Kisah Naura

Kisah Naura
episode 77 akhir dari sebuah kisah


__ADS_3

"Bunda, Naura bakal baik baik aja kan__" ucap nya dengan masih menyembunyikan wajah di pelukan bunda nya.


"Iya sayang pasti itu" ucap bunda dengan berusaha menenangkan.


Kini Adrian pun sudah semakin takut dan juga hawatir karena ruang operasi itu tak kunjung ada kabar dari dokter di dalam nya.


"Adrian! gimana Naura?" Tanya Ava yang baru saja datang dengan masih menggunakan baju operasi.


"Nak kamu habis melakukan operasi?" Tanya bunda Lisa.


"Iya Bun, tadi Ava bantuin operasi sesar" ucap Ava dengan masih ngos ngosan.


Tak....


Lampu operasi itu pun mati, sehingga membuat yang menunggu menjadi tegang.


Dokter pun keluar dari ruangan itu dengan masih menggunakan baju operasi.


"Dok gimana keadaan Naura?" Ucap Adrian dengan memegang lengan dokter.


Dokter itu pun hanya diam dengan melihat ke arah lantai, dokter pun bingung karena tidak tahu apa yang harus dia katakan.


"Dok jawab" bentak Adrian dengan air mata yang sudah mengalir.


"Dengan berat hati saya mengatakan, pasien tidak bisa di selamat kan karena kekurangan banyak darah. Dan luka tusukan yang mengenai jantung dan juga ginjal nya, sehingga menyebabkan kebocoran pada ginjal begitu parah" ucap dokter itu dengan berat hati.


"Dok yang benar kalo ngomong" ucap Ava yang sudah mulai berkaca kaca.


"Pasien meninggal sewaktu operasi sedang berlangsung" ucap nya.


"Dok ga mungkin dok" ucap nya dengan perasaan yang tak percaya.


Kini suara tangisan pun pecah, bunda Lisa, Adrian, Ava, Soo Hyuk sama sama sedang menangis karena tidak bisa menerima kenyataan.


Kenapa tuhan begitu tega mengambil nyawa seseorang yang sangat mereka sayangi.


"Soo Hyuk!" Panggil So Jun dengan berlari begitu kencang.


"Papah!" Ucap Soo Hyuk dengan tangis yang semakin pecah.


"Apa yang terjadi, di mana Naura? Bagaimana keadaan nya?" Tanya So Jun dengan raut wajah yang mulai hawatir.


"Naura pah_Naura" ucap Soo Hyuk yang sudah tidak bisa berkata kata lagi.


"What? Why? Apa yang terjadi dengan Naura, jangan buat papah bingung" ucap nya ketika melihat anak nya itu menangis.

__ADS_1


Ketika So Jun mendapatkan telfon dari Soo Hyuk, dia langsung menggunakan jet pribadi nya dan landas di bandara sekitar Bandung.


Maka dari itu So Jun bisa cepat sampai di Indonesia.


So Jun dan Soo Hyuk pun masuk keruangan itu dengan sangat perlahan. Soo Hyuk memapah papah nya untuk sampai di ranjang tepat Naura berbaring


"Tidak mungkin, itu pasti bukan Naura" ucap nya dengan berusaha menahan tangis.


Kini So Jun dan Soo Hyuk sudah berada tepat di hadapan nya. So Jun bisa melihat jasad yang sudah di tutup dengan kain berwarna putih.


So Jun ragu ketika akan membuka kain berwarna putih itu. Tangan dan hati nya tak bisa membuka kain itu karena takut dan tidak bisa menerima kenyataan.


Padahal mereka belum lama bersama, tapi kenapa Naura sudah pergi mendahului nya, bagaimana bisa dia hidup tanpa putri kesayangan nya ini.


Soo Hyuk yang melihat So Jun tidak bisa membuka kain itu pun hanya bisa menahan tangis nya.


Soo Hyuk merasa menyesal karena tidak bisa menjaga Naura dengan baik. Padahal So Jun sudah menitipkan Naura pada nya.


"Ini semua hanya mimpi kan?" Ucap So Jun yang tak bisa menerima kenyataan.


Dengan perasaan yang begitu tegar, So Jun pun membuka kain yang menutupi wajah Naura. Hati nya mulai hancur ketika melihat wajah Naura yang sudah pucat, dingin, dan juga kaku.


Padahal baru tadi malam mereka bicara di telfon, tapi kenapa hari ini semua nya usai.


***


Hati nya masih begitu sakit dan tidak bisa menerima kenyataan yang begitu pahit. Baru saja Adrian ingin merasakan kebahagiaan bersama dengan Naura, tapi begitu cepat tuhan mengambil Naura dari hidup nya.


"Tanpa pamit__lo pergi gitu a__aja, terus gw gimana?" Ucap nya dengan menahan tangis.


Sakit! Itu lah yang Adrian rasakan. Bagaimana pun juga, naura yang membuat hidup nya jadi lebih berwarna.


"Terus apa artinya cincin ini?" Ucap Adrian dengan memegang kotak berwarna merah yang berisi cincin.


"Jauh jauh hari gw beli ini buat Lo Ra" lanjut nya dengan mulai terisak.


"G__gw harus g__gimana sekarang?" Ucap nya dengan lirih.


***


1 tahun kemudian....


Kini Adrian sedang duduk di balkon kamar nya dengan di temani sebuah buku harian. Buku itu bukan milik Adrian melainkan milik Naura.


Sudah satu tahun Naura pergi meninggalkan nya, namun Adrian masih saja merindukan sosok Naura.

__ADS_1


Ketika mereka becanda, adu mulut, sampai dengan perbedaan pendapat menjadikan nya rindu setengah mati pada sosok Naura.


Adrian pun meraih buku itu, dengan sangat ragu, Adrian mulai membaca buku itu dalam hati.


Dear Adrian


Hai apa kabar, masih sedih ga sama kepergian gw? Ah, udah pasti masih sedih dong... Secara kan Lo ga bisa hidup tanpa gw, hehe... Jangan sedih lagi gw selalu ada di samping Lo. Adrian... Makasih banyak buat semua nya, makasih karena Lo udah nunggu gw selama kurang lebih 5 tahun. Padahal gw udah ngebuang Lo gitu aja, tapi Lo tetap suka dan sayang sama gw. Perasaan Lo begitu besar buat gw, sampai sampai gw selalu egois dan selalu berharap cinta Lo hanya untuk gw. Gw suka banget sama Lo, hanya dengan melihat Lo jantung gw berdebar begitu kencang. Bahkan gw gampang cemburu, padahal cuman momen biasa. Dalam kegelapan yang abadi dan penantian yang panjang, Lo seperti cahaya matahari yang selalu menyinari hidup gw. Udah ya jangan sedih lagi, kalo Lo sedih gw juga ikutan sedih. Maaf, gw ga bisa nemenin Lo lebih lama lagi. Padahal gw pengen banget bisa nemenin Lo lebih lama lagi, tapi kayanya tuhan ga izinin itu. Tuhan udah siapkan yang terbaik buat Lo, jadi Lo harus ikuti alur yang Tuhan kasih buat Lo ya.


"Kenapa__kenapa Lo ninggalin gw? Padahal gw juga pengen nemenin Lo Ra!" Ucap nya dengan mulai terisak.


Bunda yang tak sengaja mendengar tangisan Adrian pun langsung ikut menangis karena tidak tega dengan Adrian yang tidak bisa melupakan Naura.


Bunda pun berjalan menghampiri Adrian yang sedang di balkon kamar nya itu. Dengan sesekali bunda mengusap pucuk rambut Adrian dengan begitu halus.


"Masih dia tokoh utama nya?" Tanya bunda dengan nada lirih.


Adrian pun diam sejenak dengan suara pelan dia menjawab.


"Masih! Jujur masih dia tokoh nya__belum tergantikan ataupun terlupakan" ucap nya dengan mengusap air mata nya.


"Ikhlasin sayang" ucap bunda dengan memeluk Adrian.


***


"Tanpa pamit Lo pergi gitu aja Ra. Lo pergi gitu aja ninggalin semua yang ada di sini" ucap Ava dengan memandangi foto dirinya dan Naura.


"Gw kesepian, hua..." Ava yang sudah tidak bisa menahan diri lagi pun langsung menangis begitu kencang dengan memeluk handphone nya.


"Udah dong sayang jangan nangis" ucap Varo dengan memeluk Ava.


"A__aku kangen ba__banget sama dia" ucap nya dengan sesenggukan.


"Semua yang udah pergi ga akan bisa balik lagi, begitu juga mereka yang telah pergi. Kita ga bisa mengubah takdir, karena hanya tuhan lah yang bisa mengubah takdir kita. Mari kita bahagia bersama sama agar Naura ikut bahagia melihat kita" ucap Varo dengan mengusap air mata kekasih nya.


***


2 Minggu kemudian...


Hari ini Adrian sudah berada di depan perusahaan nya, selama lebih dari satu tahun Adrian hanya terus terusan mengurung dirinya di kamar tanpa mau berpergian keluar rumah.


Kini Adrian memutuskan untuk mengubah hidup nya agar Naura tidak sedih ketika melihat diri nya masih saja terpuruk.


"Aku tidak berusaha melupakan, aku hanya berusaha melepaskan ikatan yang aku ikat sendiri... yang menyiksa ku sendiri!" Gumam nya dengan berjalan ke arah perusahaan nya itu.


TAMAT.

__ADS_1


__ADS_2