Kisah Naura

Kisah Naura
episode 15 satu lawan enam


__ADS_3

"Udah udah, nanti biar pake jaket gw. Jaketnya ada di mobil nanti gw ambil" ucap Adrian dan segera pergi menuju palkiran.


Ketika Adrian sudah mengambil jaketnya dan akan kembali ke kantin tiba tiba saja Bella datang dan mengambil jaketnya.


"Adrian. Wah ini jaket buat aku pake kan, makasih ya kamu baik banget" ucap Bella dan langsung memakai nya.


Adrian ingin menolak tapi jaketnya itu sudah di pake, hah bagaimana sekarang Adrian harus ngomong apa ke Naura, semoga saja Naura tidak marah. Tapi sayang nya ketika Naura akan kembali ke kelas dia melihat semuanya begitu juga dengan ava dan juga varo. Varo merasa bersalah melihat Naura yang sepertinya kecewa pada Adrian, sebagai adik dari Adrian tentu saja dia akan meminta maaf atas perbuatannya Adrian.


Naura yang melihat itu segera kembali ke kelas dengan berlari, ava merasa kasihan pada sahabat nya ini, yang sudah beberapa di kecewakan oleh Adrian.


"Sayang, kan kamu ada bawa jaket. Gimana kalo kamu pinjemin dia?" Ucap ava pada Varo


"Ide yang bagus, ya udah kita susul dia ke kelas" ajak varo dan segera berlari ke kelas.


Ketika di kelas varo segera menyerahkan jaketnya kepada Naura. Awalnya Naura enggan, tapi karena paksaan akhirnya Naura mau menggunakan jaketnya.


Ketika Naura sedang memakai jaket varo tiba tiba saja Adrian datang dan menyuruh Naura untuk melepaskan jaket itu.


"Kenapa Lo pake jaket varo, balikin ke dia" ucap Adrian tiba tiba.


"Loh kenapa" tanya varo heran


"Lo kasih aja buat ava, jangan ke Naura" ucap Adrian tidak suka


"Hah, ikut gw" ajak varo pada Adrian dengan membuang nafas kasar. Adrian yang tau arah pemikiran varo langsung mengikutinya dari belakang. Setelah jauh dari kelas, mereka berhenti di lorong yang sudah sepi.


"Coba Lo ulangi lagi tadi yang di kelas" ucap varo.


"Kenapa Lo kasih jaket Lo ke Naura. Lo kan tau Naura itu cewe yang gw suka" ucap Adrian yang masih menahan emosi


"Lo suka sama Naura apa sama Bella?" ucapnya dengan nada lantang.


"Maksud Lo?" Tanya Adrian tak mengerti


"Kenapa tadi Lo kasih jaket Lo ke Bella,?" Ucap nya


"Karena gw gk bisa nolak soalnya jaket gw udah dia pake" ucap Adrian marah

__ADS_1


"Kalo gitu kenapa Lo gk bisa buat Bella kecewa. sedangkan Naura Lo bisa tuh ngecewain dia. Ingat! Bella itu bukan orang yang pantas Lo kasihani, Naura lah yang pantas Lo kasihani" ucap varo dan melangkah pergi.


"Oh ya satu lagi. Jadi cowo itu jangan lemah sama perasaan cewe. Masa nyakitin Bella gk bisa, sedangkan nyakitin Naura bisa" ucap varo tanpa membalikkan badannya.


*Apa selama ini gw udah nyakitin Naura ya. Padahal gw juga gk suka sama Bella tapi gk tau kenapa gw gk bisa nolak.* Batin Adrian


Setalah jam pelajaran selesai Naura buru buru untuk pulang, bukan masalah penting sih, tapi itu hanya untuk menghindari Adrian saja.


Ketika di perjalanan Naura merasa seperti mobil di belakang nya ini mengikutinya, segera Naura melajukan motornya agar bisa sampai di jalan yang ramai, tapi sayang nya motornya itu kalah cepat dengan mobil yang di belakang nya, mobil itu sudah lebih dulu memblokir jalan Naura, dan Naura tidak akan bisa kemana mana lagi.


Naura segera turun dari motornya dan melepaskan helm nya. Beberapa orang berbadan besar pun ikut turun dari mobil.


"Siapa kalian "ucap naura


"Ikut saja dengan kami" ucap salah satu orang tersebut


"Apa kalian orang suruhan Ema" tanya Naura


"Tidak perlu tau kami suruhan siapa, bos hanya menyuruh kami untuk membawa mu" ucapnya


Naura tidak tau apakah dia bisa mengalahkan mereka atau tidak, sedangkan badan mereka sangat besar kemungkinan Naura hanya bisa mengalahkan 3 orang aja dan akan tersisa 3 orang.


*Ah masa bodo yang penting gw lawan mereka dulu* batin Naura dan langsung melayangkan Bogeman dan tendangan.


Naura semakin susah bergerak karena roknya yang sempit, membuat Naura susah untuk menendang. Alhasil Naura hanya banyak menggunakan pukulan nya saja.


*Anjir ini orang apa batu sih. Udah gw pukulin tapi masih seger badannya* batin Naura dengan menarik nafas untuk kembali bertarung


"Sudahlah, tidak perlu bertarung lagi kami akui kemampuan mu cukup hebat maka dari itu ikutlah dengan kami" ucapnya


*Kalo gw lanjut tarung, yang ada gw malah kehabisan tenaga dan susah buat lari. Kalo gitu sekarang gw kabur aja deh* batinnya


"Oke, aku akan ikut kalian. Tapi... Kejar gw dulu" ucapnya dan langsung lari sekencang-kencangnya.


Untung Naura pernah latihan maraton, jadi setidaknya kali ini dia bisa berlari dengan mengatur nafas nya dengan baik.


"Hah... Hah... Hah... Kayanya mereka agak ketinggalan jauh, kalo gitu kesempatan gw buat menghubungi mereka" ucap Naura dengan masih lari dan mengambil handphone nya yang ada di dalam tas.

__ADS_1


Sesekali Naura melihat kebelakang dan sepertinya mereka agak ketinggalan jauh. Naura segera menelfon ava,,,


"Aduh ayo dong cepet angkat" ucap Naura dengan masih berlari, sekali lagi Naura menelfon ava berharap kali ini ava mengangkat telfonnya.


"Halo va, lama banget sih angkat telfon gw" marah Naura dengan masih berlari


"Iya kenapa, Lo lagi apa sih, suaranya grasak grusuk" ucap ava yang sepertinya tidak bisa mendengar suara Naura dengan jelas.


"Gk usah banyak nanya, dengerin gw baik baik. Hp gw udah di hidupin gps, cepet cari gw dan minta tolong sama polisi. Gw gk punya banyak waktu" ucap Naura yang sudah mulai kelelahan.


"Emang ada apa Ra, gw__" sambungan nya terputus.


"Ni anak kenapa ya" ucap ava dan mulai memutar otaknya untuk berfikir.


"Jangan jangan... Ya ampun" panik ava dan segera menelfon varo


sedangkan itu handphone varo berdering dan menampilkan nama dari si pemanggil "sayang ku♥️" segera varo mengangkat nya tanpa mau berlama lama.


"Iya sayang ada apa" ucapnya


"Hah, kamu ngomong apa sih, yang jelas dong"


"Iya Adrian ada lagi mandi"


"Hah, serius?? Oke oke sekarang kamu tenang aku sama Adrian segera nyusul kesitu" ucap varo menenangkan


Brak brak brak...


"Cepetan mandinya woy" ucap varo dengan Menggebrak pintu kamar mandi


"Apaan sih ni anak, ganggu aja" grutu Adrian dan langsung mengeringkan tubuhnya dengan handuk.


"Cepetan ini soal Naura" ucap Varo yang masih menggebrak pintu kamar mandi. Adrian yang mendengar itu langsung secepat kilat keluar dari kamar mandi.


"Kenapa? Naura kenapa?" Ucap Adrian dengan menggoyang goyangkan tubuh varo.


"Ya udah diem dulu, sekarang Lo pake baju cepetan" perintah varo. Ntah kenapa Adrian jadi merasa perasaannya tidak enak. Dengan secepat kilat Adrian segera memakai pakaiannya. Lalu setelah itu baru menceritakan semuanya.

__ADS_1


__ADS_2