
Darma sudah sangat pusing dengan kerugian yang perusahaan alami, di tambah lagi dengan tingkah Bella yang memaksa meminta pesta besar besaran. Padahal hanya pesta ulang tahun, tapi acaranya sudah seperti orang akan menikah
"Hah... Padahal Naura tidak seperti ini, kenapa Bella tidak bisa sama sifatnya seperti naura" darma yang sudah kelewat pusing pun langsung menyandarkan dirinya di kursi tempat dia duduk, dengan kasarnya dia memijit keningnya yang semakin terasa pusing.
"Kenapa aku bisa ingat sama anak sialan itu" gumam nya.
Drt... Drt...
Darma yang merasakan handphone nya bergetar pun langsung mengambil nya dari dalam saku celananya.
Pesan...
Bella: pah, aku boleh minta uang tambahan gk?
Darma: buat apa sih Bella. Memang nya yang papa kirim kemarin nya udah habis?
Bella: ihh.. papah gimana sih, Bella kan harus ke salon sama beli gaun buat besok. Papah lupa kalo besok Bella ulang tahun?
Darma: ya sudah, papah kirim 10 JT.
Bella: kok 10, mana cukup pah. Masa Bella di suruh beli baju harga 2jt gk mau ah.
Darma: terus mau nya berapa?
Bella: Bella butuh 500jt pah
"Astaga anak ini... Lama lama bisa miskin aku" ntah harus bagaimana lagi darma menyikapi anak nya ini. Belum ada sebulan sudah minta uang lagi, bahkan hampir setiap Minggu Bella meminta uang dengan jumlah yang sangat besar.
Darma: gk bisa, pokonya papah kirim 10jt, terserah mau cukup atau enggak.
"Hah... Bisa gila saya lama lama" ucapnya dengan menutup matanya menggunakan lengan kanan nya.
Dulu saja, Naura tidak seperti ini. Dia tidak akan meminta sebelum di kasih. Bahkan Naura sangat hemat dalam pemakaian uang, tidak seperti Bella yang selalu menghambur hamburkan uang.
Ntah kenapa begitu besar perbedaan diantara Bella dan juga Naura. Tiba tiba saja darma mulai merindukan Naura, padahal untuk saat ini dia sangat membenci Naura.
Darma merasa lelah sekali, sampai sampai dia tertidur dengan posisi duduk dan menutup wajahnya dengan lengan kanannya. Belum cukup lelap tidur nya, handphone milik dari kembali berdering dan menampilkan panggilan bernama "mamah♥️"
__ADS_1
"Ada apa lagi si" grutu nya.
Di sebrang telfon...
"Halo" ucap darma dengan suara serak
"Halo, papah lagi apa?", Tanya Ema
"Lagi istirahat sebentar. Kenapa?" Ucapnya dan mulai membenarkan posisi duduknya
"Ini loh, bella bilang papah cuman kirim uang 10jt. Itu kan mana cukup" jelas Ema dengan suara alay
"Terus??"
"Ya tambahin dong pah..."
Darma mulai mengerti arah pembicaraan ini. Pantas saja istrinya ini menelfon nya, biasanya saja dia tidak akan menelfon jika bukan urusan soal uang
"Mau sampai kapan kalian foya foya? Kalo kaya gini terus perusahaan saya bisa bangkrut. Bilangin sama anak kamu, Sekarang ini perusahaan saya lagi merugi besar, kalo kalian gk mau jatuh miskin berhentilah meminta uang dengan jumlah besar!"
Darma yang sudah kelewat sabar pun langsung mematikan sambungan telfon secara sepihak.
Sepertinya darma mulai mengetahui sifat asli Ema dan juga anak nya ini, mungkin yang di katakan Naura benar, kalo mereka itu hanya mencintai uang bukan dirinya.
***
Keesokan hari nya, seperti yang di katakan Adrian, hari ini Bella akan membagikan undangan pesta ulang tahun nya.
"Hay, nih datang ya nanti malam" ucap Bella pada seorang anak laki laki. Begitu pun seterusnya, sampai akhirnya Bella memutuskan untuk menemui Adrian di kelasnya, namun dia tidak bisa menemukan Adrian di sana, Bella berpikir mungkin Adrian ada di kantin.
"Eh kira kira gw bakal di undang gk yah" ucap Naura pada Adrian.
"Itu udah pasti, secarakan dia benci sama Lo. Pasti dia bakal undang Lo buat bikin Lo iri" ucap Adrian
"Mau buat iri soal apa? Soal orang tua? Kalo itu mah gw gk bakal iri" ucapnya dengan menyeruput jus alpukat nya.
"Udah lah bestie, kita lihat aja nanti." Ucap ava dengan menepuk nepuk pundak Naura.
__ADS_1
"Eh sini gw punya ide__" ucap varo tertahan
"Gw sama Adrian kan punya mobil sport, Giman kalo nanti malam kita pake itu, buat Manas manasin Bella" ucap varo memberi ide, sedangkan Naura dia hanya bisa melirik Adrian untuk sekedar meminta pendapat.
"Setuju!!" Ucapnya dengan menggebrak meja.
"Ok__"
"Eh ada apa nih, apa yang setuju" ucap bella dan langsung duduk di sebelah Adrian.
"Oh_ gk ada apa apa" Adrian yang melihat kedatangan Bella langsung mengubah raut wajahnya menjadi dingin.
"Ok deh. Ini datang ya kalian semua, Adrian jangan lupa dandan yang cakep ya" ucapnya dengan mengedipkan sebelah matanya.
Setelah Bella beranjak pergi, Naura dan ddk nya langsung mengambil kartu undangan tersebut. Naura melihat kartu undangan tersebut yang tampak sangat mewah, mungkin saja satu kartunya bisa seharga 500rb. Apa ini tidak berlebihan, inikan hanya pesta ulang tahun, kenapa harus sampai segitunya.
***
Sepulang sekolah, Naura dan ava tidak pulang terlebih dahulu, mereka langsung mampir ke sebuah butik untuk membeli gaun. Naura sangat terpesona dengan beberapa gaun yang sangat cantik, begitu juga dengan ava.
Tapi ava sudah bisa mengira bahwa gaun itu adalah hasil dari desainer terkenal, sebab gaun itu adalah gaun yang pernah di pakai oleh seorang model terkenal di dunia.
"Kita pilih yang lain aja yuk, yang agak murah" ucap ava, yang ngeri dengan harga gaun tersebut.
"Kenapa? Lo gk punya duit ya" ucap Naura dengan tawa cekikikan nya yang terdengar horor
"Ya gk gitu juga sih, gw ada uang buat beli ini gaun. Tapi dari pada gw buang buang uang cuman buat beli ini gaun mending buat gw kasih ke orang yang tidak mampu" ucapnya dengan wajah songong.
"Songong bener lu, ngasih duit 2rb ke pengamen aja gk pernah lu" ucapnya
"Ya itu kan beda konsep, mereka itu masih pandai dalam mencari uang. Lah kalo nyarinya kaya gitu, kan pasti dia itu orang yang sangat malas" ucapnya membenarkan
"Hah... Serah Lo aja deh. Udah Lo pilih aja mau yang mana di antara gaun gaun terkenal ini" ucap Naura yang sudah mengambil gaun pilihannya
"Udah gw bilang, gw mau pilih yang agak murah" ava yang tak mau ketinggalan pun langsung berbalik dan mencari gaun yang agak murah, tapi sebelum itu Naura sudah mencekal tangan ava terlebih dahulu.
"Gw yang bayar, anggap aja gw bayar hutang meskipun gw gk ngutang" ucapnya dengan wajah menyebalkan
__ADS_1
"Emang Lo punya duit" ucap ava dengan mata yang berbinar. Tak mau di remehkan Naura langsung mengeluarkan black card nya.