Kisah Naura

Kisah Naura
episode 20 kepercayaan adalah sebuah pondasi yang kokoh


__ADS_3

wahai para pembaca yang aku sayang dan cintai. jangan lupa tinggalkan jejak seperti like, komen, dan juga favorit agar author semangat terus dalam perhaluan.


selamat membaca😚✨




"Ra\_" panggil Adrian, dan hanya dijawab dengan deheman dari Naura.


"Nanti Lo jangan masuk ke kelas 11, lo langsung loncat jadi kelas 12 bareng gw" ucapnnya dengan sesekali melirik kearah Naura


"Berarti gw langsung naik kelas tanpa ujian dong" ucap Naura antusias


"Bersyukurlah sama otak Lo yang jenius, jadi urusannya gampang buat Lo loncat kelas" ucapnya


"Huwaaa... Jadi seneng banget gw" ucapnya kegirangan, untung saja Adrian tidak membawa motor, kalo saja Adrian membawa motor sudah pasti mereka akan jatuh karena Naura yang tidak bisa diam.


Adrian hanya menggelengkan kepalanya dengan melihat tingkah Naura. Wanita hebat dan kuat ini akan menjadi milik Adrian. Mungkin orang lain akan mempunyai trauma karena kejadian waktu itu, tapi Naura... Dia malah sangat semangat untuk berangkat sekolah dan berjumpa dengan teman teman yang lain.


\*limited edition\* batin Adrian dengan senyum melihat Naura yang masih kegirangan


Setelah mereka sampai di sekolah, mobil yanga Adrian kendarai memasuki pekarangan sekolah. Dengan sangat gagahnya Adrian turun dari mobil dan membukakan pintu mobil untuk Naura. Semua mata yang melihatnya langsung tertuju pada mereka berdua.


Dengan anggunnya Naura menerima uluran tangan Adrian dan berjalan dengan bergandengan pada lengan adrian begitu anggunnya. Semua orang kaget karena berita Naura yang koma kini sudah kembali kesekolah.


"Ada apa sih itu rame rame" gumam Bella dan berjalan kearah keramaian itu.


\*Naura!!\* Batinnya tak percaya ketika melihat Naura yang sedang berjalan beriringan dengan Adrian


\*hah gw kira Lo udah mati, tapi ternyata masih hidup\* batinnya dengan melipatkan kedua tangannya


Adrian dan Naura berjalan membelah kerumuman, dengan sinis nya Naura melirik Bella yang juga meliriknya dengan sangat sinis.


Kini Naura sedang berada di kelasnya, para guru yang mengajar di kelasnya sangat senang dengan kehadiran Naura. Bahkan banyak sekali para guru yang menanyakan awal kejadian tersebut, Naura tidak ingin menutupi masalah itu dari para guru nya, maka dari itu Naura memberitahu semua kejadian itu tanpa menyebutkan siapa nama dari orang tersebut.



\*\*\*

__ADS_1



Bel istirahat telah berbunyi, semua murid di kelas Naura langsung pergi ke kantin, sedangkan Naura dan ddk nya masih bertahan di kelas.


"Eh guys sini ngumpul" ucap naura


"Apa apa, gw kepo" ucapa Adrian yang langsung membalikkan tempat duduknya.


"Gimana rencana kita waktu di rumah sakit" ucap Naura lirih


"Rencana apaan, kok gw gk tau sih" ucap varo yang tampak bingung karena dia tidak tau apa apa soal rencana mereka.


"Loh emang ava sama Adrian gk ngasih tau Lo" ucap Naura yang sesekali melirik ke arah Adrian dan ava untuk meminta penjelasan.


"Ya sorry gw lupa" ucap ava dengan menggaruk kepalanya yang tidak gatal


"Ya sama gw juga" ucap Adrian


"Jadi gini..." Ucap Naura mulai memberi tahu semua pada varo



"Jadi apa rencana Lo selanjutnya?" Tanya ava dengan wajah yang mulai serius


"Sini mendekat!", Perintah Adrian pada Naura dan ava


"Jadi, sebentar lagi kan ulang tahun Bella, gw berencana buat datang dan bawa kamera pengawas, kalian tenang aja. Gw dapet kamera ini dari bokap, dan ini hanya ada di kemiliteran makanya bentuknya kecil" ucap Adrian


"Bravo" ava yang mendengar itu langsung tepuk tangan salut pada Adrian.


"Tapi Lo dapet itu dari mana" ucap Naura penasaran


"Ini punya bokap, dulu dia mantan jenderal di Korea" ucapnya


"Loh, bokap lu sebenarnya asli orang Korea?" Tanya Naura


"Ah udah lah lupain, panjang ceritanya" ucap Adrian dan langsung berdiri dari dudunya.


Flashback off

__ADS_1



"Emang Lo udah ngomong ke ayah soal ini, nanti dia nyariin lagi" ucap varo pada Adrian


"Makanya gw ambil itu, karena gw udah dapat izin. Kalo belum juga gw gk berani kali" ucap Adrian dengan membayangkan betapa galak ayah nya itu.


"Oke oke, jadi nanti Adrian sama varo yang bertugas buat masang kamera. Gw sama ava yang bakal menghalau mereka" ucap Naura serius


"Kenapa sih Lo gk nyuruh gw makan aja" ava yang merasa namanya di sebut dalam sebuah tugas langsung mengerucutkan bibirnya


"Soal makan gampang, setelah selesai kita makan di restoran bintang sepuluh, gimana setuju gk?" Bujuk Naura pada ava


"Setuju!! titik gk pake koma, awas aja kalo Lo gk nepatin omongan Lo. gw bakar rumah Lo" bukan ava namanya jika harus di bujuk dengan sebuah makanan di restoran bintang sepuluh.


Di dunia ini memang belum ada yang namanya restoran bintang sepuluh, tapi jika di gabungkan dua restoran bintang lima, jadilah restoran bintang sepuluh. Pemikiran Naura memang sangat jenius, sangking jeniusnya author aja sampe jungkir balik ngetik ceritanya.


Ketika Naura dan ddk nya sedang makan bersama, Bella mulai menghampiri mereka dengan tujuan ingin caper pada Adrian. Adrian pun hanya diam tanpa mau melihat Bella.


"Naura, Lo apa kabar? Lo beneran udah sembuh? Ya ampun gw hawatir banget tau gk sama Lo" ucap Bella dengan dramanya.


"Oh belum bel, ini juga masih sakit, iya kan?" Ucap Naura menggunakan nada mengejek, Naura yang tau maksud Bella pun langsung memberi kode pada Adrian.


"Ah\_oh iya, kamu belum sembuh sini biar aku suapin aja" ucap Adrian dan langsung mengambil alih sendok yang di pegang Naura.


Ava yang melihat itu hanya tersenyum puas, cabe rawit seperti Bella itu memang pantas mendapatkan balasan seperti ini, ingin cari perhatian tapi malah tidak dapat perhatian, sungguh naas nasibnya.


\*Awas aja, pokonya cuman gw yang boleh dapatin Adrian\* batinnya dengan meremas ujung rok nya.



\*\*



Sementara itu darma sedang memeriksa beberapa kerugian yang dia dapat kali ini. Darma melihat nominal yang cukup sangat besar di bandingkan waktu itu.


"Bagaimana bisa aku merugi seperti ini, bahkan beberapa file tidak bisa mereka terima, dan bahkan file untuk rapat dengan perusahaan besar tiba tiba saja menghilang. Kalo seperti ini terus bisa bisa saya bangkrut" gumam nya dengan mengetik dan mencari penyebab kerugian ini.


Darma sudah sangat pusing dengan kerugian yang perusahaan alami, di tambah lagi dengan tingkah Bella yang memaksa meminta pesta besar besaran. Padahal hanya pesta ulang tahun, tapi acaranya sudah seperti orang akan menikah

__ADS_1


"Hah... Padahal Naura tidak seperti ini, kenapa Bella tidak bisa sama sifatnya seperti naura" darma yang sudah kelewat pusing pun langsung menyandarkan dirinya di kursi tempat dia duduk, dengan kasarnya dia memijit keningnya yang semakin terasa pusing.


__ADS_2