
"Bikin gw iri aja" gumam Naura.
Naura yang tidak ingin melihat mereka pun berusaha untuk bangun dari ranjang nya itu. Meskipun sakit, tapi Naura harus bisa duduk dan pergi dari situ.
Mungkin Naura sudah ikhlas dengan hubungan mereka, tapi tetap saja, iklas itu tidak semudah membalikkan telapak tangan.
Meskipun rasa sakit menjalar di seluruh tubuh nya, namun Naura tetap berusaha bangun dan meninggalkan ruangan nya itu.
Naura mulai menolehkan kepala nya di setiap lorong.
Naura mulai berjalan ke satu ruangan, karena menurut nya tempat mana yang lebih nyaman selain ruangan milik Ava.
Tok tok tok...
Naura pun langsung membuka pintu itu setelah mengetuk nya. Ava yang kaget dengan kedatangan Naura pun langsung berlari menghampiri Naura.
"Oh sayang ku, Lo udah sadar" ucap Ava dengan memeluk Naura begitu erat.
"Sakit woy!" Teriak Naura.
"Eh astagfirullah maaf gw lupa" ucap Ava dengan menuntun Naura agar duduk di sofa yang lebar itu.
"Adrian mana?" Tanya Ava dengan melihat ke arah pintu.
"Ah ga tau, Lo ngapain sih biarin Adrian sama Sabrina jenguk gw" ucap Naura kesal.
"Loh? Namanya juga jenguk, ya siapa aja bebas kali" ucap Ava.
"Lagi pula kenapa Lo jadi kesel gitu sih sama mereka berdua? Atau gara gara kepala Lo di perban jadi nya Lo kaya gini" ucap Ava dengan mengira ngira.
"Ya gw kesel aja, Lo kan tau gw belum bisa iklasin mereka dengan mudah. Terus pas gw bangun malah lihat mereka yang uwuw banget, pengen tidur lagi rasanya..." Ucap Naura dengan melipatkan kedua tangan nya.
"Ya udah iya iya. Ini tangan nya jangan di lipat kaya gini, nanti infus nya ga berjalan dengan lancar" ucap Ava dengan membenarkan posisi tangan Naura.
Naura yang mengerti pun langsung membenarkan posisi tangan nya dengan hati hati.
"Hp gw mana, gw mau telfon papah" ucap Naura dengan melihat ke arah meja Ava.
"Hp Lo rusak Ra, ini pake hp gw aja" ucap Ava dengan menyodor kan ponsel nya.
Naura pun segera menerima ponsel dari tangan Ava dan mulai mengetik beberapa digit.
***
__ADS_1
"Gimana katanya?" Tanya Ava.
"Mereka udah di Jakarta, bentar lagi sampe di sini kok" ucap Naura.
"Wih, orang kaya emang beda" ucap ava dengan gaya halu nya.
"Norak. Udah ah sana gw mau numpang tidur di sini" ucap Naura dengan mengusir Ava dari sebelah nya.
Ava yang mengerti pun, lebih memilih untuk kembali ke kursinya dan melanjutkan pekerjaan nya.
Sementara itu, Adrian baru saja membuka mata nya dan terbangun begitu saja ketika melihat Naura sudah tidak ada di ranjang nya.
Sabrina yang sedang bersandar di pundak Adrian pun mendadak jatuh karena Adrian bangun begitu saja dan pergi.
Adrian begitu panik karena melihat Naura tidak ada di kamar nya. Adrian sudah mencari di toilet namun tetap saja Naura tidak ada di sana.
Adrian pun berlari ke sana kemari hanya untuk mencari Naura. Sampai akhirnya satu ide pun muncul di pikiran nya. Adrian segera berlari ke arah ruangan Ava.
Ceklek.... Adrian pun membuka pintu itu begitu saja tanpa mengetuk nya lebih dulu sehingga membuat orang di dalam ruangan itu kaget.
"Ava, Naura ga__" Adrian yang melihat reaksi Ava pun langsung melihat ke arah di mana Ava menunjukan nya.
"Sut... Tuh" ucap Ava dengan menunjuk ke arah Naura yang sedang tidur dengan begitu lelap.
"Lo tuh kalo mau masuk ketuk pintu dulu" ucap Ava geram.
"Iya soryy, tadi gw panik tau" ucap Adrian dengan duduk di hadapan Ava.
"Lo ngapain ke sini, udah mending Lo balik aja, kan ada Sabrina" ucap Ava dengan nada pelan.
"Kata siapa Lo? Pasti kata Naura?" Ucap Adrian mengira ngira.
"Nah itu tau, udah sana" usir Ava.
"Serius va, gw mau nanya sama Lo. Naura masih suka ga sama gw?" Pertanyaan Adrian pun mampu membuat Ava diam membisu.
"Kenapa diam? Atau emang bener kalo Naura masih suka sama gw?" Tanya Adrian.
*Kaya nya ini kesempatan gw buat ngomong yang sebenar nya soal perasaan Naura* batin Ava dengan melihat Adrian begitu tajam.
"Oke, jadi gini. Sebenarnya Naura emang masih___".
"Berisik banget sih" ucap Naura dengan sesekali menguap.
__ADS_1
"Oh Lo udah bangun" ucap Ava dengan menghampiri Naura dan membantu nya untuk duduk.
Sedikit lagi... Padahal Ava akan menceritakan tentang perasaan Naura kepada Adrian, namun karena Naura bangun Ava tidak jadi menceritakan nya.
Adrian pun merasa sangat kesal karena Ava tidak jadi melanjutkan ucapnnya gara gara Naura terbangun dari tidur nya.
"Ngapain Lo di sini?" Tanya Naura sinis.
"Kenapa? Emang ga boleh?" Ucap Adrian tak kalah sinis.
"Iya ga boleh, cuman gw yang boleh ke sini" ucap Naura kesal.
"Lo pikir ruangan ini yang bangun nenek moyang Lo hah?" Ucap Adrian dengan melipat kan kedua tangan nya.
"Ih udah udah. Kenapa malah jadi debat gini sih" ucap Ava dengan melirik ke arah kedua nya.
"Adrian Lo anter Naura ke ruangan nya. Gw sibuk nih" ucap Ava dengan sengaja.
"Ihh ogah banget, gw mau tetap di sini kok" ucap Naura dengan melipat kan kaki nya.
"Ga bisa, udah sana sana" ucap Ava dengan mengusir ke dua nya.
Naura yang merasa di usir pun langsung berjalan menyusuri lorong dan menuju ke ruangan nya.
"Ngapain Lo ngikutin gw?" Tanya Naura dengan melirik sinis ke arah Adrian yang tepat di samping nya.
"Ih siapa juga yang ngikutin Lo, PD banget sih" ucap Adrian tak kalah sinis.
Ntah kenapa Naura menjadi sangat kesal dengan sikap Adrian yang tiba tiba saja tidak mau mengalah pada nya. Dulu jika Naura sudah mengomel seperti ini pasti Adrian akan diam dan hanya akan mendengar kan nya saja.
Adrian yang masih saja berjalan di samping Naura dengan sangat pelan, seketika refleks dan membawa Naura ke suatu tempat untuk bersembunyi.
"Ih apaan sih" ucap Naura dengan berusaha melepaskan tangan nya dari Adrian.
"Sut..." Adrian pun hanya memberikan isyarat agar Naura diam dengan masih melihat ke arah di mana Sabrina sedang berdiri tepat di depan ruangan Naura.
"Kenapa?" Bisik Naura.
"Ada Sabrina, gw lagi ngehindarin dia" ucap Adrian jujur.
"What? Kenapa menghindar?" Tanya Naura bingung.
Adrian pun memilih untuk diam, karena dia tidak tahu harus berkata apa.
__ADS_1
Alasan Adrian menghindari Sabrina karena kini sikap nya menjadi jauh berbeda seperti dulu. Dulu Sabrina begitu baik dan juga lembut, tapi semenjak kedatangan Naura, Sabrina menjadi berubah.