
"Thanks ya" ucap Naura tiba tiba
"Buat apa?" Tanya Adrian
"Buat hari ini" ucap nya
"Emang hari ini kenapa, kayanya biasa aja" ucap Adrian
"Emang biasa sih, tapi menurut gw ini sungguh luar biasa. Udah lama banget gw gk makan bareng kaya tadi apa lagi ada orang tua Lo", ucap Naura dengan membayangkan makan malam tadi.
"Oh, santai aja sih. Kapan kapan kalo Lo laper makan aja di rumah gw, nanti gw suruh bunda yang masak" ucap nya asal
"Ngarang Lo, ntar di kira gw gk punya beras dirumah lagi" ucapnya.
"Ya udah kapan kapan gw ajak Lo kesini lagi" ucap Adrian dengan mengelus pucuk kepala Naura. Naura yang baru pertama kali di perlakukan seperti itu langsung salah tingkah.
"Cie... Salah Tingkah nih" ucap Adrian dengan ketawa
"Nyebelin" ucap Naura penuh penekanan.
Tak selang beberapa lama, mereka sampai di rumah Naura. Tak langsung masuk ke rumah, Naura ikut menunggu taxi online datang yang di pesan oleh Adrian.
Setelah datang, mereka berpisah di depan rumah Naura. Ketika Naura akan menutup gerbang rumahnya, dia melihat sesosok orang dengan memakai baju hitam sedang mengawasinya.
*Ckck, gk puas puasnya bikin hidup gw hancur.* Batin Naura.
Keesokan paginya naura dan ddknya sudah ada di sekolah, ketika mereka sedang berjalan di lorong, tiba tiba saja ada suara cempreng yang sangat nyaring menusuk telinga Naura.
"Adrian!" Panggil Bella, merasa namanya di panggil Adrian hanya menoleh dan melanjutkan jalan nya.
"Selamat pagi Adrian" sapa Bella dengan menggandeng tangan adrian.
"Pagi" ucap nya singkat
"Ihh jangan dingin dingin dong, aku mudah pilek tau" ucapnya dengan gaya bahasa lebay.
*Ih n*jis alay banget sumpah* umpat ava dalam hati.
"Eh, aku ikut kekelas kamu ya, aku pengen lihat kelas kamu" ucap nya yang masih berjuang untuk mendapatkan perhatian Adrian.
"Gk usah, kelas kita semuanya sama gk ada yang beda" ucap Adrian dengan meluruskan pandangan nya. Naura yang mendengar itu hanya bisa menahan tawa.
"Ih gapapa ya, kan aku juga pengen lihat tempat duduk kamu" ucap nya maksa
"Terserah" pasrah Adrian yang malas berdebat dengan Bella. Ketika mereka sampai di kelas, Adrian langsung duduk di kursinya, tanpa mau berdiri lama lama Bella langsung mengambil kursi yang ada di samping nya.
__ADS_1
Seketika Naura tidak jadi duduk, Adrian yang melihat itu langsung berdiri dan menyimpan kursinya tepat di belakang Naura agar Naura langsung duduk.
"Loh kok kursinya di kasih ke dia sih" ucap Bella kesal
"Bukan urusan Lo" ucap Adrian langsung pergi dengan merangkul varo agar ikut bersamanya.
"Adrian Lo mau kemana, iih.. sebel kok gw di tinggal sih" kesal Bella dengan menghentak hentakan kakinya.
Naura dan ava tidak bisa menahan tawa nya seketika keduanya tertawa keras sampai terpingkal pingkal.
"Aduh, aduh perut gw. Haha, aduh gw gk bisa berhenti ketawa" ucap Naura dengan memegangi perutnya.
"Gw juga anjir, haha" ucap ava yang sama seperti Naura memegangi perutnya.
"Apa yang Lo ketawain hah, gk ada yang lucu tau gk" marah Bella
"Kata siapa gk ada yang lucu," ucap ava berdiri dari duduk nya.
"Emang gk ada yang lucu" ucap Bella mundur 1 langkah.
"Ada kok, ini buktinya " ucap ava dengan menunjuk Bella. "Kasihan banget sih" ucapnya dan langsung pergi bersama Naura untuk ke kantin.
"Awas aja, bakal gw bikin hidup kalian berdua gk tenang" ucap nya dan langsung pergi dari kelas Naura.
Setelah pelajaran selesai Naura dan ava pergi ke kantin untuk makan, ketika mereka sedang menikmati makanan yang mereka pesan, tiba tiba saja datanglah Bella dan ikut duduk di kursi meja mereka.
"Eh sekarang hidup Lo gimana? Lo bisa sekolah dapat uang dari mana? Bukan nya kartu ATM Lo udah di bekukan ya sama papah" ucapnya sengaja memancing emosi.
"Eh, atau jangan jangan Lo jadi temen nya om om gendut ya, yang suka keluar malam itu... Wih pasti__"ucapan Bella terpotong
Braakkk...
"Jaga ya mulut Lo, sekali lagi Lo ngomong yang enggak enggak soal Naura habis Lo" ucap ava dengan menunjuk Bella menggunakan sumpit.
"Va, udah gk usah di ladenin. Manusia kaya dia mah jangan di anggap, anggap aja parasit, hihi" ucap Naura dengan senyum meledek.
"Jangan seenaknya ya kalo ngomong" ucap Bella dengan menggebrak meja
"Eh gk ngaca ini cabe busuk, ngaca dong! Yang suka seenaknya disini itu siapa hah" ucap ava tak kalah emosi dan mendorong Bella.
"Kurang ajar" emosi Bella memuncak dan mendorong ava sampai terpental kebelakang.
"Va, Lo gapapa. Kepala Lo gapapa kan?" Tanya Naura yang sepertinya tadi ava terjeduk meja.
"Lo juga, dasar cewe j*l*ng" umpat Bella dengan menjambak rambut Naura. Naura merasa kesakitan sampai kepalanya terasa sangat pusing.
__ADS_1
"Lepasin atau Lo mau gw hajar" ucap Naura dengan penuh penekanan.
"Hah coba aja kalo bisa" ucap Bella dengan menjambak rambut Naura semakin kencang.
Naura yang sudah merasa sangat pusing, dan kehabisan kesabaran langsung memutar tangan Bella sampai Bella merasa kesakitan, setelah itu Bella di tendang sampai hidung nya menabrak meja dan berdarah.
Orang yang melihat itu hanya melihat miris, mereka belum tau kalo Naura itu juara taekwondo se Indonesia. Jadi jangan main main dengan Naura, itu hanya di tendang jika mendapat Bogeman mungkin Bella tidak akan selamat.
"Hidung ku" teriak Bella ketika melihat darah keluar dari hidung nya.
Adrian dan varo yang baru datang itu juga kaget ketika melihat hidung Bella yang sudah mengeluarkan darah begitu banyak. Sedangkan Naura, dia sama sekali tidak menghiraukan Bella, Naura malah sibuk memeriksa kepala ava yang sepertinya benjol.
Bella langsung di beri pertolongan pertama, sedangkan Naura dan ava di bawa keruang kepsek untuk dimintai keterangan.
"Naura, apa yang sudah kamu lakukan itu sudah melewati batas" ucap kepsek
"Saya tau pak" ucap Naura santai
"Kalo kamu tau kenapa malah melakukan nya" ucap kepsek marah
"Saya hanya membela diri" ucapnya
"Ra, tapi Lo itu udah kelewatan, gk seharusnya Lo balas Bella pake kekerasan" ucap Adrian mengingatkan.
"Lo gk tau apa apa, jadi diem aja" ucap ava yang di acungi jempol oleh varo. Adrian yang melihat itu langsung melemparkan tatapan membunuh.
"Sekarang, Naura membersihkan toilet perempuan dan laki laki di tambah membersihkan semua lapangan. Dan kamu ava, kamu bantu Naura membersihkan toilet laki laki" ucap nya
"Baik pak" ucap keduanya
"Ra, gw bantuin Lo bersihin lapangan ya" ucap ava
"Gk usah, mending Lo obatin kepala Lo yang benjol itu" ucap Naura yang segera pergi ke arah toilet laki laki.
"Gk mau Ra, gw mau ikut Lo aja" ucap ava
"Hah, terserah Lo aja deh", ucap Naura dengan membuang nafas kasar.
Naura dan ava mulai membersihkan toilet laki laki dan perempuan dengan cepat. Setelah itu mereka pergi kelapangan, ketika di lapangan mereka melihat daun daun kering yang begitu banyak, bahkan kertas juga sangat berserakan.
"Kayanya ini bakal lama banget bestie" ucap ava yang sudah mengira ngira.
"Semangat" ucap Naura dan langsung mengikat rambutnya.
Naura sangat menikmati hukuman ini, karena bagian lapangan upacara ini sangat sepi bahkan Naura menyapu dengan menari nari seperti seorang yang sedang berdansa. Ava yang melihat itu hanya bisa tertawa, karena baginya sahabat nya ini sangat konyol.
__ADS_1
Naura Gretha