
"Ah males gw ngomong nya, Lo gk percaya juga kan" ucap Naura dengan melangkahkan kakinya ke dalam kamar.
"Ya habis nya Lo ngelawak Ra," ucap ava yang masih tertawa
"Gw serius, kapan sih gw becanda soal kaya gini?" Tanya naura
"Tapi_"
"Stop, gw ngantuk" cegah Naura yang sudah menggulung selimut.
"Ihh gk seru, gw mau ngambek ah" ucap ava yang tidak di tanggapi oleh Naura. Naura sudah sangat pulas tidurnya sampai sampai suara dengkuran nya terdengar jelas. Karena sudah malam ava juga ikut tertidur dengan nyenyak bersama dengan Naura.
Di tengah malam, Naura sengaja bangun untuk melakukan sesuatu. Dia mulai berjalan ke arah meja belajarnya dan menyalakan laptopnya, disana Naura mulai mengetik dengan sangat cepat, sangking cepatnya tangan nya sampai terlihat bayang bayang jari jari lentik nya.
Di sana Naura masuk kesebuah situs terlarang, dengan sangat lincah Naura membobol sebuah IP dan password perusahaan ayahnya. Disana Naura akan mengambil sesuatu dan menjual nya, setidaknya itu akan membuat perubahan ayahnya bangkrut secara perlahan.
Setelah mendapatkan apa yang Naura mau, file itu diedit sedikit dan di jual ketempat pelelangan ilegal dengan harga awal 800jt. Naura tersenyum ketika banyak pengusaha yang mulai meninggikan harganya. File itu bukan hanya sekedar file, tapi ada beberapa saham yang menurut ayah nya itu sangat penting.
Sampai akhirnya harga file tersebut mencapai 2 miliar lebih, sangat fantastis bukan. Nanti nya uang itu akan Naura simpan jika perlu nantinya yang itu akan di sumbangkan ke panti asuhan, karena urusan Naura telah selesai akhirnya Naura memutuskan untuk kembali tidur.
Sedangkan di kediaman papanya mereka sedang bercanda ria dengan Bella yang baru saja sampai di rumah. Mereka sangat senang dengan kedatang Bella.
"Pah, Naura kemana? Dari tadi Bella gk lihat" ucap Bella pura pura tidak tahu.
"Ah, papah sudah mengusir nya dari rumah ini. Sekarang cuman ada kamu di sini jadi kasih sayang papah sepenuhnya buat Bella" ucap nya dengan memeluk Bella.
Tiba tiba handphone darma ayah dari Naura berdering, telfonnya itu segera di angkat karena penasaran.
"Halo, kenapa telfon malam malam mengganggu saja" ucap darma
"Apa, bicara yang benar kamu" ucapnya dengan nada sedikit tinggi
"Kenapa bisa di bobol? Apa sudah kalian cek alamat IP nya?"
"Gob**k, saya itu gajih kalian gk sedikit, masa kerjaan gitu aja gk bisa" marahnya
"Pokonya saya gk mau tau, kalian harus bisa cari tau siapa yang udah ngelakuin itu. Kalo besok masih belum ketemu saya pecat kalian" ucapnya dengan penuh emosi.
Darma segera kembali keruang tamu untuk menemui mereka berdua.
"Dari siapa pah" ucap Ema istri darma
"Itu loh dari kantor, katanya ada yang bobol sistem IT kami" ucap nya tanpa memberi tahu apa yang sudah hilang. Darma sengaja tidak memberi tahu istri nya, dia takut bahwa istri nya akan marah terlebih lagi anak nya ini baru saja pulang dari Australia.
"Sayang, memang nya besok kamu beneran mau sekolah?" Tanya nya pada Bella
"Iya dong pah, lagian aku juga mau ketemu sama Naura" ucapnya manja
"Pokonya kalo Naura berani macam macam Sama kamu, segera kamu lapor papah ya. Biar papah pukul dia pake sabuk lagi" ucap nya dengan mengepalkan tangan.
__ADS_1
"Siap papah" ucap Bella dengan hormat.
Keesokan paginya, Bella sudah siap dengan segala sesuatu nya, dan hari ini Bella akan di antar oleh kedua orang tua, sekalian pamer pikir Bella
Begitu juga dengan Naura dan ava, mereka sudah siap untuk bertempur, tak mau di tindas dan di remehkan, Naura memutuskan akan membawa mobil kesayangan.
Setelah Bella sampai di sekolah, tak lama kemudian Naura dan ava juga sampai. Dengan gaya slow motion menambah kesan aura cantik bagi Naura, hembusan angin pagi yang lembut membuat si rambut Naura menari nari dengan indah, begitu juga dengan kaca mata hitam yang Naura kenakan. Ketika turun dari mobilnya, Naura sudah bisa melihat Bella yang sedang memandangi nya dengan tatapan tidak suka.
"Sudah siap?"Ucap ava
"Perang... Dimulai" ucap Naura dengan penuh penekanan.
Naura dan ava berjalan beriringan menuju kelas, sedangkan Bella dia di antar keruang kepsek terlebih dahulu. Banyak sekali diantara mereka yang mengatakan bahwa Bella sangat cantik dan lemah lembut. Padahal Bella itu adalah serigala berbulu domba.
Bella memang suka menggunakan banyak tameng untuk mendukung nya dari belakang dan juga depan.
Setelah pelajaran selesai Adrian di tuntut untuk memandu Bella mengenal sekolah ini, segera Adrian pergi ke kelas sebelah untuk menemui Bella.
"Udah Ra, jangan di pikirin terus. Kalo Adrian suka sama Lo dia pasti balik, tapi kalo dia gk suka sama Lo ya pasti dia bakal jalan sama Bella" ucap ava yang mengatakan hal tersebut dengan tiba tiba.
"Hah, apa? Naura suka sama Adrian" ucap Varo tiba tiba
"Enggak" ucap Naura singkat
"Suka aja gapapa, gw malah seneng punya ipar kaya Lo" ucap Varo yang sudah memberi restu. Sedangkan Naura hanya tersenyum masam mendengar itu.
"Udah, ayo kita kekantin" ajak ava pada Varo dan juga Naura.
"Udah stop" ucap Bella
"Kenapa" ucap Adrian tak mengerti
"Mending kita kekantin aja, gw laper" ucapnya dengan menarik tangan Adrian. Mereka menuju kantin bersama, ketika sampai di kantin Adrian berjalan menuju arah meja Naura bersama ddk nya.
Dari kejauhan saja Naura sudah bisa melihat Bella yang sedang menggandeng Adrian. Ava yang melihat reaksi Naura juga langsung menyemangati nya. tak mau berbasa basi Adrian Langsung duduk di sebelah varo dengan menghadap ke arah Naura.
"Siapa dia" ucap ava pura pura tidak tahu
"Lo ava kan, masa gk inget gw" ucap Bella
"Siapa ya" ucap Bella lagi
"Ih ini gw Bella" ucap nya dengan senyumman maut
"Ra, apa kabar" ucap Bella tiba tiba. Bella bisa melihat Naura yang memakai cardigan, sepertinya tubuhnya itu penuh bekas luka.
"Hmm baik" ucapnya singkat.
"Kalian udah saling kenal?" Ucap varo
__ADS_1
"Iya, dia kakak tiri gw" ucap Bella
"Oh jadi kalian sodaraan" ucap varo manggut manggut.
Adrian merasa ada yang aneh dengan sikap Naura, katanya sodara tapi kenapa bersikap seperti tidak kenal.
"Va, gw ke toilet sebentar ya" ucap Naura
"Gw temenin ya" ucap ava yang sudah tau arah pikiran Naura
"Gk usah, Lo di sini aja lanjut makan" tolak Naura dengan berjalan meninggalkan kantin. Sedangkan Bella dia menyusul Naura dengan alasan ingin buang air kecil.
"Naura" panggil Bella, namun panggilan itu sama sekali tidak di hiraukan oleh Naura.
"Sekarang Lo tinggal di mana, pasti sekarang Lo jadi pengemis iya kan", ucap Bella dengan melipat kedua tangannya.
"Ya enggak lah, gw kan punya banyak duit, ngapain ngemis gw masih punya harga diri kali. Gk kaya Lo, datang kerumah gw dengan tujuan mau ngerampas harta milik gw", ucap Naura dengan tersenyum smirk.
"Eh jaga ya mulut Lo" marah Bella dengan menunjuk nunjuk Naura.
"Sebelum Lo nyuruh gw jaga mulut, mulut Lo dulu tuh yang di jaga biar gk kelewat batas" ucap Naura memutar balik ke kelas.
*Tunggu pembalasan gw* batin Bella.
"Gw boleh nanya?" Ucap Adrian pada ava
"Apa?" Ucapnya dengan menunggu apa yang akan Adrian katakan
"Naura punya masalah apa sama Bella sampe reaksi nya kaya gitu" ucap Adrian dengan sesekali meminum jus alpukat nya.
"Gw gk berhak ngasih tau soal ini. Tapi gw bisa ngasih tau Lo satu hal. Bella itu gk sebaik yang Lo lihat, Bella lah yang udah buat Naura kaya gini, itu yang harus Lo tau" ucap ava dengan memandang Adrian serius
"Ucapan Lo sulit buat gw terima, Menurut gw Bella itu anak yang baik" ucap Adrian dan melangkah pergi.
"Gw boleh nanya juga gk" ucap varo ragu.
"Hm tanya aja" ucap ava dengan mengaduk ngaduk jus nya.
"Lo suka sama gw?" Ucap varo to the poin.
Sedangkan ava hanya menatap bingung dan berusaha mencerna apa yang baru saja di katakan oleh varo.
"Emm, maksud gw. Gw suka sama Lo" ucap varo dengan menatap kesembarang arah.
Bukan kah ini adalah hal yang sangat di tunggu tunggu oleh ava? Ava juga menyukai varo, tapi dia masih ragu dengan perasaan nya.
"Aduh, gw tau ini terlalu cepat tapi gw gk bisa nunggu lagi. Lo jangan sungkan buat nolak gw, gw gapapa kok." Ucap varo pasrah.
"Siapa bilang gw mau nolak Lo" ucap ava dengan berdiri dari duduknya dan mengulurkan tangannya pada Varo.
__ADS_1
Bella grizelle