendang anak saya sampai hidung nya berdarah, masih mau mengelak kamu", ucapnya yang sudah mulai emosi.


"Bapak darma, kalo bapak bilang saya sengaja menendang Bella, lalu apakah menjambak dan mendorong teman saya akan dikatakan sengaja juga? Jika benar begitu, maka didik lah anak bapak terlebih dahulu sebelum mendidik anak orang lain" ucap Naura dengan senyum smirk.


*Bukankah pak darma ini ayah dari Naura, kenapa sekarang mereka seakan akan seperti orang yang sama sekali tidak saling kenal* batin kepsek terheran heran.


"Bicara yang sopan kamu sama orang tua" ucap Ema tak kalah emosi.


"SEBELUM MENDIDIK ORANG LAIN, DIDIK LAH DIRIMU TERLEBIH DAHULU" ucap Naura lantang.


"Sekarang saya serahkan kepada bapak kepsek. Karena bapaklah yang berhak menentukan semuanya" ucap Naura pada kepsek.


"Mohon maaf pak darma dan ibu ema, saya tidak bisa memenuhi permintaan kalian. Karena Naura adalah aset sekolah kami, Naura sudah banyak sekali mengangkat nama sekolah ini menjadi sekolah favorit. Jadi sekali lagi saya minta maaf" ucap kepsek dengan hati hati.


"Lalu bagaimana dengan anak saya?" Ucap Ema


"Ibu... Anak ibu itu baik baik saja jadi tidak perlu lebay, dan merasa tersakiti yang harusnya merasa tersakiti itu saya bukan anda" ucap Naura dengan suara mengejek


"Baiklah kalo begitu, saya akan mencabut saham yang saya tanam di sekolah ini" ucap darma mengancam

__ADS_1


"Tidak masalah pak, karena yang ingin menanam saham di sekolah ini itu sangat banyak, tidak hanya bapak seorang" ucap kepsek menjelaskan.


"Baiklah, saya akan mencabut saham saya" ucapnya dengan berdiri dari duduknya dan melenggang pergi tanpa permisi..


__ADS_2