Kisah Naura

Kisah Naura
episode 31 kecewa II


__ADS_3

Kini Adrian pulang lebih dulu, padahal acara di sekolah nya belum selesai.


"Loh, kamu kok udah pulang sih" ucap bunda Lisa heran.


"Cape" ucap nya dan segera naik ke kamarnya.


"Kenapa itu anak" gumam bunda Lisa.


Adrian yang sudah sampai di kamar langsung membanting pintu begitu keras, sampai sampai bunda Lisa di buat kaget karena itu. Bunda Lisa yang penasaran sekaligus hawatir pun langsung pergi menghampiri kamar Adrian, tapi ketika akan di buka pintu nya di kunci dari dalam.


"Nak, kamu gapapa kan?" Tanya bunda Lisa dengan mengetuk pintu.


"Adrian sayang, kok ga di jawab sih bunda kan nanya" ucap bunda Lisa ketika tidak mendengar jawaban dari dalam.


"Adrian lagi pengen sendiri, bunda turun aja kebawah" teriak Adrian dari dalam kamar.


"Ya udah, nanti kalo udah tenang cerita ya sama bunda" ucap nya dan segera melenggang pergi.


"Naura sialan!!" Teriak Adrian dengan mengobrak ngabrik kamarnya.


Prank... Dug... prank...


Bunda Lisa yang bisa mendengar itu pun langsung mengambil telfon nya untuk segera menghubungi suami nya.


Di sebrang telfon


"Halo" ucap nya dengan nada hawatir.


"Iya ada apa Bun" ucap ayah Mike.


"Yah, kayanya Adrian lagi ngamuk di dalam kamar. Bunda harus gimana dong" ucap nya panik.


"Loh memangnya Adrian kenapa Bun?" Tanyanya.


"Bunda juga ga tau, ayah cepet pulang gih" perintah bunda dengan mematikan telfonnya.


Tetes demi tetes, darah mengalir pada tangan Adrian. Tangan nya yang baru saja memukul kaca itu tampak sangat mengenaskan.


Adrian sama sekali tidak meringis kesakitan, Adrian bahkan sesekali akan memukul dinding di kamar nya itu.

__ADS_1


"Gw butuh jawaban dari Lo Ra. Kenapa Lo ninggalin gw?" Ucap nya dengan perlahan berjongkok.


Adrian yang merasa sangat kesal dan frustasi langsung mengambil kunci motor nya dan melenggang pergi ke luar kamar nya. Bunda Lisa yang melihat anak nya turun pun langsung tersenyum lebar.


Ketika bunda Lisa berjalan menghampiri Adrian, dengan sangat cepat Adrian berlari keluar dengan menyembunyikan tangannya di balik Hoodie.


"Adrian kamu mau kemana" teriak bunda Lisa, namun sayang nya Adrian sama sekali tidak menjawab pertanyaan.


"Mau kemana anak itu" gumam nya dengan perasaan yang menggebu gebu.


Pikiran Adrian yang sedang berkecamuk itu pun dengan sangat sengaja menambah kecepatan motor nya. Bahkan orang yang melihat itu sampai mengumpat kesal,


***


Kini Adrian sudah sampai di depan rumah Naura, Adrian tidak bisa melihat mobil atau motor yang biasanya terpalkir rapi di halaman atau garasi nya.


"Naura! Keluar! Gw tau Lo di dalam" teriak Adrian dengan sesekali menggoyang kan pagar besinya.


"Cari siapa den" suara orang tersebut mampu membuat Adrian terlonjak kaget.


"Ah, saya mau cari temen saya yang tinggal di sini" ucap Adrian dengan berharap bahwa bapak tua ini tau di mana keberadaan Naura.


"Dengan siapa tadi dia kesini pak?" Tanya Adrian mulai serius.


"Waduh, saya juga kurang paham. Tapi tadi saya lihat dia di kawal beberapa orang bule" ucap nya dengan mengingat wajah wajah bodyguard yang mengawal Naura.


"Dan ini, dia ada nitip ini ke saya" lanjut nya, dengan memberikan secarik kertas. Laki laki paruh baya itu pun langsung melenggang pergi dari hadapan Adrian, Adrian ingin membuka dan membaca apa isi surat itu, tapi dia takut bahwa isinya akan menyakitkan hati nya.


Alhasil Adrian hanya memasukan kertas itu kedalam saku Hoodie nya. Dengan gontai Adrian melajukan motornya kembali, pikiran nya sudah melayang kemana mana sampai sampai Adrian tidak fokus dengan jalanan.


Brak...


Bagaikan mimpi di siang bolong, Adrian menabrak sebuah mobil dan dirinya terpental hingga 5 meter jauh nya. Adrian sama sekali tidak pingsan ataupun mengalami pendarahan. Namun bukan nya bangun, dia malah tiduran di atas jalan aspal itu.


Beberapa orang yang melihat itu langsung menolong Adrian, tapi Adrian langsung bangun dan berjalan kearah motor nya. Adrian bisa melihat motor nya yang rusak di bagian depan, dan mobil yang dia tabrak itu begitu buruk keadaan nya.


"Kamu ini bisa bawa motor tidak?" Marah laki laki itu ketika melihat mobil nya yang sudah ringsek.


"Pokonya saya ga mau tau, kamu harus ganti rugi. Mobil saya ini harganya mahal" ocehnnya. Adrian yang sudah cukup malas mendengar ocehan nya pun langsung mengeluarkan ponselnya yang retak.

__ADS_1


*Retak!! Haha sama kaya hati gw* batin nya dengan tersenyum kecut.


Adrian segera menghubungi orang nya untuk mengurus kejadian ini, bahkan Adrian langsung pergi meninggalkan kerumunan itu. Tidak lupa juga Adrian memberikan KTP nya untuk di jadikan sebagai jaminan.


***


Adrian berjalan menyusuri jalanan taman yang tidak terlalu ramai, Adrian ingat, taman ini adalah taman yang mengingatkan dia pada kejadian dimana dia melihat Naura sedang menahan tangis.


Badan yang penuh dengan luka, tangan nya yang begitu banyak bekas cambukan. Membuat Adrian ingat akan hal itu. Adrian duduk di kursi tepat waktu Naura sedang menahan tangis nya.


Satu tangan nya mengusap tempat duduk di sebelah nya, Adrian bisa merasakan kehadiran Naura. Adrian yang akan segera menangis pun langsung mengangkat kepalanya dengan memandang keatas langit.


"Ah... Gw ga boleh nangisin Naura" ucap nya dengan menutup mata.


Adrian memasukan satu tangannya kedalam saku Hoodie dan mengambil kertas yang di berikan laki laki tadi. Dengan ragu Adrian membuka lipatan kertas itu dan membaca secara perlahan.


Isi surat...


Maaf, gw gk bisa kasih tau alasannya.


Tapi anggap aja kalo gw udah ngecewain Lo. Gw pamit.


"Wah wah, ternyata Lo sadar diri juga ya. Lo memang udah ngecewain gw Ra" ucap nya dengan meremas kertas itu.


***


2 bulan kemudian, semenjak kejadian itu Adrian sama sekali tidak mendengar kabar tentang Naura, bahkan Ava pun sama. Ava sama sekali tidak mendengar kabar tentang Naura, ntah Naura masih hidup atau tidak.


Kini Adrian sudah bangkit dari kesedihan nya. Dengan sangat cekatan Adrian menyisir rambut nya dengan sangat perlahan. Setalah itu Adrian menuruni anak tangga dan berjalan menuju arah meja makan.


"Pagi sayang" sapa bunda Lisa.


Adrian yang di sapa hanya tersenyum membalas sapaan bunda nya. Semenjak kejadian itu Adrian menjadi sedikit berubah, dia tidak lagi manja, dan tidak terlalu banyak omong.


Ntah Adrian sudah baik baik saja, atau itu hanya bentuk topeng yang Sengaja di perlihatkan.


Kini Adrian sudah bersiap akan berangkat ke kampus untuk pertama kali nya. Adrian dan Varo sekolah di satu kampus dengan jurusan yang sama.


Ketika Adrian sampai di halaman kampus, semua mata tertuju padanya. Adrian yang dulu dan sekarang telah berubah, Adrian yang sekarang lebih menarik perhatian para wanita.

__ADS_1


__ADS_2