Kisah Naura

Kisah Naura
episode 67 saputangan


__ADS_3

Setelah beberapa menit perjalanan, Adrian sampai tepat di pekarangan rumah Naura. Tak mau berlama lama, Adrian segera mendekat ke arah pintu masuk rumah itu dan menekan bel rumah beberapa kali.


Ting tong... Ting tong...


"Hay" sapa Adrian ketika Naura membuka pintu rumah nya.


"Ngapain Lo?" Tanya Naura sinis.


"Mau ngajak Lo main" ucap Adrian dengan tersenyum.


"Gw sibuk" ucap Naura dan hendak menutup pintu rumah nya itu. Namun dengan cepat Adrian menahan pintu itu dan masuk kedalam rumah nya.


Adrian pun berjalan dengan santai ke dalam rumah itu dengan mencari sosok Soo Hyuk.


"Ih... Ngapain sih, keluar ga!?" Ucap Naura dengan menarik lengan adrian.


"Ga mau" ucap nya dengan tersenyum manis.


"Adrian....".


"Hallo brother" sapa Adrian dengan duduk di sebelah Soo Hyuk dan hanya di balas oleh senyuman.


"Ngapain Lo diam, udah sana siap siap!" Ucap Adrian.


"Kak..." Teriak Naura kesal.


Naura memang ingin keluar tapi bukan dengan Adrian. Karena Naura sudah bisa menebak, jika dia keluar dengan Adrian pasti Adrian akan bertingkah menyebal kan.


Tapi hal itu sama sekali tidak membuat Naura hilang perasaan, dia malah senang. Senang di dalam hati, di luar dia akan berpura pura kesal.


"Apa? Keluar lah dengan Adrian, setidaknya kau akan merasa lebih baik" ucap Soo Hyuk dengan masih fokus pada laptop nya.


"Udah sana, malam nanti ada pasar malam Loh. Lo ga mau kesana?" Tanya Adrian.


"Ya udah tunggu" ucap nya dengan melirik sinis.


Sudah pasti Naura, tidak akan menolak jika di ajak kepasar malam, lagi pula pasar malam itu sangat jarang di temukan.


Tak lama kemudian, Naura sudah siap dengan pakaian nya. Dia sangat senang karena akan ke pasar malam.


"Yuk" ucap nya dengan berlalu pergi.


Sedangkan Adrian dia hanya terkekeh karena menurut nya Naura itu sangat lucu. Padahal wajah nya tadi sangat kesal, kini berubah menjadi sangat senang.


"Aku pamit" ucap Adrian pada Soo Hyuk.

__ADS_1


"Oke, jaga adik ku baik baik" ucap Soo Hyuk dan hanya di balas senyuman oleh Adrian.


Ketika Adrian sudah di dalam mobil, Adrian bisa melihat Naura yang sedang merapihkan rambut nya dan sesekali akan membenarkan lipstik yang tidak terlalu tebal itu.


"Kan ini masih lama, gimana kalo kita makan dulu" ucap Adrian.


"Oke yuk" jawab Naura antusias.


Di sepanjang jalan, tak henti henti nya Naura akan berbicara soal wahana yang ada di pasar malam. Bahkan Naura mengatakan akan ke rumah hantu, dan ingin uji nyali.


"Eh, Varo kan baru pulang dari Korea ya. Gimana kalo kita ajak dia sama Ava juga" usul Naura.


"Boleh, Lo kasih tau mereka aja" ucap Adrian.


Naura yang senang pun, langsung menghubungi Ava via chat.


Kini Naura dan juga Adirian, sudah berada di sebuah cafe yang sangat mereka rindukan, yaitu cafe bambu hijau.


"Kita makan di sini aja" ucap Adrian.


"Oke" ucap nya dengan keluar dari mobil.


Adrian pun hanya menggeleng kan kepala nya ketika melihat Naura berlarian seperti anak kecil.


Adrian yang baru duduk pun langsung memanggil pegawai nya untuk membawakan daftar menu.


"Lo mau makan apa?" Tanya Adrian.


"Samain aja kaya punya Lo" ucap Naura.


Adrian pun segera memesan makanan yang dia mau, tak lupa juga dengan minuman nya.


Tak lama kemudian, pesanan nya pun datang. Naura yang sangat antusias pun langsung menyantap nya dengan sangat lahap.


"Hm... Enak banget" ucap Naura dengan memejamkan mata nya, tanda bahwa dia sedang menikmati rasa masakan itu.


"Segitu enak nya?" Tanya Adrian.


"Iya kok" ucap nya.


Adrian pun hanya tersenyum senang, karena kini dia berhasil membawa seorang koki terbaik di cafe nya.


Adrian yang melihat rambut Naura menghalangi mulut nya pun langsung berjalan mendekat ke arah Naura.


Naura yang bingung dengan Adrian pun hanya diam dengan terus mengunyah makanan nya.

__ADS_1


Adrian pun merogoh saku celana nya dan mengambil sapu tangan yang selalu dia bawa kemana pun dia pergi. Karena Adrian tidak bisa hidup tanpa sapu tangan itu.


Adrian pun langsung mengikat rambut Naura menggunakan sapu tangan nya begitu rapih. Semua pengunjung yang ada di cafe itu pun sangat terkesima dengan ke uwuwan mereka berdua.


"Thanks" ucap Naura dengan tersenyum manis.


Sedangkan di pojok sana sudah ada sepasang mata yang sedang mengamati mereka berdua. Dia adalah Sabrina, Sabrina begitu kesal karena kini Adrian sudah tidak mau lagi dengan nya.


Karena geram Sabrina pun langsung menghampiri meja mereka dengan cara menggebrak nya.


Brak... Uhuk uhuk...


Naura yang kaget pun langsung terbatuk karena tersedak makanan pedas. Adrian yang refleks pun langsung memberikan minum kepada Naura.


"Ga usah alay deh Lo" ucap Sabrina.


"Apa apaan sih?" Ucap Adrian kesal.


"Oh jadi ini alasan Lo ninggalin gw, karena cewek ini!" Tunjuk Sabrina pada Naura. Naura yang acuh tak acuh pun lebih memilih untuk melanjutkan makan nya dengan begitu lahap.


"Harus nya waktu itu Lo mati aja Ra, kenapa Lo masih hidup" ucap nya. Naura yang merasakan panas di telinga nya pun langsung berdiri dari duduk nya dengan mengelap tangan nya menggunakan tisu.


"Masalah Lo itu apa sih" ucap Naura dengan berkacak pinggang.


"Lo tanya masalah gw apa? Masalah gw itu elo Ra. Kenapa Lo harus hadir di tengah tengah kebahagiaan gw sama Adrian" ucap Sabrina.


Semua pengunjung yang ada di cafe itu pun langsung membuka lebar lebar telinga mereka hanya untuk mendengar apa yang sedang mereka katakan.


"Harus nya Lo ngaca. Tuh!" Tunjuk Naura pada laki laki yang sedang mengamati mereka.


Mereka semua pun langsung melihat kearah laki laki yang sedang melipatkan kedua tangan nya dengan tatapan yang tak bisa di artikan.


"Siapa dia?" Tanya Adrian pada Sabrina.


"Di_dia cuman temen aku. Aku ga ada apa apa sama dia, aku juga ga kenal sama dia" ucap nya dengan wajah pucat.


"Aduh kalo ngomong yang bener dong, tadi katanya teman sekarang ga kenal gimana sih" ucap Naura dengan nada mengejek.


"Diam Lo" sentak Sabrina.


"Udah, Lo ga perlu nutupin semua nya. Sejak awal gw tau kalo Lo itu selingkuh dari gw, cuman gw memilih diam buat ngikutin semua drama yang Lo mainkan" ucap Adrian dengan melepaskan tangan Sabrina dari lengan baju nya.


"Lo salah paham, dia bukan selingkuhan gw" ucap sabrina dengan terus merengek pada Adrian.


"Udah, mendingan sekarang Lo pergi! Sebelum gw panggil security dan buat Lo lebih malu di sini" ucap Adrian dengan kembali duduk.

__ADS_1


__ADS_2