
Naura sangat menikmati hukuman ini, karena bagian lapangan upacara ini sangat sepi bahkan Naura menyapu dengan menari nari seperti seorang yang sedang berdansa. Ava yang melihat itu hanya bisa tertawa, karena baginya sahabat nya ini sangat konyol.
"Ra, Lo kecewa gk sih sama Adrian", ucap ava
"Enggak", ucap Naura singkat
"Enggak salah lagi maksud Lo?", Ucap ava
"Yap bener banget" ucap Naura dan duduk di bawah pohon yang di ikuti oleh ava.
"Hah... Udaranya sejuk banget " ucap Naura dan langsung merebahkan dirinya bersama dengan ava
"Bener banget Ra" ucap ava yang mulai menutup matanya.
Tiba tiba saja sebuah benda dingin menempel di jidat Naura dan ava. Naura perlahan lahan membuka matanya dan melihat siapa yang tidak punya kerjaan ini.
"Varo!" Ucap ava senang
"Nih gw bawain kalian minuman, ini buat kamu. Dan ini buat Lo Ra, gw gk tau Lo suka rasa apa, jadi gw asal ambil aja", ucap varo jujur.
"Thanks ya", ucap nya dan langsung membuka tutup botol itu.
"Btw tadi Lo bilang kamu ke ava, kalian jadian" ucap Naura dan langsung menutup mulutnya.
Ava ingin menyembunyikan nya, tapi Naura adalah sahabatnya jadi apa salahnya jika dia tau. Ava segera duduk merapat di sebelah varo dengan menggandeng tangan varo.
"Seperti yang Lo lihat", ucap ava dengan malu, begitu juga dengan varo.
"Kampret kalian ya jadian gk ngasih tau gw" ucap Naura Pura pura kesal.
"Ye sorry soalnya waktu itu juga dadakan banget" ucap ava
"Iya deh, tapi jangan lupa es krim Walls nya ya" ucap Naura dengan mengedipkan satu mata.
"Eh sebenarnya tadi tu kenapa si" ucap varo kepo
" yang mana, yang di kantin?", Tanya ava
"Iya" jawabnya
"Si Bella mancing emosi, terus ava di dorong sampe kena meja, jadi gw nolongin ava. Eh malah dia Jambak gw, ya udah sekalin aja gw kasih dia pelajaran" ucap Naura mengingat ngingat.
"Wah bener bener ya tuh Bella, pacar gw jadi kena juga. Sakit gk yang" ucap varo pada ava dengan mengelus ngelus kepalanya
__ADS_1
"Sumpah gw pengen muntah liat ke uwuw wan kalian" ucapnya dengan mengarahkan pandangannya ke arah lain.
"Eh btw, Lo jago bela diri Ra?" tanya varo
"Ya begitu lah" ucapnya dan lanjut membersihkan lapangan
"Aku balik dulu keruang OSIS," ucap varo dan langsung lari
"Ye, belum juga bilang iya udah main minggat aja" ucapnya dan juga lanjutan membersihkan lapangan.
Setelah selesai, Naura dan ava akan kembali ke kelas, namun sayang nya bel pulang telah berbunyi. Kesempatan yang sangat langka, tadi di lapangan mereka sengaja melambankan pekerjaan agar tidak perlu belajar dan langsung pulang.
Tak langsung pulang Naura dan ava mampir ke toko eskrim untuk membeli Walls, ntah kenapa Naura sangat menyukai eskrim model beginian, tapi ava juga menyukainya hehe.
"Mamah" teriak Bella dengan tangisan
"Mamah" teriak Bella sekali lagi.
"Kenapa sih Bella, baru datang udah teriak teriak" ucap mamanya kesal.
"Lihat ini" ucapnya dengan menunjuk hidung yang masih tersumpal kapas
"Loh kenapa hidung kamu berdarah" ucapnya panik
"Ini semua Naura yang ngelakuin mah, huuuu.." ucapnya dengan menangis
"Pah, papah!" Panggilnya
"Ada apa sih mah ribut ribut" ucap darma dengan menuruni tangga
"Lihat ini kelakuan anak kamu yang sudah buat anak mamah jadi kaya gini" ucap Ema dengan memeluk Bella.
"Astaga, apa Naura yang melakukan ini" ucap darma
"I_iya pah" ucap Bella dengan sesenggukan.
"Ayo kita kerumah sakit, biar besok papah datang ke sekolah" ucap darma meyakinkan.
Sementara itu di rumah Naura sedang memainkan game di ponsel nya. Naura juga berfikir pasti besok papa nya akan datang ke sekolah dan akan menyalahkan Naura atas apa yang sudah di perbuat oleh Naura.
Kesempatan yang sangat bagus, untuk mempermalukan mereka.
Keesokan hari nya, Naura sudah siap dengan drama yang akan dia mainkan di sekolah. Setelah Naura sampai di sekolah semua mata tertuju padanya banyak sekali rumor mengatakan bahwa Naura adalah anak haram.
__ADS_1
"Eh itu tuh, dia kan yang katanya anak haram" ucap salah satu siswi
"Iya bener, yu kita kekelas aja" ucapnya
*Wah ada rumor apa nih, kayanya gw ketinggalan berita* batin Naura
"Naura!" Suara bariton itu sangat terdengar jelas di telinga Naura, tanpa melihat siapa itu dia sudah tau pasti itu papanya.
"Kurang ajar kamu" ucapnya dengan menampar pipi Naura
Plakkkk...
Naura hanya diam dengan melihat sekitar dan menunggu sampai waktunya pas.
"Dasar anak tidak tau diri, cepat minta maaf dengan Bella" ucapnya dengan nada tinggi.
Beberapa siswa terkejut ketika melihat Naura di tampar oleh laki laki paruh baya, mereka berasumsi sepertinya itu adalah ayah Bella.
*Aduh ini orang tua, gk mikir apa kalo tindakan nya bisa merusak reputasinya".batin Naura dengan memijit mijit pelapis nya.
Dari jauh Adrian dan varo bisa melihat itu, Adrian berharap semoga Naura tidak diam saja dan bisa membalas perbuatan mereka, meskipun Adrian tau bahwa melawan orang tua itu adalah dosa.
Telinga Naura sudah panas rasanya mendengar setiap ocehan yang di lontarkan oleh papanya, tadinya Naura ingin menahan tapi sepertinya tidak lagi.
"Dasar ******! Anak haram..." Ucap ema dengan penuh emosi, begitu juga darma dan Bella.
"Cukup" ucap Naura dengan mengangkat tangannya tanda berhenti.
"Sebenarnya yang ****** di sini itu siapa sih?" Ucap Naura dengan suara lantang agar mereka bisa mendengar.
"Ya jelas elo lah" ucap Bella dengan menunjuk Naura.
"Heh, yang ****** itu kalian. Kalianlah yang sejak awal berniat merusak rumah tangga papah... Terus tadi apa? Anak haram? Ha, haha" ucap Naura dengan tiba tiba tertawa sangat keras
*Dasar Naura gila* batin Bella dengan mengepalkan tangan
"Yang anak haram itu ya anak kamu Ema. Memang nya kamu pikir saya tidak tahu kalo dulu kamu itu hamil di luar nikah terus gk ada yang mau nikahin kamu?" Ucap Naura membalikan fakta
"Jaga bicara mu Naura" ucap darma semakin emosi
"Mau bukti hah? Saya punya buktinya loh. Atau perlu saya sebar di forum sekolah biar semua siswa tau?", Ucap Naura bersungguh sungguh
"Jangan bicara sembarangan kamu ya" ucap Ema.
__ADS_1
*Mereka ini bego apa pinter sih. Kalo di lanjut terus kan bakal mempermalukan diri sendiri* batin Naura. Naura segera berjalan mendekati mereka dan berbisik...
"Kalo punya otak itu di pake, jangan di simpen di dengkul. Kalian gk lihat semua siswa lagi pegang hp dan menyalakan video. Reputasi kalian bisa hancur loh kalo sampe ada yang up video nya di sosial media"