Kisah Naura

Kisah Naura
episode 51 sikap romantis yang tak terduga


__ADS_3

Setelah melihat ke kacauan itu tiba tiba saja mood nya berubah. Naura tidak selera lagi untuk melanjutkan urusan nya itu.


"Baiklah, saya akan bicara pada intinya. Saya tau kalian semua orang baik. Saya tau kalian selalu merasa tersiksa ketika Darma masih memimpin".


"Maka dari itu, dukung saya agar Darma tidak bisa duduk di kursi nya. Meskipun saya tahu kalian tidak berhak memutuskan nya, tapi saya juga mau dukungan dari para bawahan saya"


"Kalian tenang saja, saya memang baru pertama kali memimpin, tapi saya sudah di latih untuk menjadi pemimpin yang baik dan benar oleh pebisnis luar negri".


"Terimakasih untuk hari ini karena kalian sudah bisa hadir. Sekarang kalian bisa kembali ketempat masing masing" ucap Naura dan berlalu pergi.


Memang tidak mudah menjadi seorang pemimpin dalam perusahaan, tidak hanya tegas tapi kita juga harus bisa membuat mereka yakin bahwa kita itu adalah pemimpin yang baik untuk mereka.


Kini Naura sudah tidak peduli dengan tanggapan mereka seperti apa. Sebagian yang mereka tahu Naura adalah anak Darma, tapi sebagian mereka sudah tahu bahwa Naura anak So Jun yang sebenarnya.


Ketika Naura masuk kedalam ruangan nya, di sana sudah ada Darma yang sedang di ikat agar tidak berulah di kantor nya.


"Lepaskan saya b*ngs*t" ucap nya.


Naura yang mendengar umpatan itu pun langsung memukul mulut darma menggunakan sepatu hak nya.


"Berani sekali kamu mengumpat ku dengan mulut kotor mu itu" ucap Naura dengan berlalu pergi.


"Apa seperti ini cara mu membalas kebaikan orang tua mu" ucapan Darma sukses membuat Naura menghentikan kegiatan nya.


"Orang tua? Hmm... Selama ini kamu hanya ku anggap sebagai benalu" ucap Naura dengan tersenyum simpul.


"Kurang ajar kamu, ga akan ku biarkan kamu mengambil alih posisi ku. Akan ku hancurkan kamu seperti ibu mu" ucap nya dengan mata yang berapi api.


"Hati hati kalo ngomong, ruangan ini sudah aku desain dengan husus. Di setiap sudut ruangan ini sudah aku pasang berbagai kamera dan perekam suara jarak jauh loh" ucap Naura dengan melipatkan kedua tangan nya.


"Dasar anak set*n. Akan ku pastikan hidup mu menderita" ucap nya.


"Baiklah terserah mu saja" ucap Naura dengan memberikan isyarat agar Darma di bawa keluar dari perusahaan nya.


*Ga semudah itu Lo mau ngehancurin gw, sebelum gw yang hancur gw hancurin dulu hidup Lo* batin Naura dengan memutar kursinya.


***


Malam hari nya setelah Naura pulang dari kantor, Naura berjalan di sekitar taman. Naura duduk di sebuah kursi, di mana kursi itu menyimpan sebuah kenangan tersendiri buat Naura.


Hari di mana waktu itu Naura duduk dengan badan yang penuh dengan luka lebam, dan Adrian yang tiba tiba datang dengan memberikan topi padanya.

__ADS_1


"Haha, ada ada aja si Adrian" gumam Naura dengan tersenyum.


"Eh Naura ya" ucap nya.


*Ini kan bocah yang kemarin di pusat perbelanjaan* batin Naura.


"Wih abis pulang kerja ya" ucap nya dan langsung duduk di samping Naura.


"Iya" jawab nya singkat.


"Mau gw antar pulang?".


"Ga usah gw bawa mobil" ucap Naura dengan mengalihkan pandangan nya.


*Wih kayanya ni cewe orang kaya, gw harus Pepet dia terus* batin nya dengan tersenyum smirk.


"Ikut yu, jalan jalan sebentar" ucap nya dengan menarik tangan Naura.


"Ih apaan sih" ucap Naura dengan melepaskan cekalan Dimas. Naura yang kesal pun memilih untuk pergi dari sana, tapi belum sempat melangkah jauh tangan Naura sudah di cekal kembali oleh Dimas.


"Ayo lah Ra, cuman sebentar aja kok" ucap nya memaksa.


"Gw bilang ga mau ya ga mau, jangan maksa dong" ucap Naura dengan nada tinggi.


"Gw bi__".


"Berhenti!!" Teriak nya.


"Adrian!" Guamm Naura.


"Siapa Lo, jangan ikut campur ini masalah gw sama pacar gw" ucap nya dengan nada sombong.


"Ngomong apaan sih. Naura itu pacar gw" ucap Adrian dengan melepaskan cekalan Dimas.


"Eh jangan ngada ngada ya, Naura itu ga kenal sama Lo" ucapnya.


"Gw yang ga kenal sama Lo bukan Adrian" ucap Naura dengan mendorong bahu Dimas.


"Si*lan Lo" ucap nya dengan bersiap melayangkan tangan nya. Belum sampai memukul Naura, tangan nya itu sudah di cekal duluan oleh Adrian.


Grep...

__ADS_1


"Jangan coba coba nyentuh pacar gw, sedikit pun Lo sakiti dia habis Lo sama gw" ucap Adrian dengan melemparkan tangan Dimas dengan kasar.


"Awas Lo ya" ucap nya dan berlalu pergi.


"Lo gapapa?" Tanya Adrian.


"I am fine" ucap Naura dengan tersenyum simpul.


"Lo kan bisa bela diri kenapa ga Lo hajar aja sih?" Tanya Adrian dengan mengelap keringat Naura menggunakan lengan baju nya yang panjang itu.


"Lagian dia ga mukul gw juga" ucap Naura dengan duduk di kursi nya itu.


"Meskipun gitu, kalo Lo ga hajar nanti dia bakal keterusan gangguin Lo" ucap nya perhatian.


Naura pun merasa aneh dengan Adrian, biasanya Adrian akan melirik nya sinis. Lalu Naura menoleh kanan dan kiri untuk melihat lihat keberadaan Sabrina.


"Sabrina mana?" Tanya Naura.


"Lagi ke toilet" ucap nya singkat.


"Ya terus Lo ngapain di sini, nanti kalo Sabrina lihat dia bisa salah paham" ucap Naura dengan mengusir Adrian dari hadapan nya.


"Kenapa si, setiap kali ada gw pasti Lo nanya terus soal Sabrina. Kalo cuman ada gw ya ga usah ngomongin dia" ucap Adrian kesal.


*Ni anak kenapa sih, sama pacar kok gitu* batin Naura. Naura merasa sangat aneh dengan tingkah laku Adrian. Seharusnya Adrian tidak boleh seperti itu, Sabrina itu pacar nya sudah pasti Adrian harus lebih perhatian kepada Sabrina.


Sedangkan itu, Sabrina sedang berdiri di balik pohon dengan mendengarkan percakapan mereka berdua. Ada rasa sakit yang begitu perih di hati nya, dengan tega nya Adrian mengatakan hal itu di hadapan masa lalu nya.


*Aku mencintaimu seluas lautan, sial nya aku tidak bisa berenang* batin Sabrina.


Ingin rasanya Sabrina menangis, tapi Sabrina akan menahan rasa sakit nya supaya dia terlihat baik baik saja di hadapan Adrian. Tak mau berlama lama memberikan kesempatan kepada mereka untuk ngobrol, Sabrina memilih untuk mengampiri ke dua nya.


"Hey, Lo ada di sini juga?" Ucap Sabrina dengan tersenyum.


"Eh Sabrina, kebetulan aja gw ada di sini" ucap nya dengan tersenyum ramah.


"Ya udah gw mau cabut dulu ya" ucap Naura dengan berlalu pergi, Sabrina pun hanya mengangguk tanda meng iya kan.


"Gw anter" ucap Adrian dengan mencekal tangan Naura.


"Ga usah gw bawa mobil" ucap Naura dengan berjalan secepat mungkin.

__ADS_1


Bisa bisa nya Adrian mengatakan hal itu ketika ada Sabrina, apa kah dia tidak memikirkan perasaan Sabrina.


__ADS_2