
"Halo va, lama banget sih angkat telfon gw" marah Naura dengan masih berlari
"Iya kenapa, Lo lagi apa sih, suaranya grasak grusuk" ucap ava yang sepertinya tidak bisa mendengar suara Naura dengan jelas.
"Gk usah banyak nanya, dengerin gw baik baik. Hp gw udah di hidupin gps, cepet cari gw dan minta tolong sama polisi. Gw gk punya banyak waktu" ucap Naura yang sudah mulai kelelahan.
"Emang ada apa Ra, gw__" sambungan nya terputus.
"Ni anak kenapa ya" ucap ava dan mulai memutar otaknya untuk berfikir.
"Jangan jangan... Ya ampun" panik ava dan segera menelfon varo
"Aduh sialan pulsa gw habis", ucap Naura yang masih berlari, namun sayangnya larinya tidak sekencang tadi. Dengan cepat Naura memasukkan hp nya kedalam tas.
Ketika Naura akan menyebrangi jalan, tiba tiba saja dari arah kanan datang sebuah mobil dan, brakkkk....
Mobil tersebut menabrak Naura, seketika Naura terpental ke depan, dengan sisa kesadaran Naura berusaha untuk bangun namun sayangnya badannya itu terasa sangat lemas.
Orang orang yang mengejar Naura itu langsung menggendong Naura dan membawa nya kembali ke dalam mobil.
"Apa dia tidak apa apa" ucap salah satu dari mereka
"Ntahlah, kita urus dia disana saja. Aku takut bos akan marah" ucapnya
Sayup sayup Naura bisa mendengar percakapan mereka, namun siapakah orang yang menyuruh mereka. Dengan badan yang lemas perlahan lahan kesadaran Naura pun mulai hilang.
Sayup sayup Naura bisa mendengar percakapan mereka, dengan pelan Naura menggerakkan tubuhnya tapi sepertinya dia terikat di sebuah kursi, dan mulutnya juga dilakban.
Naura tidak segera membuka matanya, dengan sengaja Naura menutup matanya untuk bisa mendengar apa saja yang mereka bicarakan.
"Apa yang akan kami lakukan dengan gadis ini" ucapnnya
"Terserah kalian saja. Tapi tunggu dulu! Kematian itu sangat gampang untuknya. Begini saja, bersenang senang lah dengan nya, tapi ingat jangan bunuh dia!" Perintahnya
"Baiklah" ucapnya
*Gw kaya kenal suara ini tapi siapa ya. Matir? Iya bener kayanya itu mama tiri gw, siapa lagi yang gila kalo bukan dia* batin Naura
"Ini uang nya, saya pergi dulu" ucapnya dengan melenggang pergi
"Hah, padahal kamu anak yang sangat cantik, tapi sayang kamu harus menemani kami bermain" ucapnya dengan mengelus pipi Naura.
__ADS_1
Ketika laki laki itu, hendak membuka kancing seragam Naura, dengan sekuat tenaga Naura menendang laki laki tersebut dengan posisi kaki yang terikat.
Ketika laki laki tersebut di tendang, dia langsung terjungkal kebelakang. Begitu juga dengan Naura, dengan susah payah Naura berusaha bangun namun sayang nya itu semua sia sia.
"B*ngsa*t, pegangi dia!" Perintahnya. Naura segera didudukan kembali dan lakban nya di copot.
"Ternyata dari tadi kamu sudah sadar?" Ucapnya
"Lepasin gw!" Teriak Naura
"Yayaya kita bakal ngelepasin kamu, tapi setelah kami main dulu" ucapnya dengan tertawa dan di ikuti oleh anak buahnya.
"Lepasin gw brengs*k" ucap Naura dengan meronta ronta.
*Mereka mana sih kenapa lama banget, kalo gini caranya gw gk akan bisa nahan mereka lagi* batin Naura gelisah
"Cepat pegang dia" perintahnya. Dengan sekuat tenaga naura berusaha untuk melawan. Namun apalah dayanya tenaganya sudah habis terkuras.
Dengan perlahan lahan kancing baju Naura di lucuti satu persatu, sampai menampilkan bra sport milik Naura. Orang itu sudah sangat dipenuhi oleh nafsu, Naura yang merasa jijik dengan orang itu langsung meludahinya tepat di wajahnya.
"*Njing umpatnya" dan langsung menampar Naura.
Naura sudah mulai kehilangan kesadarannya, perlahan lahan Naura mulai menutup matanya, tapi Naura masih berusaha untuk tetap sadar.
Flashback on
Setalah varo menceritakan semuanya pada Adrian, Adrian segera menyuruh varo untuk melacak keberadaan Naura. Setelah itu Adrian menelfon ayahnya untuk meminta bantuan.
Adrian: halo
Ayah: iya kenapa nak
Adrian: ayah, aku butuh bantuan ayah
Ayah: cepat bilang ayah lagi ada meeting
Adrian: ayah masih ingat perempuan yang aku suruh selidiki? Sekarang dia lagi dalam masalah, aku butuh beberapa orang ayah untuk menolong ku
Ayah: iya ayah ingat. Kalo gitu bawa saja sebanyak yang kamu butuhkan. Kalo ada apa apa segera hubungi ayah.
Adrian: oke makasih yah.
__ADS_1
Setelah memutus sambungan telfon dengan ayahnya, Adrian segera keluar rumah dan memanggil orang orang yang berada di belakang rumahnya. Adrian menyuruh orang tersebut untuk membawa 10 orang yang telah terlatih untuk bertarung.
Adrian tidak akan ikut dengan varo, karena dia akan menjemput ava terlebih dahulu. Jadi Adrian akan pergi jadi menggunakan motornya dan akan tersambung dengan varo untuk memberitahu arah jalannya.
Adrian sudah pergi dengan 10 orang tersebut, Adrian sangat cemas dengan Naura, meskipun Naura pandai bertarung belum tentu dia bisa menghadapi banyak musuh.
"Halo" ucap Adrian yang berusah menghubungi varo lewat earphone yang dia kenakan.
"Halo" jawab varo
"Sekarang gw harus belok atau lurus" ucap Adrian yang masih melanjukan motornya dengan di ikuti oleh orang suruhannya
"Nanti di depan ada lampu merah, Lo belok kiri" ucap varo
"Ok" singkatnya
"Gimana nih, aku takut Naura kenapa kenapa" ucap ava yang sedari tadi meremas tangan nya karena hawatir
"Jangan mikir kaya gitu, kita berdoa Sam sama semoga Naura baik baik aja" ucap varo menenangkan ava
Ava yang sudah mulai hawatir tak karuan itu mulai menangis, dia takut sekali sahabat nya ini dalam bahaya. Ava mulai berdoa semoga saja Adrian datang tepat waktu.
"Halo, ini masih lurus atau enggak" ucap Adrian di sebrang telfon
"Lo masih harus lurus, nanti Lo bisa lihat di situ ada gedung yang udah gk kepake, nah Lo belok kiri" ucapnya memberitahu arah
Adrian merasa motornya ini seperti tidak bisa melaju, padahal orang orang yang mengikutinya sampai kewalahan mengikutinya dari belakang, bahkan mereka hampir tidak bisa menyaingi kecepatan Adrian. Karena mereka dan Adrian berbeda, jiwa Adrian masih muda di tambah lagi dia pakai motor, sedangkan orang orangnya menggunakan mobil dan jiwanya sudah tua, tentu saja mereka akan memikirkan perasaan para pengendara lainnya.
*Ah persetan, mau ada polisi apa enggak kek terserah. Yang penting gw sampai kesana dulu* batinnya dan menambahkan kecepatan.
"Gw udah mau sampe gedung kosong, gw berhenti di situ atau lanjut?" Tanya Adrian
"Lanjut! Nanti Lo lihat ada bar. Di belakang bar ada rumah kosong yang lumayan besar. Nah di situ Lo bisa masuk" ucap varo.
Dengan tak sabar nya Adrian melajukan gas motornya sampai akhirnya dia tepat berada di depan rumah itu, Adrian bisa melihat ada beberapa mobil dan motor yang terpalkir.
Adrian segera turun dari motornya dan di ikuti oleh orang suruhannya. Adrian memberikan isyarat untuk langsung masuk saja, karena prioritas yang harus di selamatkan adalah Naura, perihal mereka akan kabur itu urusan gampang.
Adrian sudah memasang ancang ancang untuk segera menyerang, dengan sekali gerakan orang orang suruhannya sudah masuk dan mulai baku hantam dengan mereka.
Dengan sesekali Adrian menyerang mereka yang akan melukainya, Adrian bisa melihat lawannya menggunakan banyak senjata, mulai dari pisau, kayu, bahkan ada yang membawa Kampak. Namun tenang saja, mereka ini sudah di latih dengan sangat keras , jadi insyaallah mereka akan selamat semua.
__ADS_1
Adrian berhasil menumbangkan mereka satu persatu, begitu juga dengan anak buah nya. Adrian mulai memeriksa dimana keberadaan Naura, sampai akhirnya Adrian membanting sebuah pintu yang lumayan masih terlihat sangat bagus. Adrian bisa melihat Naura yang sudah tidak bisa melawan. Naura memang sudah tidak di ikat lagi, tapi tenaganya sudah habis terkuras bahkan untuk sekedar membuka matanya saja Naura sudah tidak mampu. Adrian segera menyerang mereka satu persatu. Tak lama kemudian varo datang dan membantu Adrian, Adrian yang melihat adiknya sudah datang pun merasa lega, karena kini dia akan berbagi tenaga.
Naura yang mendengar suara kebisingan pun mulai sadar, dan membuka matanya secara perlahan, ketika sedang mengumpulkan kesadaran naura melihat orang di depannya ini mulai mengeluarkan pistol dengan perlahan.