
"Sejak awal juga gw udah tau" jelas Adrian dengan melipat kedua tangannya di dada
"Jadi selama ini__" seketika Naura menutup mulutnya tak percaya, bahwa Adrian selama ini membantu nya untuk membongkar kebusukan ibu tirinya.
"Kenapa Lo gk bilang dari awal" marah Naura
"Ya kalo gw ngomong dari awal, nanti gk bisa lancar dong rencana gw" ucapnya menjelaskan.
"Jadi apa rencana Lo selanjutnya?" Tanya ava dengan wajah yang mulai serius
"Sini mendekat!", Perintah Adrian pada Naura dan ava
"Jadi__"
***
"Sayang" ucap varo ketika akan masuk keruangan Naura. Sedangkan Naura dia sedang memakan buah yang di kupaskan oleh ava.
"Udah manggil sayang aja Lo" ucap Naura dengan masukan jeruk kemulut nya
"Ra Lo udah sadar?" Ucap varo dan langsung mendekat
"Belum, gw masih koma ini juga mau koma lagi abis makan jeruk" canda Naura di barengi cekikikan ava
"Lo kalo nanya yang berbobot Napa. Lo kan lihat gw udah bangun, masih aja di tanya" lanjutnya
"Ye sorry abisnya gw seneng banget lihat Lo sadar" jelasnya
"Seneng? Tapi gw gk lihat muka seneng Lo tuh" ucapnya dengan meneliti wajah varo
"Is, au ah" ucap varo dengan mengerucutkan bibirnya.
***
Sudah dua hari Naura masih terbaring di rumah sakit, Naura selalu uring uringan memohon untuk di pulangkan, tapi bunda Lisa melarang Naura untuk pulang dengan alasan naura belum sembuh, padahal badannya sudah sangat segar bahkan Naura bisa menggerakkan seluruh badannya.
Naura sempat berfikir selama 1 tahun dia koma bagaimana kabar perusahaan papahnya, apa sekarang perusahaan itu maju kembali atau malah menurun. Maka dari itu, Naura meminta ava untuk pergi kerumah nya mengambil laptop nya.
Awalnya ava sempat bertanya tanya, bagaimana bisa Naura punya laptop, sejak kapan dia punya laptop. Setau ava Naura sama sekali tidak pernah memainkan laptop ataupun komputer di sekolahnya.
__ADS_1
Naura mulai menyalakan laptop nya, dengan pelan Naura mengetik sesuatu di sana. Naura mengecek saham papanya dan ternyata sahamnya naik dari terakhir kali Naura mencuri data data penting dari perusahaan ini.
Sekali lagi Naura melakukan hal yang sama, dia akan membobol semua aset aset yang ada di Perusahaan papanya itu dan akan menjual nya di situs terlarang.
"Enak aja mau bersenang senang di atas penderitaan ku, tidak semudah itu Ferguso" gumamnya dan sesekali terkikik dengan ulahnya itu.
Dengan sangat senang, Naura hampir saja membuat perusahaan papanya itu bangkrut dalam sekejap. Segera Naura menyadarkan dirinya agar tidak menjatuhkan mereka sekaligus, Naura akan membuat mereka hidup susah secara perlahan.
Naura sangat bingung dengan uang yang dia dapat ini, uang nya sangat banyak sampai tak terhingga, sebagian akan Naura donasikan tapi sebagian lagi? Apa yang akan Naura lakukan?
***
Sudah sekitar satu Minggu lamanya Naura di rawat inap, dan sekarang Naura sudah boleh pulang kerumah nya, awalnya Naura di paksa oleh bunda Lisa agar tidur di rumah Adrian saja, tapi Naura menolaknya karena dia takut akan jadi gosip tetangga nantinya.
Sekarang Naura sedang mempersiapkan dirinya untuk kembali kesekolah, Naura yakin pasti Bella akan sangat terkejut dengan kehadiran dirinya. Naura juga sempat memberitahu ava dan varo agar tidak memberitahu nya kalo Naura sudah bangun dari komanya.
"Ah gk sabar pengen lihat muka terkejut mereka" ucapnya terkekeh
Kini Naura kembali diam dan sedang memikirkan saat dia belajar nanti. Naura sudah koma selama 1 tahun lalu bagaimana dia belajar nya. Apa dia akan masuk kelas 11 lagi? Ah sungguh itu sangat membuatnya malas sekolah.
Ketika sedang menatap langit langit kamarnya dan membayangkan apa yang akan dia lakukan besok tiba tiba saja handphone nya berdering tanda pesan masuk.
Adrian: besok gw jemput
Naura:ok
Adrian: singkat banget
Naura: kenapa rupanya
Adrian: Iya sayang. Gitu kek apa gimana,
dasar gk peka
Naura: gk secepat itu juga kali
Adrian: ya udah cepet panggil sayang
Naura: gk.
__ADS_1
"Dasar Adrian gila" gumamnya dengan berguling di ranjangnya. Sumpah demi apa, kini naura menjadi baper gara gara ulah Adrian. Naura yakin kini jantung nya sudah tidak aman lagi.
Berulang kali Naura bicara pada dirinya sendiri soal Adrian, memang benar adanya cinta bisa membuatmu gila.
***
Pagi pagi sekali Naura sudah bangun dan menyiapkan sarapan, dengan bersenandung ceria sambil berjoget ala ala pargoy. Naura yang sedang asik itu pun kaget dengan suara klakson mobil, sontak membuat nya langsung memegang dadanya sendiri .
"Siapa si itu jail banget, masih pagi juga udah buat keributan aja" ocehnya dan segera keluar untuk melihat siapa yang datang.
Naura berlari untuk menuju depan pintu dan melihat siapa yang datang, ketika pintu itu di buka, Naura bisa melihat Adrian yang sedang berdiri di dekat pintu rumahnya. Dengan seenak jidatnya Adrian langsung masuk tanpa di suruh.
"Eh, eh, eh, enak banget Lo asal masuk aja" ucap Naura dengan menarik seragam Adrian.
"Gw ada cium bau masakan makanya gw langsung masuk, Lo lagi masak kan? Kalo gitu gw ikut makan" ucapnya dan langsung pergi ke dapur.
"Wah banyak banget masakannya, gw bantu habisin ya kan sayang kalo gk habis nanti mubazir loh" Adrian yang melihat masakan di atas meja makan pun langsung menyendokan nasi ke piring nya, bahkan Adrian langsung mengambil lauk pauk begitu banyak sampai nasinya tak terlihat karena tertutup lauk pauk.
"Em, enyak baet" ucapnya
"Ngomong apa si" ucap Naura yang tiba tiba merasa ilfil
*Si Adrian kalo makan kok kaya bebek ya. Kayanya waktu itu dia makannya kalem banget bahkan gayanya aja kaya bangsawan. Kenapa sekarang makannya pake gaya orang yang ga makan 1 tahun* batinnya dengan sesekali melirik Adrian.
*anjir jadi ga nafsu gw makannya* batin Naura dan menyudahinya
"Kok udah sih makannya" ucap Adrian yang sedang menambah nasi kepiring nya
"Gw mau dandan, udah siang tuh" ucap naura dan segera pergi dari dapur
Sesekali Naura menggelengkan kepalanya melihat cara Adrian yang makannya seperti bebek itu.
"Eh, tapi... Apa masakan gw seenak itu ya, sampe sampe Adrian nambah dua kali" gumamnya dengan mengingat Adrian yang sedang mengambil nasi kedalam piring nya
"Argh... Gk tau" ucapnya dengan mengacak ngacak rambut nya
setelah bergulat dengn beberapa make up nya, Naura segera mengajak Adrian untuk berangkat sekolah. Hari ini Naura akan tampil beda dengan sedikit polesan di wajahnya, bahkan Adrian sempat terkesima melihat tampilan Naura yang berbeda dengan hari sebelumnya.
"Ra_" panggil Adrian, dan hanya dijawab dengan deheman dari Naura.
__ADS_1